Tuesday, February 10, 2009

Cukong Kayunya Ternyata Oknum Polisi

BANJARMASIN - Keberhasilan jajaran Sat II Krimsus Dit Reskrim Polda Kalsel bersama Reskrim Polres HST menggulung empat truk pengangkut kayu ilegal di Kecamatan Hantakan, HST, Jumat (6/2) ternyata berujung kejutan. Betapa tidak, karena sang pemilik ratusan kayu sungkai tersebut adalah Aiptu BS, oknum anggota Polres HST.
 Minggu (8/2), Aiptu BS masih secara intensif diperiksa secara verbal oleh penyidik di Polda Kalsel. Sedangkan lima orang sopir yang membawa empat truk berisi penuh kayu sungkai juga telah diperiksa dan dimasukkan ke dalam sel.
 Ketua tim illegal logging, AKP Suharso mewakili Dir Reskrim Polda Kalsel Kombes Pol Machfud Arifin membenarkan kalau pihaknya masih memeriksa tersangka Aiptu BS dan lima tersangka sopir, masing-masing AR, S, Za, Ja dan MF.
 "Setelah sebelumnya kita memeriksa para sopir yang membawa empat truk bermuatan kayu ilegal itu, ternyata mereka semua mengaku kalau sang pemilik kayu adalah Aiptu BS, oknum anggota Polres HST. Tersangka Aiptu BS langsung kita ciduk dan periksa. Tersangka tidak bisa lagi berkelit, karena pengakuan para sopir cukup telak," ujar AKP Suharso, kemarin.
 Menurutnya, Aiptu BS belum akan diserahkan kepada Provos Bid Propam Polda Kalsel, karena masih harus menyelesaikan pemeriksaan untuk berkas perkara pidananya. "Kita selesaikan dahulu perkara pidanya, karena telah melanggar UU No 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan," paparnya.
 Yang memiriskan, lanjutnya, ternyata kegiatan ilegal yang dilakukan para tersangka ternyata sudah berlangsung lima tahun. "Diduga, kayu yang mereka ambil adalah hasil merambah kawasan hutan di Pegunungan Meratus. Jarak tempuhnya memang sangat berat, karena dari Desa Kiding Kecamatan Hantakan saja, perlu waktu dua jam. Itupun baru ke bibir lokasi, karena lokasinya masih jauh lagi. Saking beratnya medan, kita bersama tim gabungan sering jatuh bangun," ujarnya menggambarkan.
 Senada, Kasat Reskrim Polres HST AKP Hadi Supriyanto mewakili Kapolresnya menambahkan, pada Jumat (6/2), mereka memperoleh informasi dari Sat II Krimsus Polda Kalsel bahwa kegiatan illegal logging di Kecamatan Hantakan akan ditertibkan.
 "Kemudian, kita melakukan penghadangan mulai pagi sampai malam. Benar saja, di jalan, kita lihat ada empat truk sedang beriringan memuat batangan kayu sungkai. Setelah kita hentikan, ternyata mereka tidak bisa menujukkan surat-surat resmi," paparnya.
 Barang bukti kini diamankan di Polres HST, diantaranya truk DA 9482 TR yang disopiri AR, memuat 33 batang kayu, kemudian truk DA 9028 EA disopiri S memuat 30 batang, truk DA 2001 TD disopiri Za dan Ja mengangkut 35 batang serta truk KT 8560 DA dengan sopir MF membawa 34 batang kayu sungkai. adi 




















  



2 comments:

Jamrud Khatulistiwa said...

Laporkan ke
http://polri.go.id
biar kapok,tegak kan hukum.

Jamrud Khatulistiwa said...

Laporkan ke
http://polri.go.id