Monday, February 16, 2009

Buronan Kasus SA Ditangkap


BANJARMASIN - Hampir setahun setengah, Tjip, menjadi buronan Kejati Kalsel terkait statusnya sebagai tersangka kasus korupsi Sentra Antasari (SA). Namun, Minggu (15/2) kemarin, pelariannya telah diakhiri dalam jeruji sel LP Teluk Dalam.
 Mantan Direktur Operasional PT Giri Jaladhi Wana ini dibawa oleh Jaksa Madya Bambang Sudrajat dan Jaksa Madya Tri Sujoko dibantu dua aparat dari Polda Kalsel dari Jakarta naik pesawat komersial dan tiba di Bandara Syamsuddin Noor sekitar pukul 09.00 Wita.
 Kemudian, dengan gerakan cepat, tersangka dibawa lagi menuju gedung Kejati Kalsel dan tiba sekitar pukul 10.00 Wita. Di dalam ruangan, tersangka diperiksa kesehatannya oleh dokter.
 Setelah pemeriksaan dipandang cukup dan tersangka memenuhi syarat untuk menjalanai penahanan dalam sel, sekitar pukul 10.45 Wita, tersangka dibawa menggunakan mobil tahanan menuju LP Teluk Dalam, sebagai tahanan titipan penyidik Kejati Kalsel.
 As Intel Kejati Kalsel Sumardi SH MH mengatakan, sebenarnya, Tjip sudah ditangkap pada Jumat (13/2) di sebuah cafe, yakni Nuansa Cafe, Jl Mangunkarso, Ungaran, Cirebon.
 "Sebelumnya, kita mendapat laporan dari aparat kejaksaan di Cirebon bahwa tersangka terlihat berada di kawasan Cirebon. Untuk lebih memastikan, kemudian aparat kejaksaan di sana minta foto tersangka, lalu kita kirim bersama dua orang jaksa dari sini dibantu dua aparat dari Polda Kalsel," terangnya.
 Tersangka saat itu terlihat sedang menikmati minuman dan santai di Nuansa Cafe. Petugas kemudian mendekat dan menanyakan apakah benar kalau dirinya sebagai Tjip.
 "Awalnya, tersangka membantah kalau dirinya adalah Tjip, buronan yang selama ini kita buru. Namun, setelah kita desak, barulah tersangka mengaku terus-terang kalau benar bahwa dirinya adalah Tjip," paparnya.
 Tidak membuang waktu, setelah ditunjukkan surat penangkapan, Tjip kemudian pada Sabtu (14/2) dibawa ke Gedung Bundar Kejaksaan Agung RI di Jakarta untuk diinapkan. Setelah semalaman, barulah pada pagi Minggu (15/2), tersangka diterbangkan ke Banjarmasin untuk selanjutnya ditahan di LP Teluk Dalam.
 Hari ini, Senin (16/2), tersangka kemungkinan akan menjalani pemeriksaan sehubungan statusnya sebagai tersangka korupsi SA. Ia diduga turut terlibat dalam korupsi berjamaah SA.
 Tjip, sebenarnya sudah ditetapkan sebagai tersangka pada 20 September 2007 lalu. Namun, belum sempat ia menjalani pemeriksaan baik sebagai tersangka maupun sebagai saksi bagi tersangka lain, Tjip keburu menghilang.
 Tersangka lain yang sudah didakwa dan divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Banjarmasin, adalah Direktur PT GJW, Widagdo yang divonis penjara enam tahun, 18 Desember 2008 lalu. Menurut hakim, terdakwa terbukti meraih keuntungan secara tidak sah yang berakibat kerugian negara hingga Rp6.332.361.516. AKibatnya, terdakwa, selain mesti menjalani hukuman enam tahun penjara, dibebani mengganti kerugian negara sebesar Rp6.332.361.516 atau menjalani hukuman tambahan empat tahun jika mangkir dari memberi ganti rugi. Tak hanya itu, terdakwa juga didenda sebesar Rp200 juta atau tiga bulan kurungan. 
 Sebelumnya, pada 1 Desember 2008, mantan Walikota Banjarmasin, Midpai Yabani divonis dua tahun penjara dan denda Rp50 juta, karena dinilai hakim telah menyalahgunakan kewenangannya, sehingga menguntungkan orang lain yang berakibat kerugian negara.
 Terdakwa lainnya, Edwan Nizar, divonis enam tahun penjara, denda Rp300 juta dan diwajibkan membayar ganti kerugian negara sebesar Rp1.072.473.710.
 Ganti kerugian Rp1 miliar lebih itu, menurut hakim mesti dibayar Eed, satu bulan setelah keputusan hukum berkekuatan hukum tetap. Jika tidak dibayar, maka harta benda Eed harus disita dan dilelang sebagai pengganti kerugian negara tersebut.
 Korupsi SA terjadi akibat penggelembungan jumlah dari 5.145 buah bertambah 900-an buah tak sesuai ketentuan, sehingga negara diduga merugi mencapai Rp32 miliar, terdiri kelebihan kios Rp16,6 miliar dan kewajiban lain Rp6,6 miliar, kewajiban Pasar Inpres SA ke BRI senilai Rp3,75 milyar dan lain-lain. adi



No comments: