Friday, November 28, 2008

Dua Anggota Mabes "86" Diamankan

BANJARMASIN - Memang sudah cerita lama kalau sejumlah oknum polisi suka "86" atau menerima uang sebagai imbalan mendiamkan atau meringankan suatu kasus. Namun, di era sekarang di mana Polri sedang mereformasi dirinya, polisi jangan coba "86", karena akibatnya bisa fatal. Contohnya, dua oknum, masing-masing AKP Her dan AKP Jat yang ditangkap Provos Polda Kalsel, Kamis (27/11) sekitar pukul 16.00 Wita.
 Informasi dihimpun, AKP Her dan AKP Jat, keduanya perwira menengah anggota Polair Mabes Polri yang di-BKO-kan (Bawah Kendali Operasi) Dit Polair Polda Kalsel yang sehari-harinya bertugas mengawasi perairan Sungai Barito dan pesisir laut Kalsel.
 Kedua perwira menengah yang ditangkap di coffe shop Hotel Victoria Jl RE Marthadinata, sore kemnarin, hingga tadi malam, masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Bid Propam Polda Kalsel. Sementara barang bukti berupa uang hasil "86" sebesar Rp50 juta dalam pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribuan telah diamankan penyidik.
 Irwasda Polda Kalsel Kombes Pol Kris Hermanto tak banyak berkomentar mengenai kasus tersebut. Ia mengaku sedang berada di luar kota sehingga belum mengetahui secara persis duduk persoalannya. "Saya masih di luar kota, jadi belum bisa berkomentar banyak," ungkapnya via telepon.
 Sementara, Kasubid Paminal Bid Propam Kompol Midi Siswoko kepada wartawan membenarkan kalau pihaknya sedang memeriksa dua oknum perwira menengah tersebut.
 Menurutnya, kronologis singkat kejadian, bermula dari adanya informasi yang diterima salah satu oknum bahwa ada tugboat membawa BBM ilegal sedang berlayar.
 Kemudian, menggunakan salah satu kapal operasional, bernomor 637, oknum mengejar tugboat tersebut. Oknum lalu mengancam akan memproses temuan tersebut, namun bisa "dibiarkan" jika menyerahkan uang sebanyak Rp50 juta.
 Rupanya, informasi akan dilakukannya transaksi terlarang alias "86" itu bocor ke aparat Provos Polda yang kemudian bergerak untuk menggrebek transaksi di salah satu ruangan Hotel Victoria.
 Benar saja, begitu transaksi "86" terjadi, sejumlah anggota Provos Polda Kalsel menangkap basah kedua oknum tersebut, bersama barang bukti uang Rp50 juta.  
 Sayangnya, Midi tidak membeberkan siapa nama nakhoda tugboat yang diperas kedua oknum tersebut. Begitu juga nama tugboat tidak diberitahukannya.  
 Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalsel AKBP Puguh Rahardjo SIP menyesalkan jika memang dua oknum tersebut terbukti melakukan pemerasan terhadap nakhoda tugboat.
 "Jika memang benar, maka hal ini sangat disayangkan. Padahal, Kapolri Jendral Bambang Hendarso Danuri telah memperingatkan kepada setiap anggota polisi agar jangan sekali-kali melakukan tindakan yang bisa merusak citra kepolisian. Jika terbukti, akan dilakukan tindakan disiplin yang setimpal," papar Puguh.
 Diakui Puguh, email yang masuk ke website resmi Polda Kalsel, yakni www.poldakalsel.com, memang ada beberapa keluhan yang disampaikan warga ada sejumlah oknum anggota Dit Polair Polda Kalsel yang melakukan pemerasan terhadap sejumlah nakhoda kapal yang berlayar di perairan Sungaiu Barito.
 "Laporan warga itu jelas menjadi perhatian serius dari Kapolda Kalsel Brigjen Pol Anton Bachrul Alam. Kepada warga masyarakat yang meras dirugikan oleh ulah oknum aparat supaya tidak takut untuk melaporkan ke Provos Polda Kalsel," tandasnya. adi

No comments: