Saturday, February 7, 2009

H Amir Dan Bahrullah Jadi Terdakwa

BANJARMASIN - Presdir PT Baramega Citra Mulia Persada (BCMP), H Amir Nasruddin dan Manajer Unit Usaha Otonomi Tambang (UUOT) Koperasi Gajahmada, Bahrullah resmi menjadi terdakwa setelah jadwal persidangan sudah dikeluarkan Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin.
 Rabu (4/2), Kasi Penkum dan Humas Kejati Kalsel, Johansyah SH membenarkan kalau jadwal sidang dari PN Banjarmasin untuk kedua terdakwa sudah dikeluarkan.
 "Dari jadwal, H Amir akan disidangkan besok (hari ini). Sedangkan Bahrullah bakal disidang perdana pada Senin (9/2) depan. Jadi, JPU kita pun sudah mempersiapkan surat dakwaan di persidangan besok," ujarnya.
 Dalam persidangan ini pihak kejaksaan menurunkan setidaknya lima JPU, yakni Pratikto SH, Pranoto SH, Sandy Rosady SH, Johannes SH, Cipi Perdana SH dan Thailani M SH. Baik untuk persidangan terdakwa H Amir, maupun Bahrullah, susunan JPU tetap sama.
 Kejati Kalsel bersama Kejari Banjarmasin kabarnya juga sudah meminta bantuan pengamanan sidang kepada Polda Kalsel, menyusul rawannya persidangan, mengingat bakal banyaknya pengunjung sidang. Sebagaimana diketahui, H Amir termasuk publik figur sebagai pengusaha besar asal Kotabaru.
 "Kita tentunya tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Makanya, kita juga telah meminta bantuan pengamanan kepada pihak kepolisian," terangnya.
 Terdakwa H Amir diperkirakan akan didampingi Aga Khan SH dan Narsiqa SH dari Kantor Pengacara OC Kaligis. Hanya saja, apakah OC Kaligis hadir mendampingi kliennya itu belum bisa dipastikan.
 H Amir dan Bahrullah sebelumnya dijadikan tersangka sejak Sabtu (25/10) oleh Dit Reskrim Polda Kalsel dan menjadi tahanan Polda Kalsel, Minggu (26/10) sekitar pukul 16.00 Wita.
 Adapun pasal yang dikenakan adalah pasal 78 ayat (2), (6) jo pasal 50 ayat (3) huruf a dan g UU RI No 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan pasal 406 KUHP.
 BCMP dituding menambang di kawasan hutan tanaman industri di Desa Batu Ampar, Tanah Bumbu dan Desa Serongga, Kotabaru. Sementara Gajahmada dituduh menambang di kawasan hutan industri di Desa Sungai Dua, Kecamatan Simpang Empat, Tanah Bumbu. 
 H Amir sendiri dalam satu kesempatan ketika akan diserahkan ke JPU menyatakan bahwa dirinya tidak bersalah dalam kasus tersebut.
 "Kalau ditanya harapan, ya saya semestinya dibebaskan. Sebab, saya sama sekali tidak bersalah dalam masalah ini," tegasnya sambil menuruni anak tangga kantor Dit Reskrim Polda Kalsel.
 Menurutnya, mengenai dirinya dianggap bersalah, hal itu karena pihak penyidik menganggapnya demikian.
 Senada, kuasa hukum H Amir, Aga Khan SH didampingi rekannya, Narisqa SH dari Kantor Pengacara OC Kaligis Jakarta menegaskan bahwa kliennya tidak bersalah namun hanya menjadi korban konspirasi kelompk tertentu yang ingin mencaplok lahan tambang milik kliennya.
 "Sepertinya ada pihak-pihak tertentu yang berkonspirasi mematikan usaha klien kami. Buktinya, pengadilan kasus tersebut kenapa dilakukan di Banjarmasin, bukan di PN Kotabaru, sesuai locus de licti," katanya. adi



No comments: