Wednesday, January 21, 2009

Berkas Bos BCMP P-21


BANJARMASIN - Selasa (20/1) kemarin, berkas acara pemeriksaan (BAP), H Amr, bos PT Baramega Citra Mulia Persada (BCMP) dinyatakan pihak Kejati Kalsel sudah lengkap (P-21).
 Dengan demikian, tugas penyidikan yang dijalankan oleh Dit Reskrim Polda Kalsel sejak H Amr ditetapkan sebagai tersangka 25 Oktober 2008 menjelang berakhir. Dalam hitungan hari, tersangka beserta barang bukti akan diserahkan oleh penyidik kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Kalsel.
  "Ya, memang benar, tadi kita baru saja memperoleh kepastian dari Kejati Kalsel kalau berkas tersangka H Amr sudah lengkap atau P-21. Tadi, kita berkoordinasi dengan Pak Kajati (Salman Maryadi SH MH) terkait teknis serah terima barang bukti," terang Dir Reskrim Polda Kalsel Kombes Pol Machfud Arifin yang ditemui beberapa saat usai keluar dari ruang Kajati Kalsel, kemarin. 
 Menurut Machfud, karena sebagian besar barang bukti berupa eksavator, dozer dan dumptruk adanya di Serongga, Kotabaru, maka perlu ada koordinasi yang baik antara pihaknya bersama Kejati Kalsel.
 Ditambahkan, setelah diperoleh P-21, maka dalam waktu beberapa hari ini, pihaknya akan segera melimpahkan tersangka dan barang bukti kepada Kejati Kalsel dalam penyerahan tahap dua.
 "Yang lebih menggembirakan lagi, memori keberatan penahanan H Amr, melalui pengacara OC Kaligis ke Pengadilan Tinggi (PT) Banjarmasin, ditolak hakim. Ini berarti, legalitas penahanan tersangka sudah sesuai ketentuan yang berlaku," tandasnya.
 Disinggung berkas satunya, Bhr, Manajer Usaha Unit Otonomi Tambang (UUOT) Koperasi Gajahmada, masih terus dilengkapi dan diharapkan juga selesai.
 Sementara itu, mewakili Kajati Salman Maryadi, Kasi Penkum dan Humas Kejati Kalsel, Johansyah SH membenarkan kalau pihaknya sudah menyatakan berkas H Amr, lengkap atau P-21.
 "Kita tinggal menunggu penyidik melakukan penyerahan tahap dua, baik tersangka maupun barang buktinya. Selepas itu, petinggi kita akan melimpahkan kepada JPU, Sandy Rosady SH untuk kemudian menyiapkan berkas dakwaan untuk dibawa ke Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin," jelasnya.
 Sebagaimana diketahui, pengiriman berkas H Amr terjadi dua Pengiriman terakhir dilaksanakan Selasa 23 Desember 2008 lalu. Sebelumnya, berkas pertama kali diserahkan penyidik ke Kejati Kalsel pada Kamis 27 November 2008 lalu. Namun, berkas itu dikembalikan pertengahan Desember lalu karena masih ada bukti-bukti yang masih perlu dilengkapi (P-18) oleh penyidik Polda Kalsel.
 H Amr dan Bhr (salah satu petinggi Koperasi Gajahmada) dijadikan tersangka sejak Sabtu (25/10) dan menjadi tahanan Polda Kalsel, Minggu (26/10) sekitar pukul 16.00 Wita.
 Adapun pasal yang dikenakan adalah pasal 78 ayat (2), (6) jo pasal 50 ayat (3) huruf a dan g UU RI No 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan pasal 406 KUHP.
 BCMP dituding menambang di kawasan hutan tanaman industri di Desa Batu Ampar, Tanah Bumbu dan Desa Serongga, Kotabaru. Sementara Gajahmada dituduh menambang di kawasan hutan industri di Desa Sungai Dua, Kecamatan Simpang Empat, Tanah Bumbu.
 Selain sudah menyita batubara milik BCMP sebanyak 153.000 metrik ton batubara (sudah dilelang), polisi juga menyita 40 unit eksavator, 11 unit dozer, 17 unit tronton, kemudian dokumen berupa rekap produksi, surat kirim, bukti pembayaran dan dokumen lainnya. Selain itu, sebuah harddisc, termasuk tugboat Martha I dan BG Sentana Marine dari Pelsus TCM, tugboat MBS 35 dan tongkang BG Delta 252 di Pelsus BIP. adi



1 comment:

..:: Zian X-Fly ::.. said...

Kurang mengerti dg apa yg Anda tulis itu. Tapi salam knl ja. btw, orang mna nih?