Monday, February 23, 2009

Dir Reskrim Bantah SP3 Kasus Smart

BANJARMASIN - Cukup lama melakukan penyidikan terkait kasus PT Smart yang diduga membuka lahan perkebunan dan pabrik CPO di kawasan cagar alam, namun hingga kini Polres Kotabaru dibantu Polda Kalsel belum tuntas juga membawa kasus ini setidaknya ke kejaksaan.
 Padahal, kasus ini sempat berhembus sejak Agustus 2008 lalu karena yang mirip perambahan kawasan hutan, seperti kasus PT BCMP milik H Amir, KUD Gajahmada yang dikelola Bahrullah, bahkan kasusnya yang belakangan terungkap (Oktober 2008), sudah disidangkan.
 Kondisi yang cukup menggelitik ini mengundang pertanyaan wartawan, Jumat (20/2) tadi, apakah kasus Smart sudah dihentikan alias di-SP3-kan? "Tidak ada SP3, kasusnya masih tetap lanjut, dan sedang diproses terus oleh Polres Kotabaru," sergah Dir Reskrim Polda Kalsel Kombes Pol Machfud Arifin.
 Menurut Machfud, lamanya penanganan mungkin akibat kasus tersebut cukup sulit pembuktiannya. Meski demikian, ia berjanji akan mengecek ke Polres Kotabaru terkait perkembangan penanganan kasus ini. "Nanti saya tanya ke Polres Kotabaru," ucapnya.
 Sebelumnya, pada Januari lalu, Mata Banua sempat mewawancarai via handphone salah satu petinggi PT Smart Kotabaru, Rudy Renaldi. Ia kala itu mengakui kalau kasus Smart memang masih terus berjalan, karena dari pihaknya ada yang dimintai keterangan.
 Hanya saja, lanjutnya, dari pihak PT Smart belum ada yang dijadikan tersangka pada kasus tersebut. "Sepengetahuan saya, tidak ada dari pihak kami yang dijadikan tersangka. Yang kami tahu, masih ada dari pihak kami yang dimintai keterangan yang berarti kasus ini masih terus berjalan," bebernya saat itu.
  Disinggung apakah pihak PT Smart menyediakan perkara untuk menghadapi kasus dugaan pemakaian lahan cagar alam, Rudy membantahnya. Menurutnya, sampai sekarang, pihaknya merasa belum merasa perlu menyiapkan pengacara.
 "Statusnya belum ada yang jadi tersangka, sehingga belum ada rencana menyiapkan pengacara untuk kasus ini," paparnya.  
  Cagar alam
 Sebelumnya disinyalir, PT Smart yang mengelola perkebunan di Tarjun terindikasi melakukan aktivitas di kawasan cagar alam Tarjun Kotabaru yang notabene terlarang sebagaimana Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 453/KPTS II/2006 tentang Penunjukan Kawasan Hutan di Provinsi Kalimantan Selatan.
 Diduga, belum ada izin Menhut, perusahaan yang bergerak dalam perkebunan kelapa sawit dan akan memproduksi minyak CPO itu melakukan aktivitas dalam kawasan cagar alam yang dilindungi pemerintah. Polres Kotabaru pun sigap menerima informasi masyarakat dan langsung terjun ke lapangan.
 Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel kemudian dikontak untuk turut serta melakukan pemetaan apakah telah terjadi penggarapan di kawasan cagar alam oleh perusahaan tersebut. Sayangnya, hingga sekarang, hasil pemetaan belum diketahui publik. Begitu juga siapa tersangkanya, belum terekspos.
 Muncul isu, kalau Smart bakal sulit dijerat hukum karena perusahaan ini termasuk salah satu perusahaan besar milik orang berpengaruh. adi



No comments: