Sunday, February 15, 2009

3.111 Orang Jamin Pimpinan Ponpes

BANJARMASIN - HB sungguh beruntung, berbeda dengan nasib kebanyakan tersangka illegal logging. Pimpinan pondok pesantren di Gambut, Kabupaten Banjar yang dijadikan tersangka oleh Polres Tabalong, dijamin oleh 3.111 orang untuk penangguhan penahanannya.
 Surat permohonan penangguhan dilampiri formulir bertandatangan 3.111 orang disampaikan H Kasyful, tangan kanan HB, ke bagian sekretaris Kapolda Kalsel Brigjen Pol Anton Bachrul Alam, Jumat (13/2) sekitar pukul 14.45 Wita.
 H Kasyful yang didampingi puluhan dewan guru ponpes dan keluarga dekat HB tidak bisa bertemu langsung dengan Kapolda, sehingga surat hanya disampaikan melalui bagian sekretariat Kapolda.
 Kapolda sendiri bersama perwira utama lainnya, disaat bersamaan, sedang menikmati acara hiburan organ tunggal dalam rangka ramah-tamah sertijab Irwasda Polda Kalsel, dari pejabat lama Kombes Pol B Kris Hermanto kepada pejabat baru Kombes Pol Drs Isdiyanto di Aula Bhayangkara, Polda Kalsel.
 Kasyful kepada wartawan yang mencegatnya di pintu keluar mengatakan, pihaknya baru saja menyampaikan surat permohonan penangguhan penahanan HB, yang ditujukan kepada Kapolda Kalsel.
 "Kami mengajukan surat penangguhan penahanan kepada Kapolda dengan disertai 3.111 penjamin. Ya, mudah-mudahan, dengan adanya penjamin ini, diharapkan para santri, santriwati, dewan guru dan keluarga beliau mendapat kepastian bahwa pimpinan dan pengasuhnya, yakni HB dapat segera ditangguhkan penahanannya, meskipun proses hukumnya tetap lanjut," ujarnya.
 Menurutnya, meskipun proses hukum tetap dilanjutkan penyidik, namun yang terpenting, HB telah mengajukan haknya untuk meminta penangguhan penahanan.
 Disinggung apakah ada diantara penjamin Wagub HM Rosehan NB, karena sebelumnya pejabat ini sempat berkoar akan ikut menjamin, Kasyful mengaku tidak melihat secara pasti. "Kita tidak mungkin melihat satu-persatu karena penjamin mencapai ribuan orang. Kita hanya menyiapkan formulir, siapa pun dipersilakan untuk mengisi dan menandatangani sebagai penjamin. Yang jelas, diantara penjamin, ada Guru Juhdi, tokoh ulama dan lain-lainnya," ungkapnya.
 Sementara itu, selepas acara ramah tamah, Kapolda mengatakan, dirinya sudah mengetahui masuknya permohonan penangguhan penahanan tersebut. "Surat permohonan penangguhan penahanan tersebut akan kita perhatikan. Namun, saat ini proses pemeriksaan belum selesai sehingga kita berharap, untuk bersabar dahulu," paparnya.
 Dikatakan, pihaknya mengetahui dan menyadari bahwa jadwal ceramah HB kepada para jamaahnya cukup padat dan banyak. "Namun, jika pemeriksaan ini selesai, mungkin satu dua hari lagi, mungkin penangguhan bisa dikabulkan," ucapnya.
 Disinggung mengenai kontroversi rekomendasi Bupati Banjar HG Khairul Saleh, Kapolda mengatakan, pihaknya masih harus meneliti terlebih dahulu, termasuk berkoordinasi dengan instansi terkait, yakni Dinas Kehutanan Kalsel. "Jika terpenuhi unsur akan kita proses," tegasnya.

 Ironisnya, meski HB sudah mendapat dukungan dari 3.111 penjamin, namun nasib delapan tersangka lainnya yang turut membantu membawa kayu milik HB belum diketahui bagaimana nasibnya, apakah juga mendapat dukungan dari penjamin atau tidak.
 HB, pimpinan ponpes terkenal di Gambut, Kabupaten Banjar terpaksa harus berurusan dengan polisi karena tersandung kasus dengan tuduhan mengangkut kayu tanpa dokumen yang sah.
 Akibat tindakannya itu, ia bersama delapan tersangka lainnya harus rela menjadi penghuni sel Polres Tabalong. Kasus ini sendiri berkaitan milirnya kayu ulin, meranti dan sintuk sebanyak 72 meter kubik tanpa dokumen yang sah, yang dimuat dalam sembilan truk, Minggu (9/2) lalu.
 Selain menahan HB, penyidik juga menahan para sopir truk, Iful (29), warga Desa Teluk Masjid Balangan, Sfr (23), warga Jl AW Syahrani Samarinda, Adi (27), warga Jl Karang Paci Banjarmasin, dan Amat (26), warga Desa Mandiangin Barabai. Kemudian, Mdn (31), warga Desa Haur Gading Barabai, Alfi (43), warga Desa Ilung Barabai, Sis (29), warga Jl KS Tubun Angsau Tanah Laut, serta Imi (45), warga Desa Riwa Batumandi, Balangan. adi



No comments: