Sunday, February 15, 2009

Kapolda Sayangkan Oknum Menganiaya

BANJARMASIN - Kapolda Kalsel Brigjen Pol Anton Bachrul Alam menyayangkan diduga terjadinya tindak penganiayaan terhadap Baco, oleh Kapolsek Sungai Durian Polres Kotabaru, Iptu Ju, bersama anak buahnya.
 "Sebagimana perintah Kapolri (Jendral Pol Bambang Hendarso Danuri), anggota harus bisa menjadi pengayom, pelindung dan pelayanan masyarakat. Jadi, sangat disayangkan kalau sampai anggota polisi menganiaya masyarakat," ujarnya, Jumat (13/2) sore.
 Menurutnya, oknum Kapolsek Sungai Durian dan bawahan lainnya yang diduga terlibat mesti diperiksa dan kasusnya diproses sesuai ketentuan yang berlaku, baik secara pidana maupun disiplin.
 "Bilamana mereka terbukti melakukan penganiayaan terhadap korban, maka harus diambil tindakan yang tegas. Siapa pun yang bersalah, meski itu anggota polisi, mesti ditindak," katanya.
 Sementara itu, Provos Bid Propam Polda Kalsel bakal memanggil empat oknum diduga pelaku penganiayaan terhadap bos minuman keras (miras), Baco, Kamis (19/2) mendatang. 
 Empat oknum yang dipanggil tersebut antara lain, Kapolsek Sungai Durian Polres Kotabaru, Iptu Ju, kemudian Kanit Reskrim-nya Bripka Edi, serta dua bawahan lainnya, Jok dan Val.
 Pemanggilan untuk mengkonfrontir laporan dari korban yang sebelumnya datang mengadu bahwa dirinya telah mengalami penganiayaan berat dari Iptu Ju bersama sejumlah anak buahnya.
 "Setelah kita memeriksa laporan serta korban, kita akan melakukan pemanggilan terhadap empat anggota yang diduga terlibat dalam penganiayaan tersebut, mereka adalah Iptu Ju, Bripka Edi dan dua lagi, Jok serta Val," jelas Kasubbid Provos Bid Propam Polda Kalsel Kompol Agus Durijanto mewakili Bid Propam AKBP Kadarusman, Jumat (13/2) kemarin.
 Baco (42), seorang bos minuman keras (miras) mengaku jadi korban kebrutalan oknum Kapolsek Sungai Durian Polres Kotabaru, Ipda Ju dan bawahannya. Ia bersama keluarganya kemudian mengadu nasibnya ke Provos Bid Propam Polda Kalsel.
 Laporan disampaikan Rabu (11/2) lalu. Informasi terhimpun, korban mengalami penganiayaan oleh oknum pada 10 Februari 2009 di salah satu ruangan Polsek Sungai Durian. Dari pengakuan korban, korban dipukul oleh oknum menggunakan palu, sehingga salah satu tulang rusuk korban mengalami patah. Bahkan, bagian mata kanan korban mengalami memar serius.
 Sebelumnya, korban dijadikan tersangka oleh Polsek Sungai Durian menyusul ditemukannya ratusan dos miras milik korban oleh polisi di kawasan perbatasan Semayam, Tanah Grogot, Kotabaru, pada 17 Januari 2009 lalu dalam sebuah operasi pekat.
 Setelah itu, korban pun ditahan Polsek Sungai Durian sejak 17 Januari hingga 10 Februari lalu. Diduga, selama ditahan itu, korban diperiksa dan diinterogasi terkait sumber miras. adi



No comments: