Monday, April 28, 2008

Acungan Jari Tengah Pengawal Gubernur

BANJARMASIN - Rombongan wartawan tak menyangka bakal memperoleh salam tak bersahabat dari pengawal Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin. Betapa tidak, salah seorang oknum pengawal mengacungkan jari tengah tanda ejekan 'fuck you' ke arah rombongan wartawan di tikungan ke Bandara Syamsuddin Noor Jl A Yani Km 24, Landasan Ulin, Senin (28/4) sekitar pukul 10.30 Wita.
"Kami tak menyangka, kalau seorang oknum berinisial Ang mengacungkan jari tengah sebagai tanda ejekan 'fuck you' ke arah kami begitu akan menikung ke arah bandara," ujar Denny, wartawan Media Indonesia.
Kronologis kejadian, lanjutnya, bermula ketika rombongan wartawan yang akan menghadiri Hari Pers Nasional (HPN) di Balangan mengikuti iring-iringan Gubernur Kalsel mulai Jl A Yani, Kertak Hanyar.
"Kami waktu itu menyangka kalau iring-iringan Gubernur akan menuju Tabalong guna mengikuti acara yang sama. Nah, saat itu, rombongan kami mengikuti rombongan itu dengan maksud biar cepat sampai tanpa rintangan," ujarnya.
Hanya saja, di sekitar Jl A Yani Km 17, tiba-tiba mobil yang mengiringi Gubernur, diduga ditumpangi pengawal Gubernur, Ang dan Hel mengerem secara mendadak, sehingga hampir ditabrak oleh mobil rombongan wartawan.
"Rupanya, mobil pengawal Gubernur tak menghendaki kami mengikuti iring-iringan itu. Saat itu, kami tetap mengikuti karena kami anggap iring-iringan itu tetap ke arah Balangan," jelasnya.
Namun, tanpa disangka, iring-iringan Gubernur justru berbelok ke arah bandara di Jl A Yani Km 24. "Barulah kami sadar kalau rombongan Gubernur tidak ke Balangan. Namun, kami merasa terhina karena salah satu oknum pengawal itu mengacungkan jari tengahnya dari jendela mobil ke arah kami," tambah Beben, wartawan RCTI.
Menurut wartawan senior ini, meski telah terjadi kesalahpahaman sehingga rombongan wartawan sempat mengikuti iring-iringan Gubernur, tak semestinya pengawal melakukan aksi tak terpuji itu.
"Oknum pengawal itu kan tidak tahu di dalam mobil kami ini siapa saja. Kalau dalam mobil kami ini ada pejabat terhormat, maka apa tidak tambah berabe," jelasnya. adi

No comments: