Monday, February 16, 2009

Anton Bachrul Alam Jadi Kapolda Jatim


BANJARMASIN - Brigjen Pol Anton Bachrul Alam tak lama lagi akan melepas jabatannya selaku Kapolda Kalsel, sebab SK Kapolri No Pol: Skep/65/2/2009 telah keluar pada 13 Februari lalu yang memerintahkannya menjadi Kapolda Jatim. Berarti Anton mendapat promosi sebagai jendral bintang dua, mengingat Polda Jatim masuk tipe A. 
 Selama ini, Anton memang dikenal cukup membawa perubahan di Polda Kalsel. Pasalnya, jika sebelumnya, pembinaan aparatur dilakukan lewat serangkaian pembinaan mental internal, maka jendral ini lebih suka mengarahkan anah buahnya mengikuti kegiatan itikaf, tausiyah dan kegiatan agama lainnya.
 Menurutnya, jiwa sedang bermasalah jika tidak disiplin, sehingga obat terbaik membina jiwa, tak bisa lain harus kembali kepada agamanya sendiri atau mendekatkan diri kepada Tuhan YME.
 Bahkan, ratusan preman yang melakukan pelanggaran kecil, tidak langsung ditindak, melainkan diajak mengikuti itikaf di masjid. Gaya pendekatan Anton untuk meminimalisir tindak kejahatan patut diacungi jempol.
 Selama kepemimpinannya pula, banyak pengusaha tambang yang terindikasi ilegal, ditahan dan diproses. Bahkan, seorang ulama terkenal pun mesti masuk sel karena diduga menjadi otak pelaku illegal logging.
 Anton memang rendah hati, meski sudah dipromosikan, ia hanya berucap agar selalu didoadakan agar selalu amanah. "Terima kasih, tolong doanya," ujarnya ketika diberi ucapan selamat. 
 Langkah Anton meraih jabatan kapolda tipe A memang terbilang unik, mengingat ia kurang dari setahun menjabat Kapolda Kalsel. Jika dihitung ketika serah terima jabatan dengan pendahulunya, Halba R Nugoroho 14 Mei 2008 lalu, maka Anton terhitung bertugas sekitar sembilan bulan.
 Mungkin langkah Anton cukup mendekati kesuksesan Bambang Hendarso Danuri (BHD), yang ketika menjabat Kapolda Kalsel masih berbintang satu, namun tiga bulan lebih sedikit kemudian, melonjak jadi berbintang dua ketika dipromosikan sebagai Kapolda Sumut. Kini, BHD adalah Kapolri dengan pangkat jendral bintang empat.
 Banyak kalangan menilai, Anton memiliki wibawa yang besar sehingga boleh jadi bakal mengisi pos jabatan kapolri. Pasalnya, diantara rekan seangkatannya, cuma dia dan Halba yang memperoleh bintang satu. Hanya saja, Anton ternyata lebih cepat naik pangkat ketimbang Halba yang kini menduduki jabatan Ses NCB Interpol Mabes Polri.
 Pergeseran jabatan kapolda dari SK Kapolri tersebut melibatkan enam jabatan kapolda. Anton dipromosikan sebagai Kapolda Jatim, menggantikan Irjen Pol Herman S Sumawiredja yang dikabarkan memasuki usia pensiun.
 Sedangkan pengganti Anton sebagai Kapolda Kalsel adalah mantan Kapolda DI Yogyakarta, Brigjen Pol Untung Rajab. Pejabat yang mengisi jabatan Kapolda DI Yogyakarta adalah Brigjen Pol Sunaryono, perwira tinggi yang sebelumnya bertugas sebagai Dir D Baintelkam Mabes Polri.
 Selain jabatan kapolda Jatim, Kalsel dan DI Yogyakarta yang bergeser, ada tiga jabatan kapolda lain yang turut berganti, yakni Nanggroe Aceh Darusalam (NAD), Sumatera Barat (Sumbar) dan Bengkulu. Pejabat baru itu adalah Irjen Pol Adityawarman sebagai Kapolda NAD, Brigjen Wahyu Daeni (Kapolda Sumbar) dan Brigjen Ruslan Riza (Kapolda Bengkulu).
 Sebelumnya, jabatan Kapolda Sumut, yang dipegang Irjen Pol Nanan Soekarna juga berganti kepada Irjen Pol Badrodin Haiti, yang sebelumnya adalah Dir I Keamanan dan Trans Nasioinal Bareskrim Mabes Polri. Nanan yang dicopot gara-gara gagal mengantisipasi demo anarkis yang menyebabkan Ketua DPRD Sumut Abdul Aziz Angkat tewas, diproyeksikan sebagai staf ahli Kapolri.
 Medan memang bukan tempat yang baru bagi Badrodin, pengganti Nanan. Dia pernah menjabat sebagai Kapoltabes Medan. Jabatan Kapolda pernah diembannya di wilayah konflik Sulteng.
 Penjelasan soal pergantian tampuk pimpinan di enam polda se-Indonesia ini disampaikan oleh Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira di Jakarta, Sabtu (14/2) akhir pekan tadi. adi

1. Brigjen Pol Badrodin Haiti, dari Direktur I/Kamtranas Bareskrim Polri menjadi Kapolda Sumut
2. Irjen Pol Adityawarman, dari staf pada staf ahli Kapolri menjadi Kapolda NAD
3. Brijen Pol Wahyu Daeni, dari Dir Jianbang Sespip Polri menjadi Kapolda Sumbar
4. Brigjen Pol M Ruslan Riza, dari Kapuslabfor Polri menjadi Kapolda Bengkulu
5. Brigjen Pol Untung Rajab, dari Kapolda DI Jogjakarta menjadi Kapolda Kalsel
6. Brigjen Pol Sunaryono, dari Dir D Baintelkam Polri menjadi Kapolda DI Jogjakarta
7. Irjen Pol Anton Bachrul, dari Kapolda Kalsel menjadi Kapolda Jatim
8. Irjen Pol Rubani Pranoto, dari Deops Kapolri menjadi Staf pada Staf Ahli Kapolri.
9. Irjen Pol Sylvanus Julian Wenas, dari Kakorbrimob Polri menjadi Deops Kapolri
10. Brigjen Pol Imam Sudjarwo, dari Waka Korbrimob Polri menjadi Kakorbrimob Polri
11. Kombes Pol Bachtiar H Tambunan, dari Wadir I/Kamtranas Bareskrim menjadi Dir I/Kamtranas Bareskrim Polri
12. Irjen Pol Rismawan, dari Kapolda NAD menjadi Pati Mabes Polri diarahkan pada Lemhanas

Sumber: Kadiv Humas Mabes Polri



2 comments:

yulianbjm said...

yah gimana dgn undangan ke Beliau di aruh blogger...

Razki said...

Salam kenal...
Pak Adi, saya mau tanya profilnya Bpk. Anton Bachrul Alam bisa ga ya???
Dr smenjak dia mnjabat sbagai Kapolwil Bogor smpai dia mnjabat Kapolda Jatim...
Terima kasih atas responnya...