Sunday, October 26, 2014

Ratusan Ton Ikan Jala Apung Mati


MARTAPURA - Diperkirakan ratusan ton ikan nila, ikan mas dan lainnya yang dibudidayakan oleh para petani ikan kawasan Kecamatan Aranio, dan juga Kecamatan Karang Intan mati. Bahkan, sejak Sabtu (25/10) pagi berlanjut sampai kemarin, permukaan air di jala apung milik para petani terlihat memutih tanda mengapungnya ikan yang mati.Kondisi ini bisa ditemukan di sepanjang Sungai Riam Kanan dan sangat memukul usaha para petani ikan. Tentu saja, kematian ratusan ton ikan ini menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. Kondisi serupa sebenarnya sempat terjadi lebih sebulan lalu menyusul pendangkalan sungai akibat musim kemarau.

Hanya saja, kejadian sekarang masih kalah parah ketimbang kejadian awal 2012 lalu, di mana hampir semua ikan jala apung mati dan membusuk. Kala itu ribuan ton ikan mati dan kerugian miliaran rupiah.

Informasi terhimpun dari sejumlah petani, matinya ikan tersebut disebabkan debit air berkurang drastis, sehingga air sungai mengalami peningkatan suhu yang ekstrim. Hal ini diperparah dengan arus sungai yang berkurang, sehingga sisa kotoran atau pakan yang sudah berubah menjadi racun bagi ikan membuat ikan lemas kekurangan oksigen.

Kadis Perikanan dan Kelautan, Nor Ifansyah mengakui bahwa penyebab matinya ikan budidaya petani karena debit air sangat rendah. "Juga fluktuasi suhu air yang ekstrim. Bendungan tak ada kaitannya, karena memang air di hulu Riam Kanan sudah sangat berkurang akibat musim kemarau," jelasnya.
adi


No comments: