Monday, April 21, 2008

SPBU Pertama Pakai Standar Pertamina Way
BANJARMASIN - SPBU Belitung Ujung menjadi SPBU pertama di Kalsel yang menerapkan standar baru dari Pertamina yang disebut Pertamina Way. Pasalnya, SPBU ini dilengkapi sarana umum plus teknologi digital.
"SPBU ini boleh dikata sebagai SPBU pertama di Kalsel yang menerapkan standar baru dari Pertamina yang disebut Pertamina Way," ujar M Iqbal, Sales Refresentative Retail Pertamina, di sela-sela grand opening SPBU tersebut di Jl Belitung Ujung Banjarmasin Barat, Senin (21/4).
Menurutnya, dalam standar pelayanan yang terbaru, SPBU mesti memiliki kelengkapan fasilitas umum, seperti mushalla, kamar kecil, minimarket, kanopi yang lebih luas dan tinggi, termasuk penerapan teknologi terkini.
Khusus teknologi terkini, SPBU tersebut dilengkapi komputer monitor operasional anjungan pengisian. "Di monitor yang disebut teknologi automatic tanc gange (ATG) itu, mesin mana yang sedang beroperasi atau yang tidak beroperasi akan ketahuan dari layar monitor komputer. Termasuk jumlah liter yang keluar ke kendaraan bermotor maupun yang dimasukkan ke dalam tanki SPBU," jelasnya.
Tak hanya itu, ATG mampu memantau kemurnian BBM, sehingga tidak kemasukan air atau zat lainnya. "Kalau ada air masuk ke dalam tangki, layar monitor secara otomatis memberitahukan bahwa ada air masuk lengkap dengan berapa besar volume air yang masuk," ungkapnya.
Sementara, pemilik SPBU Belitung Ujung, Herman Chandra mengatakan, pendirian SPBU ke-enam miliknya itu merupakan apresiasinya untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat pengguna kendaraan bermotor di Banjarmasin.
"Bahkan, bagi instansi pemerintah dan swasta, sudah kami siapkan alat digital dan smart card agar tidak terjadi penyalahgunaan dan penyimpangan pembelian BBM. Hanya dengan memasukkan nomor polisi dan spedometer terakhir kendaraan bermotor, alat bisa mengeluarkan struk pembelian yang mencantumkan waktu pembelian dan jumlah liter yang dibeli. Kalau dulu, sistem bon justru sering disalahgunakan dan merugikan instansi," jelasnya.
Smart card sendiri akan ditawarkan kepada instansi pemerintah dan swasta. Pembelian tidak menggunakan uang, namun dilakukan secara kontrak sebelumnya. "Smart card itu akan bisa dipakai di lima SPBU milik saya lainnya," ucapnya.
Dikatakan, luasan area SPBU itu mampu menampung hingga 50 buah mobil, sehingga tidak akan mengganggu pengguna jalan jika terjadi antrian. adi

No comments: