Kamis, 30 Juni 2011

Tiga Pelaku Pencuri Sarang Walet Diringkus

PELAIHARIÄ Ä © Jajaran Polsek Jorong Resort Tanah Laut (Tala) berhasil
meringkus tiga kawanan pencuri, yang diduga mencuri sarang burung
walet di Desa Batalang Kecamatan Jorong Kabupaten Tala, Kamis (30)
sekitar pukul 02.30 Wita.
Á ÁTiga kawanan pencuri langsung digelandang ke Mapolsek Jorong,
masing©masing Jari (28), warga Desa Ambawang Kecamatan Batu Ampar,
Sut (29), warga Desa Turus Gede Kecamatan Rembang Jawa Tengah dan
Luk (26), warga Desa Labuhan Ratu Kabupaten Lampung Timur atau
Trans Satui Tanah Bumbu.
Á ÁTertangkapnya tiga pelaku pencurian sarang burung walet itu
berawal saat warga melintas jalan menuju Desa Batalang. Di
perjalanan ada sebuah rumah kosong yang sejatinya tak ada
penghuninya, justru ada seseorang di sana dengan gerak©gerik
mencurigakan. Tanpa pikir panjang warga yang melintas di kawasan
itu langsung melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian.
Á ÁMenerima laporan warga tersebut, pihak Reskrim dari Polsek
Jorong langsung melakukan penangkapan di saat para pelaku sedang
asyik terlelap tidur. Ternyata, saat dilakukan penangkapan, pihak
kepolisian mendapati adanya beberapa peralatan tukang dan setengah
karung kecil berisi sarang burung walet.
Á ÁUntuk mengetahui asal muasal sarang burung walet tersebut,
akhirnya pihak kepolisian menggelandang ketiga tersangka tersebut
ke kantor Polsek Jorong.
Á ÁKapolsek Jorong Ipda Kalfaris T Lalo melalui Kanit Reskrim
Bripka Toto Sudarto membenarkan bahwa pihaknya mengamankan tiga
orang yang diduga melakukan pencurian sarang burung walet.
Á ÁToto menambahkan, ketiga tersangka tersebut saat dilakukan
pemeriksaan mengakui bahwa mereka baru saja melakukan pencurian
sarang burung walet di Desa Nusa Indah Kecamatan Bati Bati,
sehingga setelah proses selesai, maka ketiga tersangka tersebut
akan dikirim ke Polsek Bati Bati.
Á Á"TKP©nya ada di wilayah hukum Kecamatan Bati Bati, sehingga
ketiga tersangka akan diproses ke Polsek Bati Bati," ungkapnya.
Á ÁPihaknya akan melakukan pengembangan, terkait satu bulan yang
lalu, dua tempat sarang burung walet di Kecamatan Jorong disatroni
para pencuri, padahal tempat tersebut dilengkapi alarm sistem
laser.
Á Á"Pencurian sarang burung walet ini termasuk profesional,"
terangnya. Pihak Polsek Jorong mengamankan barang bukti berupa,
setengah karung kecil berisi sarang burung walet, senjata tajam,
bor, linggis, penutup muka dan jimat pelaku, serta kendaraan roda
dua Kawasaki Kaze warna hitam dengan nomor polisi DA 5066 LB.
à Ãcan/adi

Korupsi PLN Tanjung Ke Jaksa Peneliti

BANJARMASIN Ä Ä© Berkas kasus dugaan korupsi di PLN Tanjung oleh
penyidik Kejati Kalsel saat ini sudah memasuki tahap I, yakni
proses penelitian berkas oleh tim jaksa peneliti.
Á ÁHal itu disampaikan Kasi Penkum dan Humas Kejati Kalsel
Rajendra SH melalui Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Agus Suroto SH
MH, Kamis (30/6).
Á Á"Berkas kasus dugaan korupsi PLN Tanjung sudah penyerahan
tahap I, yakni berkas disampaikan kepada tim jaksa peneliti, guna
diteliti sejauh mana kelengkapan berkas. Mungkin saja masih ada
yang kurang dan mesti dipenuhi lagi oleh penyidik," terang Agus.
Á ÁKasus ini menyeret manajer ranting PLN Tanjung, Pasido dan
supervisor Abdul Halim sebagai tersangka. Modus penyimpangan yakni,
kedua orang ini menerima gartifikasi dari warga calon pelanggan
PLN.
Á ÁKeduanya diduga memungut biaya pemasangan listrik baru di luar
ketentuan yang ada. "Semestinya, tiap pemasangan listrik baru,
warga cuma dikenakan biaya sekitar Rp200 ribuan. Cuma dalam
praktiknya, mereka memungut lebih besar sekitar Rp250 ribu hingga
Rp300 ribuan. Korbannya cukup banyak sekitar 200 orang," cetusnya.
Á ÁMenurut Agus, dalam penyidikan, pihaknya tidak menemui kendala
yang berarti, mengingat bukti©bukti cukup kuat, ditambah kesaksian
dari 24 instalatir, plus warga yang dirugikan.
Á ÁSementara itu, untuk kasus korupsi di Pelindo III Kotabaru,
penyidik memilih wait and see, karena perkara pertama, para
terdakwa dibebaskan oleh Pengadilan Negeri (PN) Kotabaru. "Sambil
menunggu putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA), terhadap para
terdakwa kasus pertama, maka kasus kedua yang melibatkan
Fatizanolo, mantan petinggi Pelindo III Kotabaru kita pending
dulu," paparnya.
Á ÁNamun, karena Fatizanolo tidak pernah hadir dalam pemeriksaan
dan diduga menghilang, maka kejaksaan sudah menetapkannya sebagai
buronan. Penyimpangan diduga terjadi pada pungutan kepada kapalªkapal yang sandar di pelabuhan tak sesuai ketentuan.
Á ÁSementara itu, Kejati Kalsel juga hampir merampungkan berkas
kasus dugaan korupsi pada proyek lanjutan Pusat Pelelangan Ikan
(PPI) di Desa Aluh Aluh, Kecamatan Aluh Aluh, Kabupaten Banjar yang
diduga merugikan keuangan negara sekitar Rp200 juta.
Á ÁDari kasus proyek yang bernilai sekitar Rp800©an juta itu,
Kejati Kalsel menetapkan empat orang sebagai tersangka, masingªmasing MI alias Isra, Kadis Perikanan Kalsel, FT alias Fit, kuasa
direktur CV Panorama Permai, kemudian Alfi alias AR, Direktur CV
Panorama Permai serta Hair alias HR sebagai konsultan pengawas.
Á ÁProyek di 2010 ini sebenarnya lanjutan dari beberapa proyek
sebelumnya. Hanya saja, pekerjaan yang dilaporkan ke pihak
berkompeten tidak sesuai dengan kemajuan fisik di lapangan.
Á ÁSebagaimana pernah diberitakan, kondisi PPI cukup
memprihatinkan. Terlihat mulai banyak kerusakan yang terjadi pada
bangunan proyeknya yang menggunakan sistem sharing antara kabupaten
dan provinsi.
Á ÁDari pengamatan, khusus untuk kegiatan yang menggunakan dana
provinsi melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalsel, yakni
berupa pembangunan dermaga terkesan tidak profesional. Sebab, pada
proyek pembangunan dermaga termasuk jembatan penghubung ke tempatÔ h) 0*0*0*° ° Ô pelelangan, lantai yang berupa semen tersebut sudah mulai
terkelupas dan menampakkan material batu kerikil.
Á ÁTidak hanya itu, pemasangan tiang pancang juga terlihat tidak
sempurna, ada tiang pancang yang terlihat miring dan hampir ambruk.
Keberadaan tiang pancang tersebut terlihat sangatlah berbahaya bagi
para pengguna angkutan air, lantaran jika terjadi air pasang maka
tiang pancang tersebut akan tertutupi air, sehingga rawan tertabrak
kapal (kelotok/jukung) yang melintas.
Á ÁDari informasi yang berhasil dihimpun koran ini menyebutkan,
proyek pemasangan tiang pancang tersebut dilaksanakan oleh CV PP
yang beralamat di Jl A Syahriani Pelaihari. Meski ada upaya
mengembalikan dana sisa proyek, namun Kejati memandang, tindak
pidana tak bisa hapus, sesuai pasal 4 UU No 31 Tahun 1999 tentang
Pemberantasan Tipikor. Ã Ãadi

Rabu, 29 Juni 2011

Adi Chow

Adi Permana

Adi Chow hehehee

Adi Permana

Kombes Pol Mas Guntur Laope Ke Sespati

BANJARMASINÄ Ä © Dari enam perwira menengah di Polda Kalsel yang
mengikuti tes seleksi sekolah calon perwira tinggi (Sespati) 2011,
hanya satu saja yang lolos, yakni Kombes Pol Mas Guntur Laope.
Á ÁTak seperti biasanya, jika setiap Polda paling tidak diwakili
dua perwira menengah terbaiknya, maka untuk tahun ini, setiap Polda
hanya satu yang berhak mengikuti Sespati. Dan, perwira menengah
yang beruntung itu adalah Kombes Pol Mas Guntur Laope, yang
sekarang menjabat Dir Reskrimsus Polda Kalsel.
Á Á"Ya, berbunga©bunga juga perasaannya setelah lulus," ujar Mas
Guntur sambil tersenyum kepada à ÃMata BanuaÄ Ä yang mengucapkan selamat
atas keberhasilannya itu.
Á ÁPeserta tes Sespati dari Polda Kalsel yang mengikuti tes
Sespati antara lain, Dir Lantas Kombes Pol Endro S, Dir Intel
Kombes Pol Hery Sitompul, Karo Renma Kombes Pol Imanorasa, Karo SDM
Kombes Pol Budi dan Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Hilman
Thayib, serta Dir Krimsus Kombes Pol Mas Guntur Laope.
Á ÁSespati 2011 diikuti lebih dari 200 perwira menengah seªIndonesia itu cuma meluluskan 50 orang saja. dari Polda seªIndonesia, lulus 34 perwira menengah (Polda Metro Jaya dua perwira
menengah), ditambah dua perwakilan dari luar Indonesia, 14 lainnya
mewakili lembaga pendidikan seperti PTIK, Sespim Akpol dan juga
dari Mabes Polri.
Á ÁAdapun tes yang dilalui peserta itu antara lain, tes Bahasa
Inggris, kemampuan membuat karya ilmiah, tes kesehatan, tes
psikologi, juga tes kejiwaan serta kecakapan wawancara.
Á ÁLulusan Akpol 1986 ini ternyata dinilai mampu melalui
serangkaian tes yang disodori tim penyeleksi Sespati 2011. Dengan
demikian, pria berumur 47 tahun ini tak lama lagi bakal menyandang
pangkat dan job sebagai perwira tinggi berbintang satu alias
brigadir jendral. Ã Ãadi

Senin, 27 Juni 2011

Jaksa Akhirnya Nyatakan Banding

TANJUNGÄ Ä © Keputusan untuk melakukan upaya banding terhadap vonis
delapan bulan penjara terhadap terdakwa oknum sipir penjara khusus
narkoba, Ekat Rariu A dan Randy kurnia, serta dua orang temannya
Nor Edy Maulana dan Dewi Ariani, akhirnya dilakukan Kejaksaan
Negeri (Kejari) Tanjung dengan mengirimkan surat menyatakan banding
ke Pengadilan Negeri (PN) Tanjung.
Á ÁSurat yang ditandatangani jaksa penuntut umum (JPU), Novita
Sari dan Sekretaris Panitera PN Tanjung, H Suhaimi menerangkan
bahwa penuntut umum mengajukan permintaan banding terhadap putusan
PN Tanjung tanggal 20 Juni 2011 No 73/Pid.sus/2011/PN.Tjg dan
putusan PN Tanjung tanggal 20 Juni 2011 No 74/Pid.sus/2011/PN. Tjg.
Dengan akta permintaan banding Nomor 04/Akta Pid/2011/PN. Tjg dan
Nomor 05/Akta/Pid/2011/PN. Tjg.
Á ÁHumas PN Tanjung, Budi Hermanto mengatakan, pada tanggal 27
Juni 2011 pukul 14.00 Wita, pihaknya menerima surat pernyataan
banding dari penuntut umum yang menyatakan banding terhadap
putusan PN Tanjung No 73/Pid.sus/2011/PN.Tjg atas nama Ekat Rariu
Apriono, Randy Kurnia dan Nor Edy Maulana, serta terhadap putusan
PN Tanjung No 74/Pid.sus/2011/PN.Tjg atas nama Dewi Ariani.
Á ÁSetelah surat menyatakan banding, penuntut umum akan
menyerahkan memori banding untuk menyertai berkas yang akan
dilimpahkan ke Pengadilan Tinggi.
Á ÁPenuntut umum diberikan waktu 14 hari untuk melengkapi berkas
perkara memori banding. "Sedangkan para terdakwa segera akan
diberitahukan tentang banding jaksa ini," ujar Budi.
Á ÁSementara itu, Kasi Intel Kejari Tanjung, Harwanto saat
dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menyatakan banding terhadap
putusan PN Tanjung yang menghukum keempat terdakwa dengan hukuman
delapan bulan penjara.
Á ÁDikatakannya, banding ini atas pertimbangan untuk memenuhi
rasa keadilan dalam masyarakat. Karena tuntutan 12 bulan divonis
delapan bulan penjara.
Á Á"Sikap ini kita ambil setelah melihat hasil telaahan jaksa,"
ujarnya singkat.
Á ÁSementara itu para terdakwa yang ditemui wartawan di Rutan
Tanjung, hanya bisa diwakili Randy. Dia menyatakan menerima putusan
hukuman tersebut dan tidak akan banding.
Á ÁDitanya bila jaksa menyatakan banding apa sikap mereka,
dikatakannya bahwa dirinya akan ikut saja.
Á ÁBegitu pula saat ditanya adanya kejanggalan surat keterangan
ketergantungan obat terlarang dari UGD Rumah Sakit Wava Husada
Malang dan RS Jiwa Radjiman Wediodiningrat Lawang pada tanggal 19
dan 25 November, ternyata dari data absensi di LP Narkotika Tanjung
tempat dia bertugas, menunjukkan kehadirannya pada tanggal
tersebut. "Bila kejanggalan ini akan diselidiki kepolisian
saya siap," jawabnya pasrah. Ã Ãamn/adi

Polda Diminta Tak Pilih Kasih

BANJARMASINÄ Ä © Razia mendadak yang dilakukan sejumlah aparat Dit
Reskrimsus Polda Kalsel didampingi Wahana Musik Indonesia (Wami) ke
tempat hiburan malam (THM) Dunfe di Jl Lambung Mangkurat dan Blue
Atlantic di Jl Pangeran Antasari, beberapa hari lalu, mengundang
tanya.
Á ÁPasalnya, belum ada sosialisasi tentang keberadaan Wami yang
mengklaim sebagai lembaga yang berhak menarik royalti pemutaran
lagu©lagu di THM itu, aparat justru langsung main tindak saja.
Á ÁDari informasi, tiga buah server milik Dunfe diangkut,
sehingga membuat THM tersebut terhenti operasionalnya. Belakangan,
sebuah server dikembalikan dengan status pinjam pakai, sementara
dua lainnya masih ditahan.
Á ÁKetua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Indonesia (YLPKI)
Banjarmasin, Fauzan Ramon SH mengatakan, razia aparat bersama Wami
boleh©boleh saja, namun mesti konsisten ke semua THM yang ada di
Banjarmasin.
Á Á"Kalau aparat cuma menindak THM kecil©kecil, seperti Dunfe dan
Blue Atlantic, sementara THM lain yang besar seperti Grand Mitra,
Nasa dan HBI dibiarkan saja, nanti ada kesan kalau aparat pilih
kasih," cetusnya.
Á ÁDitambahkan Fauzan, keberadaan Wami sendiri masih belum
diketahui benar oleh pengusaha THM, sebab Dunfe membayar royalti
kepada Lembaga Karya Cipta Indonesia (LKCI). "Yah, jika memang
royalti ada juga yang mesti dipungut oleh Wami, semestinya Wami
melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Sementara ini, kan belum ada
sosialisasi, Wami malah ngajak aparat bertindak," sesalnya.
Á ÁSementara itu, Kabid Humas Polda Kalsel AKBP Edi Ciptianto
mengatakan, aparat tidak serta merta melakukan penindakan, karena
pasti akan mendalami dahulu permasalahannya. "Jika terbukti
bersalah tentu akan ditindak sesuai ketentuan, dan jika tidak
terbukti tentu akan dikembalikan hak©haknya," bebernya.
Á ÁMenurutnya, jika memang pengusaha THM merasa tidak pernah
disosialisasikan tentang keberadaan Wami, maka semestinya Wami juga
harus proaktif mengadakan sosialisasi terlebih dahulu sebelum
memutuskan mengambil penindakan hukum.
Á ÁEdi membantah kalau penindakan yang dilakukan aparat karena
ada oknum aparat yang sengaja meminta jatah hiburan di THM tertentu
dengan gratis tanpa membayar. "Tidak benar itu, aparat tentu
berusaha profesional dalam bertugas," kilahnya.
Á ÁBegitu juga terkait tudingan pilih kasih, Edi membantahnya.
"Ini hanya soal waktu saja, ke depan, THM lain seperti Nasa, HBI
dan Grand juga akan dirazia," janjinya. Ã Ãadi

Minggu, 26 Juni 2011

Harta, Tahta dan Wanita

jika tergoda harta akan byk mengorbankan hak2 org miskin, dan kalau tergoda tahta maka di kanan kiri atas bawah akan terzalimi. Namun jika tergoda wanita paling cuma istri yg tak terima

Jumat, 24 Juni 2011

Oknum Lapas Tanjung Divonis 8 Bulan

TANJUNG © Ä ÄVonis 8 bulan penjara bagi dua oknum Pegawai Lapas
Narkotika Tanjung, serta dua rekannya yang menjalani proses
persidangan dalam kasus sabu di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung,
karena adanya surat keterangan ketergantungan obat terlarang.
Surat tersebut dikeluarkan dua rumah sakit, yaitu Rumah Sakit
Wava Husada Malang dan Rumah SakitJiwa Dr Radjiman Wediodiningrat
Lawang untuk dua oknum sipir, Randy Kurnia (23) dan Ekat Rariu
Apriono (24) serta dua kawannya, Noor Edy Maulana dan Dewi Ariani.
Sehingga mereka ber empat terbebas dari hukuman berat. Oleh Majelis
hakim hanya dijatuhi hukuman masing©masing 8 bulan penjara.
Majelis hakim yang diketuai Didiek Jatmiko,mengakui surat
perawatan dari RS Wava Husada Malang dan RS Jiwa Radjiman
Widiodiningrat Lawang salah satu yang meringankan. " Vonis tersebut
sudah sesuai dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan pihaknya, "
ujar Didiek.
Vonis tersebut lebih ringan empat bulan dari tuntutan Jaksa
Penuntut Umum (JPU) M Indra yang dengan pasal 127 ayat 1 huruf a
UU Nomor 35 Tahun 2009 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, menuntut
mereka selama 1 tahun penjara.
Uniknya dalam kasus ini keempat orang terdakwa ternyata
pernah dirawat di rumah sakit yang sama. Walaupun tanggal dan bulan
perawatan Ekat dan rekannya berbeda, namun ternyata RS yang merawat
mereka sama di RS Wava Husada Malang dan RS Jiwa Radjiman
Widiodiningrat Lawang.
Pada saat pemeriksaan terdakwa, para terdakwa mengajukan surat
itu. " Namun karena jaksa tidak keberatan kita tidak lakukan
pemeriksaan keabsahan surat itu, " ujar Didiek saat ditemui di
kantornya.
Untuk terdakwa Ekat Rariu A, didalam surat tersebut tertulis
masuk Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit (RS) Wava Husada Malang
pada tanggal 9 Oktober 2010. Dan masuk RS Jiwa Radjiman
wediodiningrat Lawang tercatat awal dirawat pada tanggal 24 oktober
2010.
Begitu juga terdakwa Randy Kurnia. Masuk UGD di RS Wava
Husada tanggal 19 November 2010. Dan masuk RS Jiwa Radjiman
wediodiningrat Lawang tercatat awal dirawat pada tanggal 25
November 2010.
Saat hasil vonis ini dikonfirmasikan kepada Kepala Lapas
Narkotika Tanjung,M. Hafil, Rabu (22/6) terkait sangsi yang akan
diberikan, dikatakannya kami harus menunggu salinan putusan itu
dulu, baru akan ditentukan sangsi yang diberikan, tentunya
berkoordinasi dengan kantor wilayah. Biasanya untuk kasus narkoba
sangsinya lebih berat dari kasus lain, bahkan bisa sampai
pemecatan, tapi itu merupakan kewenangan pusat, ujarnya.
Sejak keduanya ditangkap atas kasus sabu, mereka sudah
diberhentikan sementara dengan gaji 75 persen saja dan tidak dalam
pengawasan Kalapas, meskipun statusnya masih sebagai pegawai
lapas.
Saat ditanya apakah Kalapas pernah mengeluarkan surat ijin
berobat untuk kedua pegawainya? Sampai saat ini saya tidak pernah
memberikan surat ijin terhadap keduanya.Ô h) 0*0*0*° ° ÔŒ Ekat pada tanggal 9 dan 24 oktober 2010 berada di Tanjung,
begitu juga dengan Randy, tanggal 19 dan 25 November juga berada di
Tanjung, berdasarkan daftar hadir di Lapas.
" Untuk Ekat pada bulan Oktober masuk kerja terus kecuali
tanggal 18,19 tidak masuk tanpa keterangan. Sedangkan Randy di
bulan November full masuk, " tuturnya sambil menunjukan daftar
absensi.
Dari fakta itu, kebenaran keduanya pernah dirawat karena
ketergantungan obat terlarang perlu dipertanyakan lagi.
Saya tidak akan menutup©nutupi kesalahan anak buah. Sesuai
komitmen, lebih baik menghilangkan pegawai satu, dua orang dari
pada merusak tatanan yang ada, tegas Hafil.
Secara terpisah Kasipidum Kejari Tanjung, Adnan
Sulistiyono,didampingi Kasi Intel Harwanto, yang dikonfirmasi
tentang kemunculan surat dari rumah sakit yang sama bagi keempat
terdakwa, mengaku sudah dilapori Jaksa M Indra.
Á ÁBegitu pula tuntutan terhadap para terdakwa atas
sepengetahuannya dan Kajari. Dia juga mengakui ketidak beratan JPU
terhadap keabsahan surat tersebut merupakan kelalaian anak buahnya,
dan ini merupakan pelajaran bagi pihaknya.
Sebenarnya pemeriksaan keabsahan surat keterangan
ketergantungan obat terlarang itu bukan hanya berada di tangan
jaksa, tetapi hakim sebagai pemimpin persidangan juga bisa
melakukannya.Ã Ãamn/adi

4 Orang Rusia Tewas Akibat Miras

PELAIHARIÄ Ä © Kapal Capten Kurbatskey umumnya dihuni warga negara
asing harus mengurungkan niatnya untuk berlayar ke China, pasalnya
empat anak buah kapal (ABK) asal negara Rusia di kapal pengangkut
biji besi itu, tewas akibat pesta miras alkohol 95 persen campur
air putih, di laut lepas Muara Asam Asam Kecamatan Jorong, Kamis
(22/6) dini hari.
Á ÁTak cuma itu, tiga korban lainnya dalam keadaan sekarat masih
dirawat di rumah sakit, Menurut keterangan Sulaiman salah satu agen
atas kapal PT Elang Jaya Maritim, tewasnya empat orang ABK warga
negara Rusia ini mengejutkan.
Á ÁBerawal dari beberapa hari lalu, kapal yang mereka tumpangi
dari negaranya Rusia menuju Gresik, Jawa Timur untuk membongkar
pupuk. Setelah bongkar barang kemudian kapal yang mereka tumpangi
dalam keadaan kosong kembali menuju Satui Kabupaten Tanah Bumbu
untuk memuat bijih besi sekitar 5.000 ton untuk dibawa ke negara
China.
Á ÁKarena pada hari Rabu (22/3) sekitar pukul 16.00 Wita tersebut
waktu luang dan kapal mereka sedang loading bijih besi di tengah
laut lepas, kemudian tujuh orang ABK, yaitu Miss Smetanina Olga
(36), Miss Traktirova Olesyai (29), Mr Bagdanov Gennady (49), Mr
Bagin Anato Anatoly (39), Mr Murzin Anton (27), Mr Yajuti Evgeny
(22) dan Mr Shemetov Alexander (40), mengisinya dengan menggelar
pesta miras oblosan yang terbuat dari alkohol 95 persen dicampur
dengan air putih diselingi dengan makanan kecil berupa roti.
Á ÁSetelah seusai pesta tersebut, kemudian malamnya mereka
kembali ke kamar mereka masing©masing. Namun sekitar pukul 24.00
Wita reaksi minuman oplosan tersebut bereaksi ke tubuh tujuh ABK
asal Rusia tersebut.
Á ÁAkhirnnya Mr Bagin Anato Anatoly (39) salah satu di antara
tujuh orang korban yang merasakan pertama. Akibat tak tahan menahan
sakitnnya, Bagin Anato Anatoly tewas di tempat kejadian di atas
kapal Capten Kurbatskiy.
Á ÁSementara enam ABK yang ikut pesta miras oplosan tersebut
sekitar pukul 03.00 Wita dini hari baru mengalami hal serupa.
Sementara para ABK lainnya melihat kejadian tersebut saat itu juga
berusaha memberikan pertolongan dengan melarikan para korban ke
RSUD Aboejasin Pelaihari.
Á ÁMengingat kapal mereka saat itu sedang berada di tengah laut,
kemudian para ABK asal Rusia lainnya meminta tolong para nelayan
yang kebetulan lewat kapal mereka untuk mengangkut enam korban
lainnya dengan perahu ke Pelabuhan Asam Asam.
Á ÁSesampai di Muara Asam Asam keenam korban diangkut lagi dengan
mengunakan mobil Carry Menuju RSUD Aboejasin Pelaihari.
Karena sakitnya sudah cukup kritis dan belum sempat diberi
pertolongan medis, Miss Smetanina Olga (36) dan Mr Bagdanov Gennady
(49) meninggal di dalam perjalanan menuju rumah sakit, sementara
Mr Yajuti Evgeny (22) meninggal setelah beberapa saat diberi
perawatan medis di UGD RSUD Aboejasin Pelaihari.ŒÁ ÁSedang tiga orang lainnya yang masih kritis dalam perawatan
intensif oleh para medis di UGD RSUD Aboejasin adalah Miss
Traktirova Olesyai (29), Mr Murzin Anton (27) dan Mr Shemetov
Alexander (40).
Á ÁSementara korban tewas dalam peristiwa tersebut adalah Miss
Smetanina Olga (36), Mr Bagdanov Gennady (49), Mr Bagin Anato
Anatoly (39 ) dan Mr Yajuti Evgeny (22).
Á ÁSementara menurut informasi di lapangan, keempat korban tewas
akan dibawa ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk dilakukan autopsi
sebelum diurus administrasi dan pemeriksaan lainnya guna dibawa
pulang ke Rusia untuk dikebumikan.
Á ÁKapolsek Jorong Iptu Kalparis Tolalo membenarkan adanya
peristiwa tewasnya empat orang ABK asal Rusia tersebut. "Karena TKP
berada kurang lebih empat mil dari Desa Muara Asam Asam, maka
penanganan kasus tewasnnya empat ABK asal negara Rusia ini langsung
ditangani Dit Polair Polda Kalsel," ujar Kapolsek. Ã Ãcan/adi

Rabu, 22 Juni 2011

Berkas Kasus Korupsi PPI Hampir Rampung

BANJARMASIN Ä Ä© Berkas kasus dugaan korupsi pada proyek lanjutan
Pusat Pelelangan Ikan (PPI) di Desa Aluh Aluh, Kecamatan Aluh Aluh,
Kabupaten Banjar yang saat ini ditangani Kejati Kalsel sudah
mendekati rampung.
Á ÁHal itu disampaikan oleh Kasi Penkum dan Humas Kejati Kalsel
Rajendra SH didampingi Kasi Penyidikan Pidsus Agus Suroto SH, Rabu
(22/6).
Á Á"Pemeriksaan tersangka dan para saksi sudah hampir kelar.
Mungkin, minggu depan sudah kita berkaskan," tambah Agus.
Á ÁDisinggung berapa nilai kerugian negara akibat dugaan
penyimpangan, Agus mengatakan masih menunggu keterangan saksi ahli
dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalselteng.
Á ÁPada kasus yang diduga merugikan negara ratusan juta rupiah,
dari nilai proyek sekitar Rp800©an juta itu, Kejati Kalsel
menetapkan empat orang sebagai tersangka, masing©masing MI alias
Isra, Kadis Perikanan Kalsel, FT alias Fit, kuasa direktur CV
Panorama Permai, kemudian AR, Direktur CV Panorama Permai serta HR
sebagai konsultan pengawas.
Á ÁProyek di 2010 ini sebenarnya lanjutan dari beberapa proyek
sebelumnya. Hanya saja, pekerjaan yang dilaporkan ke pihak
berkompeten tidak sesuai dengan kemajuan fisik di lapangan.
Á ÁFit dalam suatu kesempatan mengatakan, perusahaan tak mampu
menyelesaikan tugas, karena terkendala cuaca di sekitar pelabuhan.
Alhasil, kapal crane yang berfungsi vital menancapkan tiang©tiang
juga terlambat datangnya, sehingga jadwal pekerjaan habis.
Á ÁMeski demikian, dana pekerjaan diambil sesuai dengan kemajuan
fisik. Hanya saja, penyidik menganggap bahwa pengambilan dana
proyek tak sesuai dengan kemajuan pekerjaan dan fakta di lapangan.
Á ÁSebagaimana pernah diberitakan, kondisi PPI cukup
memprihatinkan. Terlihat mulai banyak kerusakan yang terjadi pada
bangunan proyeknya yang menggunakan sistem sharing antara kabupaten
dan provinsi.
Á ÁDari pengamatan, khusus untuk kegiatan yang menggunakan dana
provinsi melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalsel, yakni
berupa pembangunan dermaga terkesan tidak profesional. Sebab, pada
proyek pembangunan dermaga termasuk jembatan penghubung ke tempat
pelelangan, lantai yang berupa semen tersebut sudah mulai
terkelupas dan menampakkan material batu kerikil.
Á ÁTidak hanya itu, pemasangan tiang pancang juga terlihat tidak
sempurna, ada tiang pancang yang terlihat miring dan hampir ambruk.
Keberadaan tiang pancang tersebut terlihat sangatlah berbahaya bagi
para pengguna angkutan air, lantaran jika terjadi air pasang maka
tiang pancang tersebut akan tertutupi air, sehingga rawan tertabrak
kapal (kelotok/jukung) yang melintas.
Á ÁAnehnya, ketika sejumlah wartawan mengkonfirmasikan hal ini,
Fajar, PPTK proyek pemasangan tiang pancang di PPI mengaku kalau ia
tidak tahu siapa kontraktor pelaksana kegiatan tersebut.
Á Á"Saya tidak tahu kontraktornya, bapak kepala dinas (Prof Dr
Isra, Ã ÃRedÄ Ä) yang tahu," katanya kepada sejumlah wartawan ditemui di
kantor DKP Kalsel yang berada di belakang Taman Idaman Banjarbaru.
Á ÁBertolak belakang dengan ketidaktahuan itu, Fajar justru
mengungkapkan secara gamblang kalau proyek tersebut proyek tahun
2010, khususnya tiang pancang di sekitar dermaga PPI.Ô h) 0*0*0*° ° ÔŒÁ ÁMengenai isu bahwa proyek tersebut saat pertama dilelangkan
sebenarnya bernilai Rp1,8 miliar, dengan desain cor semen ready
mix, namun karena kurang lobi di pusat akhirnya dana yang turun
hanya sekitar Rp800 juta, Fajar dengan tegas membantah hal
tersebut.
Á Á"Anggarannya sekitar Rp800 juta lebih. Semuanya sesuai
rencana, sesuai desain yang kita berikan," ungkap pria yang
menjabat sebagai salah satu staf di Bidang P Tangkap DKP Kalsel
ini.
Á ÁUntuk tiang pancang yang miring, ia berjanji akan meminta
pihak pelaksana untuk memperbaiki. Sebab proyek masih dalam tahap
pemeliharaan.
Á Á"Kalau kontraktornya saya tidak tahu," katanya sekali lagi
ketika didesak sejumlah awak media.
Á ÁDari informasi yang berhasil dihimpun koran ini menyebutkan,
proyek pemasangan tiang pancang tersebut dilaksanakan oleh CV PP
yang beralamat di Jl A Syahriani Pelaihari. Ã Ãadi

Terbukti Korupsi, Zainal Diberhentikan

MARTAPURAÄ Ä © Anggota DPRD Banjar Zainal Hakim yang menjadi
terpidana dalam kasus runtuhnya Puskesmas Beruntung Baru, akhirnya
resmi diberhentikan sebagai wakil rakyat. Pemberhentian politisi
asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sendiri diumumkan dalam rapat
paripurna, Senin lalu (20/6).
Á ÁPembehrhentian setelah adanya tembusan surat pemberhetian
dirinya dari DPC PKB Banjar yang mengusulkan pemberhentiannya
sebagai wakil rakyata ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Banjar.
Á Á"Zainal sudah resmi diberhentikan setelah melalui proses
panjang. BK sudah menerima surat pemberhentiannya sebagai anggota
PKB dan pengusulan PAW," ujar Ketua DPRD Banjar HM Rusli dicegat
koran ini usai memimpin rapat paripurna.
Á ÁSoal penggantinya, Haji Rusli (sapaan akrabnya) mengaku belum
bisa memastikan, karena ia masih menunggu usulan dari partai
bersangkutan.
Á ÁJika sudah ada usulan, maka pihaknya tidak serta merta
langsung menyetujui dan melaksanakan Pergatian Antar Waktu (PAW),
sebab pihaknya terlebih dahulu juga akan mengusulkannya pada
gubernur untuk mendapat persetujuan.
Á Á"Jika usulan sudah masuk ya akan saya usulkan lagi ke
gubernur. Kita liat saja nanti, siapa yang mengisi kekosongan itu,"
katanya.
Á ÁDitanya soal alasan pemberhentian Zainal Hakim, politisi asal
Partai golkar ini mengaku, kasus yang menimpa Zainal Hakim adalah
korupsi, sehingga tidak bisa ditolerir lagi oleh semua pihak
termasuk wakil rakyat.
Á Á"Kasusnya korupsi jadi tidak bisa diapa©apakan. Ya
keputusannya harus diberhentikan dari dewan," pungkasnya.
Á ÁZainal sendiri pada persidangan di Pengadilan Negeri (PN)
Martapura divonis hakim satu tahun tiga bulan penjara dan denda
Rp50 juta. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntutu
umum (JPU) yang menuntut selama dua tahun serta denda sebesar Rp50
juta atau subsidair kurungan selama tiga bulan, serta membayar uang
pengganti sebesar Rp200 juta atau subsidair kurungan selama tiga
bulan. Ã Ãsup/adi

Operasi Pekat Jaring Pelaku Judi

TANJUNGÄ Ä © Unit Sabhara Polres Tabalong, berhasil menangkap empat
pelaku judi permainan kyu©kyu menggunakan kartu domino di kawasan
Kompleks Pertamina, Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong, saat
menggelar operasi pekat.
Á ÁOperasi Pekat yang digelar, Selasa (21/6) mulai pukul 22.00
sampai dengan pukul 02.00 wita, Rabu (22/6) menyisir beberapa
lokasi yang diduga rawan tindak kriminal di kawasan Kecamatan
Murung Pudak.
Baru memulai penyisiran, ada laporan masyarakat yang
mengatakan adanya sekelompok warga yang sedang bermain judi di
kawasan Kompleks Pertamina. Mendapat laporan tersebut anggota
Sabhara yang langsung dipimpin Kasat Sabhara Polres Tabalong, AKP
H Sirait langsung menuju TKP untuk mengecek ke alamat yang
dimaksud.
Á ÁTernyata informasi itu benar, hasilnya, saat rumah digerebek
ternyata ada empat laki©laki yang sedang asyik bermain judi kartu
domino.
Empat orang yang tersebut akhirnya bisa ditangkap beserta
barang bukti, tanpa adanya perlawanan, karena jalan keluar sudah
tertutup.
Á ÁMereka adalah, Gib (22), warga Kompleks Pertamina RT 12 Murung
Pudak, Rex (24), warga Jl Anggrek IV RT 05 Desa Pembataan, Murung
Pudak, Tis (22), warga Jl Musyawarah RT 04 Desa Kapar, Murung Pudak
dan Can (22), warga Desa Bangun Sari RT 13, Murung Pudak.
Á ÁPelaku ditangkap karena kedapatan sedang menggelar judi
menggunakan kartu domino di ruang tamu rumah Gib.
Á ÁBarang bukti yang berhasil didapat bersama para pelaku, uang
tunai Rp109 ribu, satu set kartu domino, lapak serta satu unit
sepeda motor Yamaha Mio DA 6018 HM.
Á ÁKapolres Tabalong, AKBP RP Mulya melalui Kasubag Humas, AKP
Sumardi, ketika dikonfirmasi, membenarkan adanya pelaku yang
diamankan karena dugaan bermain judi. Ã Ãamn/adi

Mobil Kijang Terbalik, Seorang Wanita Pingsan

MARTAPURA © Sebuah kecelakaan tunggal terjadi di Jl A Yani Km 15,
tepat di seberang Pasar Gambut. Mobil Toyota Innova warna krem B
1501 SOF yang dikemudikan Deny Pandaturahman (22), mengalami slip
dan akhirnya terbalik di sisi kiri jalan menuju arah Banjarbaru,
Selasa (21/6) sekitar pukul 02.10 Wita.
Á ÁBunyi dentuman yang keras karena mobil sempat menghajar sebuah
warung kaki lima membuat puluhan warga yang kebetulan masih
begadang di sekitar lokasi berhamburan menuju TKP.
Á ÁIronisnya, kecelakaan itu tak jauh dari Pos Lantas Polres
Banjar di Gambut.
Á ÁBeberapa warga mencoba mengeluarkan seorang pria dan seorang
wanita. Sang pria yang belakangan diketahui sebagai Deny, warga Jl
Kayu Tangi II Jalur I RT 14 Banjarmasin Utara bisa keluar, dan
tampak tidak mengalami luka©luka.
Á ÁNamun, seorang teman wanitanya, pingsan, sehingga mesti
dipapah keluar dari mobil. Selanjutnya, sang wanita yang
identitasnya tidak diketahui itu, dibawa petugas Polantas ke
Puskesman Gambut.
Á ÁMenurut sejumlah saksi mata, mobil yang dikemudikan Deny
melaju sangat kencang sekitar 110 km/jam. Bahkan, menjelang SPBU
Gambut, mobil tak juga mengurangi kecepatan, meski di depannya ada
gundukan jembatan kecil.
Á ÁGundukan yang memang lumayan tinggi mengakibatkan mobil
jumping. Sempat terbang sesaat, kemudian mobil terlihat mulai zigªzag sebelumnya akhirnya slip ke tepi jalan dan terbalik, bagian
bawah mendongak ke langit. Kondisi mobil bahkan ringsek di sana
sini, begitu juga as dan sejumlah velg roda bengkok. "Mungkin lagi
on tuh si pemuda," celetuk seorang warga.
Á ÁKasat Lantas Polres Banjar AKP Agus Tri Yulianto melalui Kanit
Laka Ipda Andi Erwin mengakui adanya peristiwa lakalantas tunggal
tersebut dan kini kasusnya ditangani.
Á Á"Benar, kasus laka tunggal ini kita tangani. Mobil masih di
sekitar lokasi dan diamankan dekat Pos Lantas Gambut," akunya.
Á ÁAnehnya, Ipda Andi justru tak mengakui ada seorang wanita
dalam lakalntas tersebut. "Seorang wanita? Tidak ada, cuma seorang
saja, yakni si pengemudi atas nama Deny Pandaturahman berusia 22
tahun, warga Jl Kayu Yangi II," cetusnya.
Á ÁMenurutnya, si pengemudi juga tidak dalam keadaan mabuk atau
on. "Sudah kita periksakan ke dokter, si pengemudi tidak mabuk saat
itu. Cuma, ia mengaku terpaksa membanting setir karena menghindari
buritan sebuah truk yang ada di depannya," kilahnya. Namun, saksi
mata mengungkapkan kalau truk justru sudah dilewati mobil naas
tersebut. Ketika kecelakaan terjadi, baru lah truk lewat TKP.
Á ÁKasus, lanjut Ipda Andi tetap berlanjut, dan si pengemudi
dikenakan pasal 310 KUHP karena lalai, sehingga mengakibatkan
sebuah warung milik Gabau rusak parah, dan sebuah tiang telepon
milik PT Telkom, bengkok. Ã Ãadi

Minggu, 19 Juni 2011

Pelayanan Samsat Disoroti

BANJARMASINÄ Ä © Pelayanan Samsat Banjarmasin yang dulu diupayakan
terbebas dari calo dan mengupayakan penyederhanaan dan kecepatan
pelayanan, kini agak sedikit terganggu. Pasalnya, ada keluhan
tentang masih adanya praktik percaloan di lembaga itu.
Á ÁIronisnya, yang menjadi 'korban' percaloan itu adalah Ketua
Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Indonesia (YLPKI)
Banjarmasin, Fauzan Ramon SH MH.
Á ÁDikisahkan Fauzan, beberapa waktu lalu ia menyuruh anak
buahnya untuk memperpanjang pajak STNK mobilnya. Namun, berdasar
pengakuan anak buahnya itu, perpanjangan pajak STNK sekaligus
pengurusan plat mobil yang baru justru diarahkan oknum di sana ke
calo.
Á Á"Yang aneh, oknum Samsat diduga menyuruh anak buah saya itu
diuruskan segala sesuatunya dengan calo, bukan ke pelayanan yang
prosedural. Ini kan aneh," cetusnya.
Á ÁKemudian, lanjutnya, ketika mau mengambil plat baru, justru
anak buahnya dikenakan biaya Rp50 ribu. "Saya minta kepada anak
buah saya itu, slip bukti pembayaran plat," paparnya.
Á ÁNyatanya, slip tersebut tidak ada, dan hal itu semakin
memperkuat dugaan adanya praktik calo dan pungutan liar (pungli) di
lembaga tersebut.
Á Á"Memang nilainya tak seberapa, namun jika hal itu terjadi
kepada banyak konsumen, tentu sangat besar dan hal itu selain
merugikan konsumen, juga berdampak pada nama baik Samsat. Saya
berharap, hal seperti ini tak perlu terjadi dan pihak yang
berkompeten supaya menertibkannya," pintanya.
Á ÁSementara itu, Kasubdit Min Regident Dit Lantas Polda Kalsel,
AKBP Didik mengatakan, sebenarnya pihaknya sudah sekuat tenaga
melalui berbagai himbauan dan poster agar konsumen tidak tergoda
memanfaatkan jasa calo.
Á Á"Lihat kan di mana©mana terutama di instansi, saya pasang
poster seperti himbauan agar mengurus sesuatu sesuai prosedur,
kemudian dilarang korupsi. Nah, ini kembali kepada konsumen
sendiri. Semestinya konsumen mengurus sendiri pajak kendaraannya,
bukan malah diwakilkan," paparnya.
Á ÁDidik bahkan mengatakan, dirinya tidak akan menerima surat
kuasa pengurusan pajak dan lain©lain. "Kalau pakai surat kuasa,
kecuali kendaraannya dibaliknamakan," tegasnya.
Á ÁIa berharap berbagai masukan dari masyarakat, termasuk YLPKI
guna perbaikan pelayanan Samsat ke depannya. "Kita selalu terbuka
terhadap konsumen, apalagi yang mau sharing tentang perbaikan
pelayanan," ucapnya. Ã Ã
Á ÁÄ ÄDi Samsat, jika pelayanan untuk perpanjangan pajak setahun,
paling lama membutuhkan waktu 20 menit, dan jika perpanjangan pajak
selama lima tahun, sekitar 180 menit. Dalam sehari, ucapnya, ada
sekitar 300 pemohon STNK baru dan 400©600 orang pemohon
perpanjangan pajak baik setahun ataupun lima tahun. Ã Ãadi

Kamis, 16 Juni 2011

Oknum PNS Kejari Menunggu Sidang

BANJARMASINÄ Ä © Anjar, seorang PNS di Kejari Banjarmasin yang menjadi
tersangka kasus penjualan barang bukti sabu tinggal menunggu
disidangkan, bersama dua rekannya, seorang honorer di Kejari, Subhi
dan cleaning service di kantor yang sama, Iril.
Á Á"Ketiga tersangka kasus penjualan sabu dari ruang barang
bukti, Anjar, Subhi dan Iril, berkas kasusnya sudah kita limpahkan
ke pengadilan dan hanya tinggal menunggu jadwal persidangannya saja
lagi," ujar Kasi Penkum dan Humas Kejati Kalsel Rajendra SH
didampingi Kasi Orharda Sandy Rosady SH, Kamis (16/6).
Á ÁKetiga tersangka bersama barang bukti 60 gram sabu sudah
diserahkan aparat Dit Resnarkoba Polda Kalsel ke Kejati Kalsel pada
9 Juni kemarin. Dikabarkan pula, jadwal persidangan untuk ketiga
tersangka sudah ditetapkan pada 20 Juni ini.
Á ÁSementara, Kabid Humas Polda Kalsel AKBP Edi Ciptianto
beberapa waktu lalu menerangkan, terbongkarnya jaringan penjual
barang bukti sabu berkat upaya penyamaran petugas.
Á ÁBermula pada Senin (28/2) sekitar pukul 17.00 Wita, petugas
Subdit I Dit Resnarkoba menangkap Subhi di rumahnya Jl S Parman Gg
Nusantara. Subhi adalah honorer di Kejari Banjarmasin. Dari
tangannya polisi mendapati satu paket sabu 1 gram.
Á ÁDari pengembangan, diketahui kalau barang sabu diperoleh dari
Iril, warga Jl Pekauman Gg Yakut. Polisi kemudian menangkap Iril.
dari Iril yang bekerja sebagai cleaning service di Kejari
Banjarmasin. Dari pengakuan Iril, barang sabu didapat dari Anjar,
pegawai di bagian barang bukti Kejari Banjarmasin.
Á ÁSelasa (1/3) sekitar pukul 15.00 Wita, polisi menangkap tangan
Anjar sedang menyembunyikan 60 gram sabu di jaketnya. Ironisnya,
sabu itu diambil Anjar dari loker penyimpanan barang bukti.
Á ÁKajati Kalsel, Didiek Soekarno SH MH mengatakan kalau pihaknya
akan menindak tegas para pelaku tindak kejahatan yang telah
mencoreng nama baik lembaga hukum tersebut.
Á Á"Saya tidak akan memberikan keringanan atau pemaaf kepada para
pelaku terkait dugaan kepemilikan narkoba. Siapa pun orangnya harus
mempertanggungjawabkan perbuatannya," katanya.
Á Á"Yang tahu modusnya itu adalah pihak kepolisian, namun intinya
kalau ada masalah hukum terkait dengan suatu kejahatan akan kita
tindak tegas siapa pun pelakunya termasuk dari pegawai kejaksaan,"
ujarnya.
Á ÁMenurutnya siapa pun pelakunya harus diproses sampai tuntas
dan tidak ada tawar menawar, dengan perbuatan tindak kejahatan.
Á ÁIril dan Subhi kabarnya sudah dipecat. Sementara Anjar, karena
berstatus PNS, nasibnya masih menunggu hasil sidang. Dengan
dipecatnya dua tenaga honor itu berarti dalam sepekan ini, Kajari
Banjarmasin, telah memecat tiga tenaga honor karena memiliki
perangai atau perbuatan yang boleh dikatakan merusak reputasi
lembaga hukum tersebut.
Á ÁSebelumnya Kajari juga telah memecat seorang tenaga honor
bernama Uci, karena tertangkap tangan oleh pihak pengawalan membuka
kotak terkunci berisikan barang bukti, saat dalam mobil tahanan di
PN Banjarmasin.Ã Ã adi

Pengacara Istri Korban Datangi Polda

BANJARMASINÄ Ä © Tim pengacara Lilik Dwi Purwaningsih, yakni Petrus
Manampiring SH, Salim SH dan Athanasius Tangkut SH dari Surabaya
dikabarkan akan ke Polda Kalsel, dalam waktu dekat ini.
Á ÁKedatangan tim pengacara istri almarhum Hadriansyah, korban
pembunuhan yang diduga dilakukan oleh M Aini alias Culin dan kawanªkawan dan diduga diotaki Sam alias HI ini guna mengecek sejauh mana
penanganan kasus tersebut di Polda Kalsel.
Á ÁAdy, adik kandung Gusti Suriansyah BSc, pelapor kasus,
membenarkan kalau tim pengacara Lilik akan bertandang ke Polda
Kalsel dalam waktu dekat ini. "Sebagai kuasa hukum istri korban
mereka tentunya ingin mengetahui sejauh mana penanganan kasus yang
dilaporkan kakak saya itu," ujarnya.
Á ÁTim pengacara tersebut sudah memiliki kuasa penuh dari Lilik
untuk memberikan bantuan hukum terhadap Lilik yang merasa tak
memperoleh keadilan atas tewasnya sang suami, Hadriansyah di tangan
Culin dan kawan©kawan.
Á ÁHadriansyah dibunuh di rumah dinas guru SDN Sarigadung di Jl
Eks Kodeco Km 8, Desa Sarigadung, Kecamatan Simpang Empat,
Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Senin, 9 Februari 2004 pukul 12.00
Wita lalu.
Á ÁMemang ada dua pelaku yang sudah dihukum atas kasus tersebut,
namun, M Aini alias Culin (29), warga Desa Sungai Paring, Kecamatan
Simpur, HSS serta HM Ardi alias Babar (46), warga Jl A Yani No 51
RT 1 Desa Karasikan Kecamatan Sungai Raya, HSS, cuma dihukum oleh
Pengadilan Negeri (PN) Kotabaru masing©masing empat bulan dan tiga
bulan tujuh hari.
Á ÁHukuman yang diterima para pembunuh itu hampir sama dengan
hukuman yang diterima seorang maling ayam. Ironisnya, hakim ketua,
Leba Max Nandoko Rohi SH dan anggota masing©masing Budi Aryono SH
dan Nyoto Hindaryanto SH berpatokan pada pasal 170 ayat (2) ke©3
KUHP serta pasal 351 ayat (2) KUHP jo pasal 55 KUHP.
Á ÁMenurut Suriansyah, kejadian pembunuhan yang menggemparkan
masyarakat setempat dan diduga diotaki oleh oknum pengusaha batu
bara Sam alias HI ini, disayangkan hanya menjerat dua orang pelaku.
Ketidakadilan hukum ini terjadi ketika Polres Tanbu dipimpin oleh
AKBP Ike Edwin.
Á ÁHadriansyah yang yang menjadi korban, mulanya memimpin unjuk
rasa masyarakat karena jalan tambang milik HI tidak juga disiram,
meski cuaca panas dan berdebu. Korban yang guru olahraga SD ini
merasa prihatin anak didiknya yang kebetulan berdekatan dengan
lokasi jalan tambang, menghirup debu jalan.
Á ÁPendemo kala itu, lanjut Gusti, hanya ingin jalan itu disiram
sehari dua kali atau setidaknya sekali sehari, sehingga bisa
mengurangi debu jalan.
Á ÁHanya saja, unjuk rasa itu dianggap HI dan anak buahnya
sebagai sebuah tantangan, sehingga korban dihabisi oleh para pelaku
yang diduga diotaki atau disuruh HI. Á p p 2 Á
Á ÁDitambahkan Gusti, dirinya sudah mendengar kisah langsung dari
Lilik perihal pembunuhan tersebut.
Á ÁDisebutkan, Lilik ketika kejadian sedang berdiri di depan
rumah dinas guru. Ia melihat suaminya berlari©lari karena dikejar
tiga orang pelaku dengan golok terhunus.Ô h) 0*0*0*° ° ÔŒÁ ÁLarinya korban ke arah rumah Pak Lami, namun tetap saja
disusul ketiga pelaku. Di dalam rumah Pak Lami itulah, korban,
Hadriansyah dihabisi secara sadis.
Á ÁIstri korban melihat ketiga pelaku keluar dari rumah Pak Lami
dan lewat di depan ruang kelas III SDN. Salah seorang pelaku sempat
membetulkan sandalnya yang terlepas sambil menjilat darah di
goloknya.
Á ÁLilik juga mendengar suara tembakan yang ternyata keluar dari
pistol yang ditembakkan oleh seorang dengan ciri gemuk pendek, tak
jauh dari lokasi kejadian. Belakangan, Lilik mengenali pria
tersebut sebagai HI.Ã Ãadi/elo

Oknum Dit Polair 'Jalan Sendiri'

BANJARMASIN © Ä ÄKasus TB BSC Star dan LCT Huma Amaz 02 yang ditangani
Dit Polair Polda Kalsel agak kontroversial, mengingat kedua barang
bukti tersebut oleh oknum di institusi di sana dipinjampakaikan ke
pemilik tanpa berkoordinasi dengan pihak Kejati Kalsel.
Á ÁPadahal, selama ini, jika ada pinjam pakai barang bukti,
Polair kerap berkoorinasi dengan Kejati Kalsel. TB BSC Star dan LCT
Huma Amaz sendiri dijadikan barang bukti kasus 'kencing' solar
secara ilegal di perairan Sungai Barito dekat Pulau Kembang
Pelabuhan Trisaksi Banjarmasin Mei 2011 lalu.
Á ÁDari informasi terhimpun juga, dua tersangka, yakni Tri Wibowo
(34) dan Abdul Khalik (28) juga ditangguhkan penahanannya oleh
oknum Dit Polair.
Á ÁTri Wibowo adalah nakhoda TB BSC Star, sedangkan Khalik
merupakan nakhoda LCT Huma Amaz 02. Barang bukti yang
dipinjampakaikan tersebut diduga tak cuma kedua kapal, melainkan
solar sebanyak 5 ton yang sedianya dijadikan barang bukti sampai ke
pengadilan kelak.
Á ÁKasi Penkum dan Humas Kejati Rajendra SH juga mengaku terkejut
dengan adanya sinyalemen bahwa dua tersangka ditangguhkan kemudian
dua barang bukti kapal beserta minyaknya dipinjampakaikan ke sebuah
perusahaan.
Á Á"Padahal SPDP©nya sudah masuk. Semsstinya ada koordinasi
dengan Kejati Kalsel sebagaimana biasanya. Kita hanya tak ingin,
barang bukti sembarangan dipinjampakaikan," ungkapnya.
Á ÁKepada wartawan, Kasi Tindak Gakkum Dit Polair AKP Yudi
Ridharto yang kebetulan memimpin penangkapan dua nakhoda tersebut
mengatakan, tidak benar kalau barang bukti dipinjampakaikan.
Á Á"Tidak benar itu. Yang benar barang bukti hanya dititip rawat
saja ke PT Bersinar Batulicin Bersujud. Mengapa masalah ini menjadi
polemik. Kan penyidik bisa saja menitipkan barang bukti, tidak
mesti harus koordinasi ke kejaksaan," tukasnya.
Á ÁMenurut Yudi, pertimbangan dan kewenangan melakukan penitipan
barang bukti adalah wewenang penyidik, bisa dengan alasan sulitnya
menjaga barang bukti. Dan yang terpenting, lanjutnya, barang bukti
tidak dipindahtangankan oleh penerima titipan.
Á ÁDitegaskan Yudi lagi, tak ada penangguhan penahanan kedua
tersangka. "Mereka berdua masih ada di sel tahanan Polair,"
tegasnya.Ã Ãadi/elo

Kamis, 09 Juni 2011

Sidang Istri Lihan Gagal Lagi

MARTAPURAÄ Ä © Sidang Jumratul, istri Lihan, pengusaha intan asal Desa
Cindai Alus Martapura kembali gagal digelar, Kamis (9/6). Gagalnya
sidang pemeriksaan saksi©saksi yang dinantikan banyak nasabah
pengusaha intan itu, lantaran ketiadaan saksi©saksi yang bisa
dihadirkan oleh jaksa penuntut umum (JPU) dalam persidangan.
Á ÁWalaupun ada satu yang bisa ditemukan untuk dimintai
kesaksiannya oleh JPU, namun yang bersangkutan tidak bisa berhadir
dalam persidangan kemarin, dengan alasan ada kesibukan yang tidak
bisa ditinggalkan, sehingga sidang kembali ditunda Senin depan
menunggu kehadiran saksi satu©satunya yang dimiliki oleh
JPU.
Á Á"Rencananya ada empat saksi yang kami hadirkan. Namun saksiªsaksi bersangkutan tidak bisa kami temukan. Hanya satu1 yang
ditemukan tapi berhalangan hadir," ujar ketua tim JPU, Sajimin SH.
Á ÁSajimin mengaku kalau hal itu dikarenakan para saksi
kebanyakan sudah berpindah tempat tinggal, akibat lamanya berkas
yang masuk ke kejaksaan dan diproses di pengadilanm sehingga hanya
hanya satu saksi yang bisa ditemukan pihaknya.
Á Á"Pemberkasannya lama. Jadi banyak para saksi yang sudah pindah
rumah. Kami sudah datangi semua saksi tapi tidak ada lagi. Ada
satu, tapi dia mengirim surat tidak bisa berhadir," terangnya.
Á ÁNah untuk saksi yang satu ini, pihaknya akan mencoba
menghadirkannya kembali pada sidang Senin depan, dan ia berharap
saksi tersebut bisa memberikan keterangan seperti yang diinginkan
pengadilan. "Mudah©mudahan bisa hadir," pungkasnya.
Á ÁSyahrani, kuasa hukum Jumratul dimintai komentarnya soal
ketiadaan saksi yang dihadirkan mengatakan, kalau pihaknya
memaklumi kendala yang dihadapi oleh JPU.
Á Á"Mau bagaimana lagi. Kalau tidak ada saksi, tidak bisa sidang
dilanjutkan. Kan agendanya pemeriksaan saksi©saksi," katanya.
Á ÁDitanya soal momen akhir sidang di mana Jumratul membisiki
pengacaranya itu, Syahrani mengaku kalau kliennya membisiki dirinya
soal masalah ketidakhadirannya pada sidang Kamis depan, lantaran
yang bersangkutan ada kesibukan mengurus anaknya yang akan masuk
sekolah.
Á Á"Sidang kan Senin dan Kamis. Nah klien saya mengatakan ia
tidak bisa hadir Kamis depan. Itu saja," pungkasnya.
Á ÁJumratul sendiri saat hadir dipersidangan nampak sehat©sehat
saja, dan ia terlihat tidak gugup seperti mengikuti sidang pertama.
Bahkan ia terlihat bertambah gemuk. Ã Ãsup/adi

Terdakwa 1 Kg SS Bebas Murni

BANJARMASINÄ Ä © Masih ingat dengan kasus narkoba jenis sabu©sabu
seberat 1 Kg yang ditemukan anggota Dit Narkoba Polda Kalsel, dalam
penggerebekan di sebuah bengkel yang terletak di kawasan Jl A Yani
Km 7 (samping Polsek Kertak Hanyar), Kabupaten Banjar beberapa
bulan yang telah lewat di tahun 2010.
Á ÁPada proses persidangan kasus kepemilikan terkait barang haram
tersebut, jaksa penuntut umum (JPU) Pranoto SH dan kawan©kawan
telah menyeret Naga Sariawan Cipto Rimba alias Liong Liong sebagai
terdakwa.
Á ÁDalam beberapa kali persidangan JPU dan majelis hakim
berpendapat kalau terdakwa berdasarkan fakta hukum yang terungkap
dalam persidangan telah terbukti melakukan perbuatan tindak pidana
sebagaimana diatur dan diancam pada pasal 114 UU RI No 35 Tahun
2009 tentang Narkotika.
Á ÁMajelis hakim yang diketuai M Irfan SH MH, menjatuhkan hukuman
selama 12 tahun, dan hukuman tersebut sudah lebih rendah selama
tiga tahun, dari tuntutan JPU yang menuntut terdakwa selama 15
tahun kurungan penjara.
Á ÁPada putusan tersebut terdakwa melalui penasihat hukum
menyatakan banding, namun hasil putusan dari Pengadilan Tinggi (PT)
menguatkan putusan PN Banjarmasin.
Á ÁKarena merasa tidak puas kemungkinan terdakwa melakukan kasasi
ke Mahkamah Agung (MA), yang mana upaya ditempuh terdakwa
sepertinya membuahkan hasil, hingga tersiar kalau petikan putusan
kasasi yang terdakwa dari MA RI menyatakan terdakwa dibebaskan
murni.
Á ÁPetikan putusan MA tersebut sudah sampai ke PN Banjarmasin,
Selasa (7/6) kemarin, dengan No 417 K/Pid.Sus/2011 tanggal 27 Mei
2011, yang telah ditandatangani ketua majelis MA H M Imron Anwari
SH SpN MH, panitera pengganti Djandra Dewajani SH, dan panitera
muda pidana MA Sunaryo SH MH.
Á ÁIsi petikan putusan tersebut menyatakan terdakwa Naga Sariawan
Cipto Rimba alias Liong Liong tidak terbukti secara sah dan
meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang
didakwakan JPU.
Á ÁNaga Sariawan Cipto Rimba alias Liong Liong dipulihkan haknyaa
dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya.
Á ÁMenetapkan barang bukti berupa sekitar 1 Kg sabu©sabu serta
serta barang bukti yang lainnya yang dihadirkan dalam persidangan
dirampas untuk dimusnahkan.
Á ÁMenurut Ketua Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Amril SH
MHum, melalui Panitera Sekretaris, Yuliastra SH, petikan putusan MA
itu mereka terima melalui fax.
Á Á"Kita terima petikan putusan MA tersebut melalui fax, namun
untuk memperjelas kita kemudian berkoordinasi kepada panitera muda
MA, Sunaryo SH MH, melalui telpon, dan menyatakan petikan putusan
tersebut memang benar adanya,"ungkapnya. Á È È 7 Á
Á ÁKetika petikan putusan diterima, lanjutnya, kemudian datang
pihak LP Teluk Dalam Banjarmasin, dan mengatakan kalau tahanan
terdakwa Naga Sariawan Cipto Rimba alias Liong Liong akan habis.
Á ÁDikatakannya, yang mereka terima itu baru petikan putusan,Ô h) 0*0*0*° ° Ô sedangkan berkasnya masih dalam perjalanan atau pengiriman,
Á ÁSementara itu, Pranoto SH, JPU yang menyeret terdakwa, ketika
dikonfirmasi wartawan, Kamis (9/6) siang mengatakan, kalau dirinya
juga telah mengetahui petikan putusan MA tersebut.
Á ÁKetika disinggung apakah pihak JPU akan melakukan upaya
peninjauan kembali (PK), ia mengatakan belum bisa menjawab, karena
yang keluar itu baru petikan putusan, bukan berkasnya.
Á ÁDan pihaknya pun juga akan mempelajari kembali berkas
tersebut, kemudian melaporkan kepada atasan hasil putusan serta
berkas tersebut.
Á Á"Kita tidak bisa melakukan PK, karena masih perlu mempelajari
berkas tersebut, sedangkan yang sampai ke PN Banjarmasin baru
petikan putusan," katanya singkatà ÃÄ Ä
Á ÁDiketahui tertangkap terdakwa Naga Sariawan Cipto Rimba alias
Liong Liong (34), warga Jln Manggis No 2A RT 21, Kelurahan Kebun
Bunga, Kecamatan Banjarmasin Timur, oleh anggota Dit Res Narkoba
Polda Kalsel, menindaklanjuti laporan masyarakat yang mengatakan
bahwa ada paketan yang berisikan narkoba dalam jumlah besar melalui
jasa ekspidisi.Ã Ã ris/adi

Sidang Istri Lihan Gagal Lagi

MARTAPURAÄ Ä © Sidang Jumratul, istri Lihan, pengusaha intan asal Desa
Cindai Alus Martapura kembali gagal digelar, Kamis (9/6). Gagalnya
sidang pemeriksaan saksi©saksi yang dinantikan banyak nasabah
pengusaha intan itu, lantaran ketiadaan saksi©saksi yang bisa
dihadirkan oleh jaksa penuntut umum (JPU) dalam persidangan.
Á ÁWalaupun ada satu yang bisa ditemukan untuk dimintai
kesaksiannya oleh JPU, namun yang bersangkutan tidak bisa berhadir
dalam persidangan kemarin, dengan alasan ada kesibukan yang tidak
bisa ditinggalkan, sehingga sidang kembali ditunda Senin depan
menunggu kehadiran saksi satu©satunya yang dimiliki oleh
JPU.
Á Á"Rencananya ada empat saksi yang kami hadirkan. Namun saksiªsaksi bersangkutan tidak bisa kami temukan. Hanya satu1 yang
ditemukan tapi berhalangan hadir," ujar ketua tim JPU, Sajimin SH.
Á ÁSajimin mengaku kalau hal itu dikarenakan para saksi
kebanyakan sudah berpindah tempat tinggal, akibat lamanya berkas
yang masuk ke kejaksaan dan diproses di pengadilanm sehingga hanya
hanya satu saksi yang bisa ditemukan pihaknya.
Á Á"Pemberkasannya lama. Jadi banyak para saksi yang sudah pindah
rumah. Kami sudah datangi semua saksi tapi tidak ada lagi. Ada
satu, tapi dia mengirim surat tidak bisa berhadir," terangnya.
Á ÁNah untuk saksi yang satu ini, pihaknya akan mencoba
menghadirkannya kembali pada sidang Senin depan, dan ia berharap
saksi tersebut bisa memberikan keterangan seperti yang diinginkan
pengadilan. "Mudah©mudahan bisa hadir," pungkasnya.
Á ÁSyahrani, kuasa hukum Jumratul dimintai komentarnya soal
ketiadaan saksi yang dihadirkan mengatakan, kalau pihaknya
memaklumi kendala yang dihadapi oleh JPU.
Á Á"Mau bagaimana lagi. Kalau tidak ada saksi, tidak bisa sidang
dilanjutkan. Kan agendanya pemeriksaan saksi©saksi," katanya.
Á ÁDitanya soal momen akhir sidang di mana Jumratul membisiki
pengacaranya itu, Syahrani mengaku kalau kliennya membisiki dirinya
soal masalah ketidakhadirannya pada sidang Kamis depan, lantaran
yang bersangkutan ada kesibukan mengurus anaknya yang akan masuk
sekolah.
Á Á"Sidang kan Senin dan Kamis. Nah klien saya mengatakan ia
tidak bisa hadir Kamis depan. Itu saja," pungkasnya.
Á ÁJumratul sendiri saat hadir dipersidangan nampak sehat©sehat
saja, dan ia terlihat tidak gugup seperti mengikuti sidang pertama.
Bahkan ia terlihat bertambah gemuk. Ã Ãsup/adi

PT GJW Dihukum Denda Rp1,3 Milyar

BANJARMASINÄ Ä © Setelah sekian lama menjalani proses persidangan yang
menyeret PT Giri Jaladhi Wana (GJW) sebagai terdakwa, akhirnya
majelis hakim, menyatakan perusahaan tersebut bersalah melakukan
penyimpangan tentang penambahan unit kios Pasar Sentra Antasari.
Á ÁMajelis hakim yang diketuai Amril SH MHum bersama dua hakim
anggota Udjianti SH MH dan Susi Saptati SH MH, menjatuhkan hukuman
dengan denda sebesar Rp1,3 milyar.
Á ÁSelain itu majelis hakim juga menghentikan sementara kegiatan
PT GJW dalam tempo selama enam bulan. Hukuman tersebut sama halnya
dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Ramadhani SH, korporasi
berbadan hukum tersebut dalam kasus dugaan korupsi selaku investor
pembangunan Pasar Sentra Antasari, dengan denda sebesar Rp1,3
milyar.
Á ÁPutusan yang berisikan sekitar 110 halaman tersebut dibacakan
majelis hakim secara bergantian dan terperinci di ruang Garuda
Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Kamis (9/6) kemarin.
Á ÁStevanus Widagdo selaku Direktur Utama PT GJW, hadir dan duduk
di kursi pesakitan, namun kehadirannya tersebut bukanlah sebagai
terdakwa, melainkan sebagai perwakilan dari korporasi yang telah ia
kelola.
Á ÁBerdasarkan fakta hukum yang terungkap dalam persidangan
terdakwa PT GJW telah terbukti secara sah menurut rumusan unsur
pasal tindak pidana dalam pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 jo pasal 20
UU RI No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun
2001 tentang perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 ayat (1) KUHP
sebagaimana dalam dakwaan primair.
Á ÁPihak korporasi dituduh telah melakukan penyimpangan
penambahan beberapa unit kios Pasar Sentra Antasari, sehingga
terdapat kerugian negara, dalam hal ini Pemerintah Kota Banjarmasin
maupun Bank Mandiri sebagai kreditur sebesar Rp199.536.064.675.
Á ÁPerincian kerugian tersebut meliputi kewajiban PT GJW pada
Pemko Banjarmasin sebesar Rp6.250.000.000, akibat penambahan
bangunan di luar perencanaan sebesar Rp332.361.516, pengelolaan
sarana pendukung sebesar Rp750.000.000.Á p p 2 ÁSedangkan khusus kerugian
yang diderita Bank Mandiri terdiri dari pokok sebesar
Rp83.419.070.000, bunga sebesar Rp63.732.298.096, serta denda
Rp52.374.696.578.
Á ÁMenurut keterangan pihak pengadilan bahwa perkara ini yang
menyeret korporasi berbadan hukum ke persidangan merupakan pertama
kali di Indonesia.
Á ÁSementara itu korporasi PT GJW, melalui penasihat hukum Drs A
Boesiri SH MH menyatakan sangat keberatan dengan putusan yang
dijatuhkan mejelis hakim tersebut.Á - Á
Á ÁMenurutnya, keputusan tersebut kurang adil, karena menetapkan
putusan maksimal, sebab bagaimanapun perangkat pembangunan
merupakan perjanjian PT GJW dengan Pemko Banjarmasin.
Á Á"Dalam perjanjian tersebut ada hak dan kewajiban, yang
menurutnya selama perjanjian itu banyak kewajiban dari Pemko tidakÔ h) 0*0*0*° ° Ô terpenuhi yang menyebabkan PT GJW tidak bisa bergerak, sebagai
contoh hingga pasar©pasar itu selesai tidak ada sertifikat dan
membuktikan kalau itu milik Pemko Banjarmasin,"ungkapnya.
Á ÁSementara itu, lanjutnya, selama adanya perjanjian belum
pernah ada tanda tangan pihak kementrian, berarti perjanjian
tersebut tidak sah dan atas putusan tersebut ia jelas merasa
keberatan.Á ¸ ¸ Á
Á ÁDisinggung mengenai putusan tersebut, ia mengatakan pikirªpikir, karena masih ada waktu selama tujuh hari, untuk
berkoordinasi dengan pihak PT GJW. Ã Ãris/adi

Rabu, 08 Juni 2011

Proyek Siring Jambu Raya©Babirik Amburadul

MARTAPURAÄ Ä © Pengawasan pekerjaan pembangunan sepertinya perlu
ditingkatkan di Kabupaten Banjar. Pasalnya, saat ini masih terdapat
sejumlah proyek yang pengerjaannya terbilang amburadul, lantaran
usai dikerjakan sudah mengalami kerusakan akibat berbagai hal yang
tidak masuk dalam perencanaan pekerjaan.
Á ÁSeperti halnya pengerjaan siring dan pengerasan jalan di Desa
Muara Halayung dan Desa Babrik©Desa Jambu Raya Kecamatan Beruntung
Baru yang mengalami kerusakan, meski baru dikerjakan pada tahun
2010 silam.
Á ÁDari pantauan, beberapa waktu lalu, kerusakan terhadap proyek
siring dan perkerasan jalan di Desa Muara Halayung cukup parah,
siring dan jalan proyek dengan nilai Rp255 juta yang dikerjakan CV
Rizky Mulia, mengalami longsor dan merusak siring sepanjang 60
meter.
Á ÁNamun demikian, kerusakan itu sudah mendapat penanganan dari
pemegang proyek. Kontraktor sudah melakukan penanganan terhadap
bidang longsor, yakni dengan metode menahan longsoran dengan
cerucuk kayu galam.
Á ÁSementara itu, kerusakan siring yang terjadi di Desa BabirikªJambu Raya juga lumayan parah. Pasalnya, selain dua titik siring
yang mengalami keambrukan kurang lebih masing©masing 2 meter,
pekerjaan siring sepanjang 1.000 meter dengan nilai proyek sebesar
Rp199 juta yang dikerjakan CV Cahaya Putra Famili dan konsultan
pengawas CV Presma Jasa itu hampir semuanya mengalami kemiringan
dan keretakan pada dinding siring.
Á ÁParahnya lagi, dari bahan yang ambruk tidak ditemukan campuran
semen yang cukup untuk mengikat batu, sehingga batu gunung yang
disusun tidak cukup rapi itu mudah hancur akibat tekanan tanah.
Á ÁTidak hanya itu, juga terdapat keretakan pada dua gorongªgorong yang dibangun di atas jalan itu. Pekerjaan gorong©gorong pun
terlihat kurang rapi, sehingga menimbulkan kesan tidak bagus
dilihat.
Á Á"Kami sudah ingatkan kontraktor saat pengerjaan namun tidak
digubris, Akibatnya ya hancur seperti ini. Semennya aja sedikit,
bagaimana mau mengikat batu gunung," ujar Ansari Nurdin, Ketua RT
02 Desa Babirik diamini rekan©rekannya, saat ditemui koran ini
beberapa waktu lalu saat melihat kondisi proyek.
Á ÁNah pihaknya meminta kepada pemerintah daerah, supaya
melakukan perbaikan terhadap jalan dan siring yang dikatakan baru
selesai dua bulan lalu itu.
Á Á"Kami lama mengusulkan baru disetujui. Tapi dikerjakannya
sembarangan. Ini tidak boleh dibiarkan," pungkasnya.
Á ÁKepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum (PU)
Banjar, HM Hilman ST MT saat dikonfirmasi koran ini soal kerusakan
dua proyek itu membenarkan adanya kerusakan pada proyek tersebut.
Á Á"Di Muara Halayung sudang ditangani karena proyek masih masa
pemeliharaan. Jika bidang longsor sudah tertangani baru siring
diperbaiki," ujarnya.
Á ÁSementara untuk proyek Babirik©Jambu Raya juga sudah ditangani
pihaknya, namun hanya untuk dua titik bangunan yang mengalami
keambrukan. Menurutnya, kerusakan akibat adanya tekanan tanah aktif
yang tinggi sehingga menyebabkan dinding siring mengalami
kemiringan dan sebagian ambruk.Ô h) 0*0*0*° ° ÔŒÁ Á"Ada tekanan tanah aktif merusak dinding siring. Ini akibat
jalan yang dilalui oleh angkutan yang punya beban berat seperti
truk," ungkapnya.
Á ÁDitanya apakah ada penangan pada kemiringan dan keretakan yang
terjadi hampir di seluruh proyek, Hilman mengaku hal itu tidak
dilakukan, karena keterbatasan dana pemeliharaan.Á < Á"Tidak bisa
semuanya ditangani. Hanya bagian yang rusak parah saja,"
pungkasnya. sup/adi

Nakhoda KM Martasia B2 Telah Menjadi Tersangka

BANJARMASINÄ Ä © Pihak kepolisian telah menetapkan AF alias Uji,
nakhoda KM Martasia B2 sebagai tersangka, sementara itu untuk juru
mudi dan pihak syahbandar masih dalam pemeriksaan. Hal ini
dikatakan Dir Polair Polda Kalsel, AKBP Bambang Yulius SIK kepada
wartawan, Rabu (8/6) siang.
Á ÁMenurutnya, tenggelamnya kapal Martasia tersebut diduga kuat
over kapasitas, karena kapal itu hanya mampu menampung sekitar 22
orang penumpang, namun saat kejadian kapal tersebut bermuatan 105
orang penumpang.
Á Á"Kita mendapat informasi dari anggota Polres Kotabaru di sana,
kapal tersebut sebenarnya didesain hanya untuk mengangkut orang
saja dengan muatan sekitar 22 orang," ujarnya.Á < Á
Á ÁNamun, lanjutnya, pada kenyataannya kapal tersebut over
kapasitas bermuatan sekitar 105 orang, dan yang melakukan
pengawasan atau pengaturan itu adalah pihak syahbandar.
Á Á"Karena yang mengeluarkan izin dan peraturan itu adalah pihak
syahbandar, dan kalau memang terjadi over kapasitas mengapa pihak
yang terkait melakukan pembiaran," katanya.
Á ÁMeskipun telah ada ditetapkan sebagai tersangka, namun
pihaknya terus melakukan penyidikan terhadap kasus tersebut, dan
masih melakukan pemeriksaan terhadap juru mudi, pemilik kapal dan
pihak syahbandar.
Á Á"Pihak kita masih lakukan pemeriksaan terhadap juru mudi dan
pemilik kapal, serta pihak syahbandar, dan semuanya yang menangani
adalah pihak Polres Kotabaru. Untuk lebih jelasnya bisa ditanyakan
kepada yang menangani langsung, kita hanya membantu," ungkapnya.
Á ÁMenurutnya untuk melakukan pencarian sisa korban, pihaknya
juga telah mengerahkan Kapal Nakula 505 dari Markas Besar
Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), dan karena sudah
menjadi kewajiban pihaknya untuk melakukan penyelamatan.
Á Á"Tersangka akan dijerat pasal 286 dan 359 tentang perizinan
angkutan sungai dan danau, karena kapal tersebut hanya memiliki
izin pengangkutan di kawasan sungai bukan di lautan," jelasnya.
Á ÁData yang terhimpun hingga Rabu (8/6) siang, korban yang
selamat berjumlah 77 orang, sedangkan yang meninggal dunia 29
orang. Tim SAR gabungan telah mengamankan 11 unit sepeda motor dan
sekitar 25 tas milik penumpang.
Á ÁDiketahui KM Martasia B2 tenggelam di perairan Tanjung Dewa,
Senin (6/6), sekitar pukul 16.00 Wita, saat berangkat dari Kotabaru
menuju Desa Gronggang.
Á ÁSelain membawa sebanyak 105 penumpang, kapal tersebut juga
membawa beberapa unit sepeda motor, hingga tersiar kabar kalau
kapal tersebut mengalami kecelakaan dan tenggelam. Ã Ãris/zal/adi

Amankan Solar Diduga Ilegal

BANJARMASIN Ä Ä© Unit I Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Dit Krimsus
Polda Kalsel, mengamankan 5.0000 liter BBM jenis solar diduga
ilegal dari sebuah gudang yang terletak di kawasan Jl Simpang Empat
Pengaron Kabupaten Banjar, Selasa (7/6) sore.
Á ÁPetugas juga mengamankan lima unit mobil tanki bertuliskan PT
PSP, yang berada di kawasan tersebut, karena kuat dugaan gudang
tersebut dijadikan tempat penimbunan BBM jenis solar.
Á ÁDikatakan Kabid Humas Polda Kalsel, AKBP Edi Ciptianto MSi,
ketika dikonfirmasi wartawan, Rabu (8/6) siang, memang telah
diamankan BBM jenis solar dan beberapa unit mobil tanki.
Menurutnya, terungkapnya kasus ini hasil lidik pihaknya dalam
menindaklanjuti kurangnya pasokan BBM jenis solar saat ini.
Á Á"Saat ini 5.000 BBM jenis solar dan lima unit mobil tanki
telah kita amankan, sedangkan tempat atau lokasinya telah diberi
garis polisi," ujarnya.
Á ÁUntuk saat ini, lanjutnya, kasusnya masih didalami dan belum
ada yang dijadikan tersangka. Namun sekitar sepuluh orang dari
sopir dan kernetnya serta dua orang penampung sudah dipanggil untuk
dimintai keterangan.
Á ÁDari 5.000 liter BBM jenis solar yang diamankan itu, terdapat
dalam enam buah drum, yang diangkut petugas bersama lima unit
mobil, salah satunya adalah mobil truk.
Á Á"Kasusnya masih didalami untuk mencari letak permasalahannya,
karena tidak menutup kemungkinan kasus tersebut merupakan kegiatan
niaga BBM dan pengangkutan tanpa izin, serta penimbunan BBM yang
telah dilakukan tanpa izin. Kita masih meneliti apakah kasus
tersebut merupakan penyalahgunaan BBM bersubsidi," katanya.
Á ÁMeskipun belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka, namun
tidak menutup kemungkinan pelaku akan dijerat dengan UU RI No 53
Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas (Migas).Á È È 7 Á
Á ÁDisinggung dari mana BBM solar tersebut didapat, ia mengatakan
tidak tahu, karena saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman
kasus tersebut.
Á Á"Pihak kita masih melakukan pendalaman, semoga dalam beberapa
hari sudah rampung dan bisa digelar kembali kasusnya," jelasnya.
à Ãris/adi

Tergiur Upah Yang Besar

BANJARMASIN Ä Ä© Upaya NY alias Negro (22), membuang tiga paket
narkoba jenis sabu©sabu ke kolong rumahnya tak membuat anggota Unit
II Dit Resnarkoba Polda Kalsel, kehilangan buruannya.
Á ÁLelaki yang mengaku baru empat bulan ini membina mahligai
perkawinan hanya bisa pasrah, manakala upayanya tersebut diketahui
petugas yang mendapatkan tiga paket sabu©sabu seberat 9 gram.
Á ÁPada penggerebekan Selasa (7/6) siang sekitar pukul 13.00
Wita, selain mengamankan tiga paket sabu©sabu seberat 9 gram,
petugas juga menemukan satu buah timbangan digital dan satu pak
plastik serta tiga buah isolasi.
Á ÁDiakui tersangka warga Jl Kelayan B Gg Silaturahmi IV RT 02 RW
01, Kelurahan Kelayan Tengah, Kecamatan Banjarmasin Selatan ini,
irinya tidak menyangka anggota polisi datang ke rumahnya untuk
melakukan penggeledahan.
Á Á"Saya juga sempat kaget ketika melihat beberapa anggota
polisi, sehingga berupaya membuang barang bukti tersebut ke kolong
rumah," akunya.
Á ÁDikatakan tersangka yang bekerja sebagai buruh bangunan, kalau
dirinya melakukan perbuatan itu untuk mencari tambahan penghasilan
karena upah atau untung dari menjual barang haram dan terlarang
tersebut cukup menguntungkan.
Á ÁMenurutnya, untuk satu gram kristal laknat tersebut ia
mendapat untung sekitar Rp100 ribu, itu bila dijual dalam bentuk
pergram, namun bila ia bagi menjadi paketan kecil untungnya akan
lebih banyak lagi.
Á ÁSebelumnya tersangka juga pernah berhasil menjual barang haram
tersebut dan mendapat untung cukup lumayan, karena dari selama satu
bulan tersangka telah menjual sedikitnya sekitar 50 gram sabu©sabu.
Á ÁIni terbukti dari pengakuannya bahwa baru sebulan melakoni
bisnis barang haram tersebut, sudah sepuluh kali mengambil barang
dari UP, dan paling sedikit lima gram. Sayang UP yang dimaksud
tersangka ketika dilakukan pengembangan tidak ada atau fiktif.
Á ÁDiakui tersangka pula, kalau dirinya mengambil barang haram
tersebut dengan harga Rp1,4 juta satu gramnya, kemudian ia jual
lagi dengan harga Rp1,5 juta pergramnya.
Á ÁTersangka juga mengaku, sebelumnya pernah tertangkap dalam
kasus yang sama, dan sempat mendekam di LP Teluk Dalam Banjarmasin
selama sembilan bulan.
Á Á"Kalau dulu saya ditangkap dengan undang©undang yang lama, dan
dijatuhi hukuman selama sembilan bulan," akunya.
Á ÁKetika disinggung mengapa tidak jera atau kapok, lagi©lagi
alasan klasik yang menjadi penyebabnya, yakni kurangnya
penghasilan.
Á Á"Saya cuma buruh bangunan, dan ingin juga mencari tambahan,"
jelasnya.
Á ÁSementara itu, sebelumnya anggota Unit II Dit Resnarkoba Polda
Kalsel, juga telah menangkap Bai alias Ubai (41), warga Jl A Yani
Km 5, belakang Stadion Lambung Mangkurat RT 38, Kelurahan Pemurus
Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan.Ô h) 0*0*0*° ° ÔŒÁ ÁTersangka tertangkap tangan oleh petugas yang melakukan
penyamaran saat berada di kawasan Jl A Yani Km 5 Kompleks ABRI RT
58, Kelurahan Pemurus Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Minggu
(5/6) sekitar pukul 13.00 Wita.
Á ÁSaat itu petugas mengamankan tersangka beserta barang bukti 10
butir pil warna kuning logo 'Kepala Elang', yang ditaruh tersangka
di pos ronda.
Á ÁDiakui tersangka kalau dirinya telah dijebak, karena
sebelumnya pihak kepolisian yang melakukan penangkapan, telah
menyuruhnya untuk membelikan narkoba dengan upah sebesar Rp500
ribu.
Á Á"Karena upahnya cukup besar membuat saya tergiur dan
mencarikan pil tersebut, dan setelah barang saya dapatkan, saya pun
langsung ditangkap," akunya.
Á ÁKabid Humas Polda Kalsel AKBP Edi Ciptianto MSi, ketika
dikonfirmasi wartawan, Rabu (8/6) kemarin siang, membenarkan jika
anggotanya menciduk dua tersangka narkoba di dua tempat berbeda.
Á Á"Kedua tersangka kita ciduk menindaklanjuti laporan masyarakat
karena di daerah tempat tinggal para tersangka marak terjadi
transaksi narkoba," jelasnya.
Á ÁKini kedua tersangka akan mempertanggungjawabkan perbuatannya
dan akan dijerat dengan pasal penyalahgunaan narkotika golongan I
UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ã Ãris/adi

Selasa, 07 Juni 2011

Korban KM Martasia 28 Orang Meninggal Dunia

KOTABARUÄ Ä © Pencarian penumpang Kapal Motor (KM) Martasia yang
tenggelam di perairan Tanjung Dewa, oleh tim SAR gabungan dari
Polres Kotabaru, SAR Basarnas, Dit Polair Polda Kalsel, Selasa
(7/6) kemarin berakhir. Total korban tewas mencapai 28 orang.
Á ÁSebelumnya diberitakan ada lima orang tewas, hingga Senin
(6/6) sekitar pukul 16.00 Wita, dan ditemukan kembali pada pukul
18.30 Wita hingga malam sebanyak 12 orang, total korban 17 orang
untuk Senin (6/6) lalu.
Á ÁDalam pencarian kembali para korban tenggelam oleh tim SAR
gabungan, Selasa (7/6), sejak pukul 06.00 Wita, aparat kembali
menemukan 10 orang penumpang kapal Martasia dalam kondisi tak
bernyawa lagi, hingga total korban meninggal ada 27 orang dan satu
sekarat dan akhirnya meninggal, selamat 77 orang dari 105 orang
penumpang.
Á ÁKasat Reskrim Polres Kotabaru Kompol Wendy Otniel S SIK, saat
dikonfirmasi via telpon mengatakan, semua penumpang sudah
ditemukan. "Untuk korban meninggal dunia semuanya ada 27 orang.
Sebelumnya pada Senin korban tewas ditemukan 17 orang," katanya
terharu.
Á ÁPencarian oleh tim SAR gabungan, pada Selasa (7/6) hingga
pukul 16.00 Wita, aparat menemukan ada 10 orang lagi sudah
meninggal dunia, total seluruhnya ada 27 penumpang tewas. "Sisanya
ditemukan dalam kondisi selamat, pencarian dimulai sejak pagi
hari," ujarnya.
Á ÁUntuk badan kapal sudah dilakukan pengangkatan ke permukaan,
meski masih di TKP. "Petugas terpaksa membedah badan kapal buat
mencari korban. Selain penumpang, tim SAR juga menemukan 26 unit
motor penumpang juga sudah diangkut ke darat, termasuk mesin kapal
Martasia," ucapnya.
Á ÁPenemuan korban pada hari kedua ini, teknsinya, bila ditemukan
dua orang langsung dikirim ke daratan, begitu seterusnya hingga
seluruhnya ada 10 penumpang ditemukan di dalam kapal sudah kondisi
meninggal dunia. "Tapi ada laporan dari keluarga korban seorang
balita seumur tiga tahun, masih dicari," lanjutnya.
Á ÁDari keterangan saksi selamat memang katanya, ada anak kecil
terlempar keluar saat musibah melanda kapal tersebut. Kapal dari
Geronggang mau ke Kelumpang Tengah Kotabaru. "Dua ABK masih
diperiksa, untuk nakhoda Rahmad Fauji sudah ditetapkan sebagai
tersangka," katanya.
Á ÁKapal karam diduga akibat cuaca buruk, gelombang tinggi,
muatan kapal yang seharusnya kapal barang dengan sedikit penumpang,
dimasukkan penumpang melebihi kapasitas. "Malah penumpangnya ada
105 orang, yang pakai karcis cuma ada 22 orang saja," lanjutnya.
Á ÁNakhoda sudah meringkuk di sel tahanan Polres Kotabaru. "Rataªrata penumpang adalah warga Kotabaru, selebihnya warga Banjarmasin.
Saat di lapangan, bila ada ditemukan korban langsung dibawa ke
rumah sakit, sebagian ada yang dibawa langsung pulang oleh
keluarganya," tutupnya.
Á ÁSementara anggota tim SAR Emergensi 911, Jerry menerangkan,
saat ini ada 28 orang korban meninggal dunia. "Sebelumnya memang 27
orang, satu orang yang kritis diketahui meninggal di rumah sakit
pukul 12.00 Wita. Korban seluruhnya 100 orang ditemukan, diduga
masih ada lima orang lagi masih berada di dasar air," katanya.Ô h) 0*0*0*° ° ÔŒÁ ÁTim SAR gabungan masih melakukan pencarian, hingga pukul 18.00
Wita di TKP. "Motor yang ada didalam kapal sudah diangkat kedaratan
sebanyak 26 unit, termasuk barang milik penumpang. Dugaan sementara
masih ada lagi korban yang belum ditemukan sebanyak lima orang,"
ucapnya sedih.
Á ÁDir Polair Polda Kalsel, AKBP A Yulius Bambang K SIK melalui
Kasi Gakkum©nya AKP Yudi Ridarto SIK, saat dikonfirmasi Selasa
(7/6) kemarin malam, kasus tenggelamnya KM Martasia hingga
merenggut nyawa sebanyak 28 orang, tetap ditangai oleh Polres
Kotabaru. Kita hanya membantu saja," tegasnya. Ã Ãsam/adi

Pemuda Pancasila Penuhi Ruang Sidang

BANJARMASIN Ä Ä© Proses sidang kasus dugaan gratifikasi pada Kantor
Kementrean Agama Propinsi Kalimantan Selatan, dengan terdakwa Drs
H Syafruddin, Selasa (7/6) kemarin dihadiri puluhan warga
berseragam loreng©loreng warna hitam dan oranye.
Á ÁSeragam tersebut biasanya merupakan atribut dari organisasi
masyarakat (ormas) Pemuda Pancasila yang diketuai HM Hassan.
Á ÁMeskipun ruangan Pengadilan Tipikor I Banjarmasin hampir
dipenuhi para anggota ormas, namun sidang tetap berjalan aman dan
lancar hingga selesai.
Á ÁTidak jelas apa maksud kedatangan ormas tersebut memenuhi
ruang sidang, namun sepertinya keberadaan mereka hanya sebagai
pemantau atau untuk memonitor jalannya persidangan.
Á ÁMereka pun bubar ketika sidang yang masih mengagendakan
mendengarkan keterangan saksi©saksi tersebut dinyatakan selesai dan
ditunda pekan depan.
Á ÁPada sidang lanjutan kemarin, ada empat saksi yang dihadirkan
jaksa penuntut umum (JPU) Arif SH, dan dari keterangan para saksi
sepertinya memberatkan terdakwa.
Á ÁDua saksi merupakan para CPNS yakni Hermani dan Maserawan.
Dalam keterangan mereka di bawah sumpah, mereka mengaku ada
menitipkan uang kepada Abdul Hadi, untuk diserahkan kepada
terdakwa.
Á ÁDari kedua saksi itu menyerahkan uang kepada Abdul Hadi dengan
jumlah berbeda, untuk saksi Hermani mengaku menyerahkan uang kepada
Abdul Hadi sebesar Rp600 ribu, sedangkan saksi Maserawan sebesar
Rp300 ribu.
Á ÁMenurut saksi, uang tersebut merupakan bentuk ucapan terima
kasih kepada terdakwa, karena terdakwa telah mengurus semua
administrasi para saksi hingga diterbitkannya SK CPNS.
Á ÁSementara itu keterangan dua saksi lagi yakni Hj Mardiani
selaku Bendahara dan Akhmad Ramadhani, mengatakan lain lagi. Khusus
terhadap saksi Hj Mardiani, ia sempat mengatakan tidak mengetahui
adanya uang pemberian.
Á ÁKeterangan saksi Hj Mardiani, sempat membingungkan majelis
hakim yang diketuai Agung Wibowo SH MHum, karena keterangannya
berbeda dengan isi BAP.
Á ÁDalam isi berkas dakwaan atau BAP, saksi Hj Mardiani
mengatakan mengetahui adanya uang tersebut yang seharusnya
dimasukkan dalam kas atau Dirjen.
Á ÁSedangkan menurut pengakuan saksi Akhmad Ramadhani, kalau
dirinya cuma disuruh Muhammad Tamrin untuk menyerahkan amplop
kepada terdakwa, namun ia tidak tahu apa isi amplop tersebut.
Á Á"Saya disuruh menyerahkan amplop oleh Muhammad Tamrin kepada
terdakwa, dan saya tidak tahu apa isi amplop tersebut," katanya.Á (#(#K ÁÁ ÁDalam dakwaan dipaparkan terdakwa sebagai pegawai negeri atau
penyelenggara negara yang menerima hadiah, padahal diketahui atau
patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan segabai akibat atau
disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu
dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya.Ô h) 0*0*0*° ° ÔŒÁ ÁPerbuatan terdakwa dipandang sebagai perbuatan perbarengan
beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan berdiri
sendiri, sehingga beberapa kejahatan yang dilakukan terdakwa.
Á ÁJPU menjerat terdakwa dalam dua pasal, yakni pasal 11 dan
pasal 12 huruf b UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak
Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No 20
Tahun 2001, tentang Perubahan Atas UU No 31 Tahun 1999 tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 65 ayat 1 KUHP.
Á ÁTerdakwa diseret ke persidangan karena dituduh telah melakukan
pungutan atau menerima hadiah sebagai tanda balas jasa kepada para
CPNS.
Á ÁKasus ini terjadi dari tahun 2005 hingga 2009, terdakwa selaku
Kasubbag Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) dan Kepegawaian
Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi Kalimantan Selatan,
mengirimkan data tenaga honorer yang ada di wilayah Departemen
Agama Kalimantan Selatan untuk diangkat menjadi pegawai negeri
sipil (PNS).Ã Ã ris/adi

Senin, 06 Juni 2011

KM Martasia Tenggelam, 5 Penumpang Tewas

BANJARMASINÄ Ä © Kapal Motor (KM) Martasia yang berlayar dari Pulau
Jawa tujuan Banjarmasin, tenggelam saat memasuki perairan Tanjung
Dewa Kabupaten Kotabaru. Diduga kapal ternggelam akibat tingginya
gelombang air laut, Senin (7/6) sekitar pukul 01.30 Wita.
Á ÁHingga berita ini diturunkan pihak tim SAR Emergency 911 masih
melakukan pencarian. Salah satu anggota SAR, Jerry mengatakan,
sedang dilakukan pencarian terhadap 50 penumpang bersama awak KM
Martasia. "Sejak pukul 06.00 Wita pencarian dilakukan. Selama 10
jam pencarian ada 11 penumpang ditemukan dengan kondisi selamat,"
katanya.
Á ÁSedangkan lima penumpang lainnya saat ditemukan sudah dalam
kondisi tak bernyawa lagi. Sekitar pukul 15.00 Wita, tim SAR masih
terus melakukan pencarian terhadap 20 sampai 30 penumpang lagi yang
belum ditemukan. "Tim SAR dalam pencarian penumpang terkendala oleh
tingginya gelombang laut," ujarnya.
Á ÁDari informasi diterima à ÃHarian Mata BanuaÄ Ä dari tim SAR yang
ada di lokasi TKP tenggelamnya KM Martasia, Jerry, sudah ada 16
orang ditemukan selama pencarian 10 jam. Sayangnya, limna penumpang
ditemukan sudah tak bernyawa lagi.
Á Á"Dari penuturan korban yang selamat, KM Martasia tenggelam
sejak dini hari pukul 01.30 Wita, namun belum diketahui dengan
pasti apakah tenggelamnya kapal tersbut akibat kebocoran, tertubruk
sesuatu, atau tenggelam akibat dihantam gelombang besar,"
lanjutnya.
Á ÁInformasi didapat tim SAR 911, ada sekitar 50 penumpang
beserta ABK berada di KM Martasia tersebut. Dugaan lain masih ada
sekitar 20 hingga 30 orang masih berada di air. "Untuk nama nakhoda
tim SAR Basarnas masih belum mengetahui namanya, dan apakah nakhoda
dalam keadaan selamat, belum diketahui," tutupnya.
Á ÁPihak Dit Polair Polda Kalsel AKBP A Yulius Bambang K SIK
melalui Kasi Gakkum AKP Yudi Ridarto SIK, saat dikonfirmasi via
telepon seluler Senin sore mengatakan, pihaknya sudah mengirim anak
buah ke sana, dan belum ada kabar pasti tentang kejelasan mengapa
KM itu tenggelam dan berapa nyawa yang selamat.
Á ÁPeristiwa tenggelamnya kapal itu ditindaklanjuti oleh Polres
Kotabaru, sedangkan Dit Polair Polda Kalsel hanya sebatas membantu
saja. "Kita juga belum mengetahui persis kejadian laka air
tersebut. Petugas masih belum tiba di lokasi, masih menuju ke
sana," tutupnya. Ã Ãsam/adi

Rentut Belum Turun, Sidang Batal

BANJARMASINÄ Ä © Sidang lanjutan kasus dugaan sertifikat asli tapi
palsu yang menyeret Emmy Mardiana ke persidangan batal digelar.
Penundaan ini sudah terjadi dua pekan, padahal sidnag biasanya
dilaksanakan pada setiap hari Senin.
Á ÁPersidangan seyogyianya mengagendakan pembacaan tuntutan,
karena sudah beberapa kali persidangan, dengan menghadirkan
beberapa orang saksi dan saksi ahli hingga pemeriksaan terdakwa.
Á ÁTerdakwa Emmy Mardiana sendiri terlihat kooperatif, karena
sesuai penjadwalan ia selalu hadir dan berada di lingkungan
Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin.
Á ÁNamun sayang terdakwa enggan berkomentar dengan penundaan
sidang, dan memilih diam. Padahal ia selalu datang lebih awal dari
jadwal persidangan bersama penasihat hukumnya.
Á ÁJaksa penuntut umum (JPU) Arif Rahman SH HM yang menangani
perkara tersebut juga selalu hadir dan berada di lingkungan PN
Banjarmasin untuk melaksanakan persidangan.
Á ÁDikatakannya, sidang kasus dugaan sertifikat palsu dengan
terdakwa Emmy Mardiana yang telah memasuki tahap tuntutan kembali
tertunda, karena rencana tuntutan (rentut) yang telah diajukannya
belum lagi turun.
Á Á"Sidang rencananya pembacaan tuntutan, namun karena rentut©nya
belum turun maka sidang terpaksa ditunda," katanya.
Á ÁDisinggung mengenai terdakwa seandainya terbukti bersalah dan
majelis hakim menjatuhkan hukuman serta harus menjalaninya,
bagaimana dengan pembeli sertifikat tersebut, apakah bisa dikatakan
penadah.
Á ÁDikatakannya tidak bisa, karena ada itikad baik dari pembeli,
yakni dengan memberikan uang pinjaman dan tidak membayar dengan
sekaligus meskipun rencananya tanah itu dibeli dengan harga murah.
Á Á"Apabila terdakwa terbukti bersalah, berarti barang dirampas
untuk dikembalikan ataupun dirampas untuk negara, dan otomatis
pembeli dalam hal ini adalah H Muhidin rugi karena telah
mengasihkan uang," ungkapnya.
Á ÁTerdakwa yang merupakan warga Jl Karang Anyar Kompleks Balitan
Jaya Permai Blok I No 14 Rt 01 Rw 08, Kecamatan Loktabat Utara,
Banjarbaru, didakwa telah melanggar pasal 263 ayat (2) KUHP, yakni
terdakwa telah dengan sengaja memakai surat palsu atau yang
dipalsukan seolah©olah sejati jika pemakaian surat itu dapat
menimbulkan kerugian.
Á ÁSedangkan dalam dalam dakwaan kedua, terdakwa dianggap
melanggar pasal 385 ayat (2) KUHP yang bunyinya dalam berkas
dakwaan bahwa terdakwa dengan maksud untuk menguntungkan diri
sendiri atau orang lain dengan melawan hak menjual, menukar, atau
menjadikan tanggungan hutang sesuatu hak rakyat dalam memakai tanah
pemerintah atau tanah partikulir atau sesuatu rumah, pekerjaan,
tanaman atau bibit ditanh tempat orang menjalankan hak rakyat
memaki tanah itu, sedang diketahuinya bahwa orang lain yang berhak
atau turut berhak atas barang itu.
Á ÁDiberitakan sebelumnya, diseretnya terdakwa ke PN Banjarmasin,
karena diduga telah menjual tanah bermasalah seluas 85 X 340 meter
ke H Muhidin (49), warga Kompleks Bunyamin Raya V No 19
Banjarmasin, pada 20 Desember 2006. Berdasar surat jual putus,
tanah dihargai Rp1.445.500.000 atau Rp1,4 milyar.Ô h) 0*0*0*° ° ÔŒÁ ÁNamun, dari barang bukti kuitansi yang ada pada Emmy,
pembayaran tanah tersebut dilakukan secara nyicil, mulai 10
Februari 2007 hingga 4 Mei 2007 dengan total sekitar Rp600 juta.
Á ÁEmmy, warga Banjarbaru dilaporkan Nirwanati (68), warga Jl
Pulo Mas III A/9 RT 004 RW 012 Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Pulau
Gadung Jakarta Timur karena diduga sudah merugikan pelapor, setelah
memalsukan SHM No 21/1972.
Á ÁKuasa hukum Nirwanati, Ketut Bagiada SH yang berkantor Jl Hang
Tuah No 34A Sanur, Denpasar, Bali menerangkan kepada pers, akibat
tindakan Emmy, kliennya mengalami kerugian hingga Rp2 miliar,
akibat tanah miliknya di Jl A Yani Km 17,45 Gambut, Kabupaten
Banjar sesuai SHM Nomor 537, pengeluaran Sertifikat Sementara
tanggal 10 Nopember 1977, di Desa Gambut, Kecamatan Gambut,
Kabupaten Banjar, Gambar Situasi No 602/77 seluas 10.000 meter
persegi atas nama Nirwanati, diserobot Emmy.
Á ÁDari hasil penelitian tim ad hoc yang ditandatangani Kepala
Bidang Pengkajian dan Penanganan Sengketa, Konflik dan Perkara
Pertanahan Amir Machmud Tjiknawi SH MH, diduga kuat SHM No 21/1972
atas nama Miansyah palsu atau hasil menyontek SHM No 21/1972 atas
nama L Koenoem yang letak tanahnya di Jl A Yani Km 13,600.Ã Ã ris/adi

Minggu, 05 Juni 2011

Berkas Pengadaan NISN Tahap I

BANJARMASINÄ Ä © Berkas kasus dugaan korupsi pengadaan kartu Nomor
Induk Standart Nasional (NISN) di Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin
yang telah ditangani Unit Tipikor Polresta Banjarmasin telah
memasuki tahap I.
Á ÁSaat ini berkas tersebut telah ada pada pihak Kejaksaan Negeri
(Kejari) Banjarmasin, dan masih dipelajari untuk penyempurnaan atau
kelengkapan berkas tersebut.
Á ÁMenurut Plt Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Banjarmasin,
Erwindu SH, melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus)
Ramadhani SH, ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (3/6), berkas
perkara dugaan korupsi pengadaan kartu NISN sudah tahap I. Berkas
tersebut telah diserahkan pihak penyidik Polresta Banjarmasin sudah
beberapa hari yang telah lewat.
Á Á"Kita terima berkas sekitar satu mingguan sudah, dan masih
dipelajari tentang kelengkapan berkas tersebut. Mudah©mudahan dalam
waktu dekat sudah tahap II atau dinyatakan telah lengkap (P21),"
katanya.
Á ÁDikatakannya, dalam berkas tersebut ada tiga orang yang telah
ditetapkan sebagai tersangka, dan kerugian negara sekitar
Rp77.688.639, terjadi pada periode Nopember sampai dengan Desember
2008.
Á Á"Dalam berkas tersebut tersangkanya ada tiga orang di
antaranya adalah Drs H Rudy Ikhwansyah," ungkapnya.
Á ÁDalam berkas itu dijelaskan, fakta yang ditemukan bahwa
tersangka dengan sengaja menghindari pelelangan umum dengan cara
membagi anggaran yang diambil dari APBD Perubahan Tahun 2008
sebesar Rp191.350.000, menjadi empat paket kegiatan.
Á ÁDua paket pemilihan langsung untuk pengadaan NISN siswa
SD/SDLB/MI, dan dua peket lagi penunjukan langsung untuk pengadaan
NISN siswa SMP/SMPLB/SMPT/Mts/Ponpes.SMA/SMALB/SMK/MA, sehingga
Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin kehilangan kesempatan
memperoleh harga yang paling menguntungkan dari penyedia
barang/jasa. Dengan adanya kegiatan tersebut negara dirugikan
Rp77.688.739.
Á ÁTersangka Drs Rudy Ikhwansyah merupakan mantan Kasubdin Bina
Program Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, yang bakal dijerat
dengan pasal 2 dan 3 jo pasal 15 UU RI No 31 Tahun 1999 jo UU RI No
20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Á ÁDiberitakan sebelumnya bahwa pihak penyidik Polresta
Banjarmasin yang telah menangani kasus dugaan korupsi pengadaan
NISN, telah menetapkan tiga tersangka yakni, Kepala Pemberdayaan
Masyarakat dan Perempuan Kota Banjarmasin, Drs H Rudy I MSi, dan
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Ny Hj Elvi H SPd, serta
salah seorang yang berinisial KD (38), selaku pengawas sekolah pada
Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin yang berdomisili di kawasan Jl
Tembus Pramuka Kecamatan Banjarmasin Timur.Ã Ã ris/adi