Senin, 28 Maret 2011

Bersama Dir Sabhara Polda Jatim Kombes Pol Elia W

28 Maret 2011, Adi Mata Banua, Arif Barito Pos, Dir Sabhara Polda Jatim Kombes Pol Elia Wasono, Tuwarno RRI dan Beben RCTI Banjarmasin.

Bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Untung S Rajab

28 Maret 2011, Dina TVRI, Adi Mata Banua, Beben RCTI, Kapolda Jatim Irjen Pol Untung, Aqli KPost dan Tuwarno RRI Banjarmasin.

Rabu, 23 Maret 2011

Heboh Paket Misterius Diduga Bom

BANJARMASINÄ Ä © Sebelumnya mungkin tidak terbayangkan oleh masyarakat
Kalimantan Selatan, khususnya Kota Banjarmasin, kalau bom paketan
yang menjadi berita hangat dan sering ditayangkan di televisi,
bakal ada di kota yang dijuluki Seribu Sungai ini.
Á ÁRabu (23/3) pagi kemarin, warga Kelayan B Gg Babussalam RT 1,
Kelurahan Kelayan Timur, Kecamatan Banjarmasin Selatan, digegerkan
dengan ditemukannya sebuah paketan yang diduga adalah bom.
Á ÁPaketan yang diduga kuat bom itu ditemukan di teras rumah
milik warga dengan nomor rumah 29, atas nama H Syaipul alias Ipul,
yang telah ditinggal pemiliknya pergi.
Á ÁTemuan tersebut sontak menjadi perhatian warga yang tanpa
dikomando berdatangan untuk menyaksikan atau melihat langsung,
karena paketan yang diduga kuat bom itu membuat penasaran semua
warga.
Á ÁRasa cemas bercampur penasaran sepertinya ada di hati warga
sekitar yang berdatangan untuk melihat langsung atau secara dekat
paketan tersebut, meski terhalang oleh garis police line yang
terlebih dulu dipasang polisi.
Á ÁBukan hanya warga sekitar saja yang penasaran, wartawan pun
juga penasaran tentang paketan yang diduga kuat bom yang telah
diledakkan tim Gegana Brimob Polda Kalsel.
Á ÁMenurut Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Hilman Toyib, ketika
dikonfirmasi wartawan, setelah diledakkannya paketan itu
mengatakan, paketan itu memang ada unsur bom, dengan daya ledak
ringan.
Á Á"Untuk sementara unsur©unsur ini mengarah ke bom, namun
ditelusuri dan diselidiki, bentuknya seperti kotak dan terdapat
cairan, semacam digunakan untuk bom ikan," katanya
Á Á"Dengan adanya kejadian seperti ini kita mengharapkan kepada
warga untuk selalu dan tetap waspada dengan melakukan sistem
kamtibmas atau siskamling, untuk mencegah adanya teror©teror
semacam ini," ungkapnya.
Á Á "Saya berterima kasih pula kepada tim Gegana yang sudah
mengambil langkah baik, karena tindakan seperti inilah yang kita
harapkan setelah dihubungi kemudian dengan cepat datang dan
melakukan sterilisasi hingga dilakukan peledakan," paparnya.
Á ÁDisinggung mengenai paketan yang diduga kuat bom itu, ada
kaitannya dengan para teroris atau kejadian di Jakarta, ia
mengatakan masih dilakukan pendalaman, karena paketan tersebut
tidak ada alamat tujuan serta motifnya.
Á Á"Kita belum bisa mengambil kesimpulan, semuanya perlu
pendalaman lagi terkait dengan adanya paket itu, dan saya berharap
semoga tidak ada kaitannya dengan kejadian di Jakarta," jelasnya.
Á ÁSedangkan paket yang diduga kuat bom itu pertama berada di
samping kiri teras rumah menuju pintu utama. Orang yang pertama
kali menemukan adalah anak pembantu penghuni rumah tersebut bernamaÔ h) 0*0*0*° ° Ô Rustam (35), sekitar pukul 07.30 Wita.
Á ÁMenurut Rustam, di rumah No 29 RT 1 Gg Babussalam Kelayan B,
yang telah ia tempati bersama ibunya merupakan milik H Syaipul
alias Ipul. Ia bersama ibunya dipercayakan untuk mendiami atau
merawat rumah tersebut, karena pemiliknya sering pergi keluar kota.
Á ÁSaat itu Rustam membuka pagar untuk mengambil cucian di
rumahnya yang jaraknya cukup dekat, kemudian matanya tertuju ke
teras samping sebelah kiri dan melihat paketan tergeletak di teras
bawah.
Á ÁBegitu ia dekati ternyata paketan tersebut seperti kotak
dibungkus lakban dan di sela©sela lakban terlihat kabel warna merah
dan hitam yang membuat Rustam melapor kepada ketua RT.
Á Á"Melihat ada kabelnya kemudian saya langsung melapor kepada
ketua RT, dan kemudian mengasih tahu ibu saya yang masih berada di
dalam," katanya.
Á Á"Saya tidak berani menyentuh benda tersebut, karena takut
kalau meledak," ungkapnya.
Á ÁSementara menurut Samsidah, ibunya Rustam, kalau ia tahu ada
paketan yang diduga bom itu setelah dikabari sang anak, kemudian ia
mencoba untuk melihat namun dilarang, karena takut kalau bom
benaran dan bisa meledak.
Á Á"Saya saat itu masih di dalam rumah, karena saya tidak enak
badan, kemudian dikasih tahu anak saya ada paketan diduga bom, dan
ketika saya mau melihat dilarang anak saya, karena khawatir,"
akunya.
Á ÁHingga saat ini masih belum jelas paketan yang diduga bom
tersebut, baik itu tujuan atau indikasi, maupun motifnya, namun
kepada masyarakat diharap tetap terus waspada.
Á ÁInformasi didapat H Syaipul alias Ipul pemilik rumah tersebut
merupakan tokoh kuat agama Islam yang memiliki wisma HSN Azzahra di
Kompleks Al©Habsy di kawasan Jl HM Arsyad Tanah Abang, Jakartaà Ã.
ris/adi

Jaringan Sabu LP Diungkap Sat Narkoba

BANJARMASINÄ Ä © Jaringan sabu Lembaga Pemasyarakatan (LP) Teluk Dalam
kini tengah diungkap Sat Narkoba Mapolresta Banjarmasin, sehingga
satu bandar dan satu kurir dibekuk, begitu pula bandar sabu yang
berstatus narapidana, Kacip ikut terseret, Rabu (23/3) sore
kemarin.
Á ÁSebelumnya aparat Unit I Sat Narkoba Polresta pimpinan Iptu
Hadi Siagian SH bersama aparatnya, menciduk dua orang, satu selaku
bandar kecil, Alam (41) residivis kasus sama tahun 2000 silam, saat
di rumahnya di Jl Masjid Jami RT 2 Sungai Jingah Banjarmasin Utara,
Senin (21/3) sekira pukul 23.00 Wita.
Á ÁSaat penyergapan, ia bersama kurirnya Berkat alias Akat (31),
warga Jl Antasan Kecil Timur Dalam (AKTD) RT 19 Banjarmasin Utara,
dengan sabu seberat 50 gram senilai Rp80 juta lebih. Sabu itu bisa
dipecah menjadi 500 paket pesanan dari Naim, masih DPO Sat Narkoba.
Á ÁUniknya, tarnsaksi narkoba dilakukan oleh bandar sabu
Banjarmasin via telepon ke Kacip, seorang narapidana LP Teluk Dalam
Banjarmasin.
Á ÁSabu itu pesanan Alam sebanyak 50 gram, kemudian transaksi
dilakukan oleh kurir Kacip, yaitu Idar, sehingga sampai ke tangan
Berkat.
Á ÁDikatakan Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Drs Hilman Thayib
SIK disertai Kasat Narkoba Kompol Christian Rony SIK dan Kabag
Sunram Kompol Agus S SIK, Rabu (23/3) kemarin, tersangka sabu yang
diciduk dua orang itu adalah jaringan sabu antar LP, diduga mereka
termasuk jaringan sabu Hokai, napi Nusa Kambangan. "Dibongkarnya
jaringan ini melalui penyelidikan yang alot," katanya.
Á ÁBerkat nyanyian Hokai itulah, kedua tersangka sabu bisa
diringkus. "Berarti dari jumlah 50 gram itu, 500 orang warga
Banjarmasin selamat dari pemakaian sabu. Ini hasil pengembangan
kasus dari Jawa di LP Nusa Kambangan, dan mengarah ke LP Teluk
Dalam," ucapnya.
Á ÁDikatakan, saat dilakukan razia pada LP, aparat memang sempat
menunai hasil nihil. "Selain bandar besar tersangka K adalah
pengendali peredaran sabu, hukuman jelas seumur hidup," tegasnya.
Á ÁDalam tiga bulan ini sudah ada 52 tersangka dan sabu seberat
108,9 gram, mencapai 10 ons lebih.
Á ÁDiakui tersangka, pekerja sablon, Alam (41) dan pelaut Berkat
(31), sabu dipesan dari Kacip, tahanan di LP Teluk Dalam, via
telepon sebanyak 50 gram seharga Rp16 juta.
Á Á"Tapi bila pesan pergram Rp1,6 juta. Sabu itu pesanan teman
saya Naim, saya hanya penghubung bukan bandar sabu, kata Alam.
Á ÁSabu itu diambil oleh Berkat "Dia saya kasih Rp500 ribu,
sedangkan saya dapat untung Rp2 juta dari Naim. Barang sabu diantar
oleh kurir Kacip, bernama Idar, dan ini baru satu kali dilakukan.
Saat saya ada pesanan sabu, saya kontak Kacip dan mengiyakan barang
siap diantar oleh kurirnya," ujarnya. Ã Ãzal/adi

Selasa, 22 Maret 2011

Warga Diharap Waspada Teror Bom

BANJARMASINÄ Ä © Kapolda Kalsel Brigjen Pol Syafruddin mengakui kalau
di Kalsel masih tergolong aman dari ancaman teror bom. Hanya saja,
Kapolda berharap agar komponen masyarakat dan warga tetap waspada.
Á Á"Tadi kami menggelar GO di Polda Kalsel. Dalam analisa kita,
sementara ini memang daerah Kalsel alhamdulillah, termasuk aman
dari terorisme," ujar Syafruddin kepada para wartawan, Selasa
(22/3).
Á ÁHanya saja, lanjutnya, Kalsel tidak bisa juga lepas dari
pengaruh global, regional maupun nasional. "Harus diakui, dari
serangkaian teror bom, khususnya paket bom sedikit banyaknya ada
berpengaruh terhadap warga Kalsel. Ada memang kekhawatiran kalau
hal semacam itu juga terjadi di sini," cetusnya.
Á ÁMaka dari itu, lanjutnya, ia mengajak segenap komponen
masyarakat agar menyikapi, mensiasati, mengantisipasi untuk selalu
waspada jika ada paket©paket yang tidak jelas pengirimnya apalagi
mencurigakan.
Á Á"Jika memang ada paket yang mencurigakan, segera laporkan ke
aparat terdekat untuk selanjutnya akan ditangani oleh aparat
terlatih seperti Gegana Brimobda Polda Kalsel," imbaunya.
Á Á Menurutnya, teror paket bom buku di Utan Kayu Jakarta
merupakan modus baru bagi terorisme. Ia pun menyambut baik jika ada
kerja sama dari pengusaha jasa pengiriman paket atau ekspedisi
dengan aparat Densus 88 atau Gegana, sehingga teror paket bom buku
bisa diketahui sedini mungkin.
Á Á"Hanya saja, memang ada kendala, karena pendeteksian terhadap
paket tidak semudah yang dibayangkan. Pendeteksi bom akan sangat
peka terhadap paket yang berisi metal. Padahal, paket berisi barang
elektronik juga mengandung metal. Nah, jika ini dilakukan secara
ketat, justru menghambat usaha pengiriman paket. Namun, kita akan
berharap agar semua pihak tetap waspada," bebernya.
Á ÁKapolda yang dulu pernah sukses membekuk jaringan teroris di
Sumatra Utara (Sumut) ketika menjadi Wakapolda Sumut itu,
mengatakan, serangkaian teror paket bom memang ditujukan untuk
membuat masyarakat resah.
Á Á"Sekali lagi memang dituntu kerja keras dari aparat kepolisian
untuk mengantisipasi terorisme sehingga tak jatuh banyak korban.
Namun, tanpa bantuan segenap komponen masyarakat, polisi tentu tak
bisa mengungkap kasus©kasus itu," katanya. Ã Ãadi

Lagi Buron Penipu Batu Bara Tertangkap

BANJARMASIN © Danang, seorang buronan yang menjadi tersangka dalam
kasus penipuan bisnis batu bara berhasil ditangkap jajaran Sat I
Krimum Dit Reskrim Polda Kalsel, baru©baru tadi.
Á ÁPria berusia 37 tahun ini tertangkap di Bandara Syamsuddin
Noor Banjarbaru setelah sebelumnya berusaha dikejar aparat hingga
apartemennya di Jakarta.
Á ÁSenin (22/3), Kasat I Krimum AKBP Namora L Simanjuntak
mengakui kalau pihaknya baru saja menangkap buronan kasus penipuan
bisnis batu bara, atas nama Danang, warga Apartemen Rasuna Tower I
Lantai XIV Jakarta Selatan.
Á ÁPadahal, buronan ini cukup licin karena beberapa bulan dicari
petugas. Sampai berita ini diturunkan, Danang, masih ditahan di sel
Polda Kalsel untuk menjalani proses hukum.
Á ÁDanang mulanya dilaporkan oleh H Jahrul Hatta karena dianggap
telah menipu pelapor senilai Rp650 juta.
Á ÁPelapor mengadukan Danang sekitar September 2010 lalu.
Mulanya, Hatta dengan Danang terlibat bisnis batu bara. Batu bara
yang sudah dikirimkan, semestinya harus dilunasi Danang. Hanya
saja, Danang tidak melaksanakan kewajibannya melunasi sisa uang
yang mestinya menjadi milik Hatta.
Á ÁDanang dalam pembayaran sisa uang batu bara hanya mengirimkan
cek. Ironisnya, begitu cek itu akan dicairkan oleh pelapor,
ternyata cek itu kosong.
Á ÁTersangka oleh polisi dijerat dengan pasal penipuan 378 KUHP.
Modus penipuan batu bara memang kerap terjadi di Kalsel. Sudah
banyak penipu yang diproses hukum dan menjalani kehidupan sebagai
terpidana. Ã Ãadi

Pernikahan

Adi Permana dan Nazmah, Juni 2001

Senin, 21 Maret 2011

Pegawai Koperasi Terlibat Sabu

BANJARMASIN © Seorang diduga kepala cabang Koperasi Berkah, Ikhwan
(44), dan pegawainya Hendrik (44), tertangkap petugas Subdit II Dit
Resnarkoba Polda Kalsel, Jumat (18/3) sekitar pukul 15.30 Wita di
kantor Koperasi Berkah, Jl Cemara Raya. Banjarmasin Utara.
Á ÁSelain Ikhwan dan Hendrik, polisi juga mengamankan penghubung,
Darmawan (40), warga Jl Pangeran RT 07 No 162 Kelurahan Pangeran,
Banjarmasin Utara, serta kurir sabu, Burhan (28), warga Jl Agraria
II Gg 4A RT 34 RW 12 No 04, Kelurahan Basirih, Banjarmasin Barat.
Á ÁDari keempat tersangka ini, polisi menyita barang bukti,
terdiri satu paket sabu berat 3,63 gram atau berat bersih 3,43
gram, kemudian satu paket sabu kecil, 0,27 gram serta mobil Honda
Jazz warna hitam DA 7425 BE, satu buah timbangan digital dan
sejumlah HP.
Á ÁDir Resnarkoba Kombes Pol Agus Budiman Manalu melaluiÁ Ð Ð F ÁKasubdit II AKBP Jimmy A mengakui kalau pihaknya berhasil
mengamankan empat tersangka pengedar sabu yang diduga bersumber
dari Joni yang kini masih mendekam di LP Teluk Dalam.
Á ÁMenurutnya, di antara empat tersangka, dua adalah pegawai di
Koperasi Berkah, yakni Ikhwan, warga Jl Handil Bakti Kompleks
Keruing Indah RT 13 Blok L No 23 Kelurahan Semangat Dalam Kecamatan
Alalak, Batola dan Hendrik, warga Jl Sutoyo S Gg Amsoka II RT 06 RW
17 No 16D Kelurahan Antasan Besar Banjarmasin Tengah.
Á ÁBermula dari informasi bahwa Darmawan kerap mengedarkan sabu,
maka polisi berupaya memancingnya dengan berpura©pura memesan sabu
dari Darmawan.
Á ÁTanpa curiga, Darmawan mengakui kalau ia bisa menyediakan
sabu. Kemudian, Darmawan diduga mengontak Ikhwan. Ikhawan diduga
menelepon Joni untuk mengeluarkan sabu sesuai pesanan calon
pembeli.
Á ÁIkhwan bekerja sama dengan Hendrik untuk mempersiapkan sabu
itu. Lantas Darmawan, Ikhwan dan Hendrik berkumpul di kantor mereka
untuk menunggu calon pembeli.
Á ÁSementara itu, sabu yang sudah disiapkan dibawa oleh Burhan
dari suatu tempat yang diduga dari komplotan Joni. Burhan kemudian
datang juga ke kantor koperasi itu mengendarai mobil Hinda Jazz.
Á ÁBegitu semuanya berkumpul dan calon pembeli berada di sana,
transaksi pun akan dilakukan. Namun, tiba©tiba tanpa sepengetahuan
para tersangka, para polisi sudah mengepung mereka, sehingga
keempat tersangka tak bisa lagi berkutik.
Á ÁDari tangan Burhan, polisi menyita satu paket sabu seberat
3,63 gram. Begitu juga saat dilakukan penggeledahan di dalam mobil,
polisi lagi©lagi menemukan barang bukti sabu seberat 0,27 gram.
Á ÁKeempat tersangka dikenakan pasal 114 UU No 35 Tahun 2009
tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal empat tahun
penjara.
Á Á"Kasus ini masih dikembangkan karena ada dugaan keterlibatan
residivis sabu, Joni," kata Jimmy. adi

Keluarga Terpidana Minta Keadilan Hukum

BANJARMASINÄ Ä © Rahmi, kakak dari terpidana Taufik Rahman yang sudah
dijebloskan ke dalam penjara, selama 18 bulan karena tersentuh
kasus proyek pengadaan alat studio dan komunikasi dari Kantor
Pengelolaan Data dan elektronik (KPDE) Kabupaten Tabalong tahun
2007, Base Tranciever Station (BTS), merasa keberatan.
Á ÁSudahlah sang adik dihukum dalam kasus proyek senilai Rp770
juta, dan hukuman yang dijalani belum selesai, Taufik kini diadukan
lagi masalah pemalsuan tanda tangan.
Á ÁKepada kuli tinta termasuk à ÃHarian Mata BanuaÄ Ä, Rahmi yang
didampingi Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemerhati Hukum
dan Lingkungan (MPHL) Kalsel, Umar N SMHK, pada Jumat (18/3) sore,
meminta keadilan hukum, serta pertanyakan tindak lanjut dari proses
hukum terhadap terdakwa Muhamad Iksan Ngratubun, dan Gunadhi
Supriyadi, yang sampai saat ini (DPO) Kejari Tanjung.
Á Á"Ihsan orangnya hanya dua kali jalani sidang, tapi ia bebas
berkeliaran. Sejak divonis hukuman oleh PN Tanjung selama 12 bulan,
ia hanya sempat dua hari ditahan. Saat diperiksa dikatakan sakit,
dari surat keterangan yang dibuat oleh Dr Eny Dahliana, bantarannya
surat sakit ke Ketua PN Tanjung Purwanto SH," tanyanya heran.
Á Á"Kenapa tersangka lainnya Ihksan tak diproses hukum, sejak
awal Februari 2007, hingga sidang pertama (25/6) 2010, hakim ketua
saat itu Pak Purwanto SH. Anehnya Ihsan yang ditetapkan DPO oleh
pihak Kejari Tanjung, pulang pergi Jakarta©Banjarmasin. Kita bicara
begini berdasarkan saksi mata dari keluarga terpidana sendiri,"
ucapnya.
Á ÁBegitu juga dengan Gunadi yang adalah DPO Kejari Tanjung.
Gunadi tak ada saat putusan sidang berlangsung. "Beda sama Ihsan 12
bulan dan Taufik adik saya 18 bulan penjara, anehnya juga Tajuddin
selaku kuasa pengguna anggaran (KPA), tak terlibat dalam kasus
proyek BTS di Kabupaten Tabalong. Ini ada apa," tukasnya.
Á Á"Ihsan divonis oleh PN Tanjung, hingga masa tahanan habis ia
tak pernah datang di sidang. Saya akui ia sempat layangkan surat ke
Pengadilan Tinggi (PT), seharusnya pada Nopember 2010 adik kami
bebas dari tahanan," tegasnya.
Á ÁMenurutnya, masalah ini sudah ditembuskan ke Mahkamah Agung,
Kejaksaan Agung, ketua DPP MPHL, Kapolda dan Kejati, Kejari dan
Polres Tabalong.Ã Ã zal/adi

Jasad Korban Diautopsi

BANJARMASIN Ä Ä© Jasad Rifka Gunawan alias Rifka (20), karyawan NASA
yang diduga meninggal dunia akibat bunuh diri, rencananya Senin
(21/3) hari ini akan dikirim menuju kampung halamannya atau tempat
karabatnya di daerah Bandung, Jawa Barat.
Á ÁMinggu (20/3) kemarin, sekitar pukul 14.30 Wita, jasad Rifka
yang telah berada di kamar mayat RSUD Ulin Banjarmasin diautopsi
pihak rumah sakit.
Á ÁAutopsi dilakukan sesuai hasil koordinasi pihak kepolisian,
untuk memastikan penyebab kematian korban.
Á ÁMeskipun korban ditemukan tak bernyawa lagi tergantung dengan
sebuah tali selempang tas yang terikat di lehernya, di bagian atap
mess karyawan Nasa, namun belum cukup meyakinkan kalau korban
meninggal karena gantung diri.
Á ÁMenurut salah seorang anggota Polresta Banjarmasin, Brigadir
Agus, dilakukannya autopsi ini untuk memastikan penyebab kematian
korban, karena meskipun ditemukan dalam keadaan gantung diri, namun
ada kejanggalan sebab meninggalnya korban seperti bukan gantung
diri.
Á Á"Biasanya ciri©ciri orang meninggal karena gantung diri,
selain lidah ada bekas lilitan tali, lidah terjulur dan air mani
atau lendir dari kemaluan," katanya.
Á ÁTapi, lanjutnya, di tubuh korban kita tidak ditemukan tandaªtanda itu, apalagi wajah korban sepertinya biasa saja, tidak begitu
pucat layaknya orang yang meninggal akibat gantung diri.
Á Á"Maka dari itu untuk memastikan penyebab kematian korban
kemudian kita lakukan autopsi, agar belakangan nantinya tidak ada
lagi keraguan, seperti yang terjadi di wilayah Polsekta Banjarmasin
Selatan, beberapa waktu yang telah lewat," ungkapnya.
Á ÁDikatakannya, orang yang pertama kali melihat korban
tergantung adalah pembantu NASA yang ingin menjemur pakaian dan
melihat korban telah tergantung di tiang jemuran lantai V mess
karyawan NASA, di kawasan Jl Djok Mentaya RT 01, Kecamatan
Banjarmasin Tengah, Minggu (20/3) sekitar pukul 08.00 Wita.
Á ÁDekat korban tergantung ditemukan satu buah Hp dan rokok serta
mancis yang diduga miliknya. Korban sendiri saat tergantung
mengenakan celana jins pendek dan baju kaos oblong warna kuning,
dengan rambut terurai panjang.
Á ÁJasad korban kemudian dievakuasi pihak kepolisian dibantu tim
SAR Gabungan dan dibawa menuju kamar mayat RSUD Ulin menggunakan
mobil BPK Belmas.
Á Á"Menurut informasi, korban baru bulan Januari 2011 tadi
bekerja di NASA. Sedangkan pihak NASA dan orang yang pertama kali
melihat korban telah dipanggil untuk dimintai keterangan,"
jelasnya.
Á ÁDiketahui yang pertama kali melihat korban itu memang seorang
pembantu bernama Hakima (32), warga Jl Sungai Baru atau Pegadaian
RT 1, Kelurahan Pekapuran B Laut, Kecamatan Banjarmasin Tengah.Ô h) 0*0*0*° ° ÔŒÁ ÁMenurut salah seorang karyawan rumah sakit, tidak ada keluarga
dekat korban yang datang, adapun yang datang juga kerabat jauh dan
hanya sebentar, dan setelah dilakukan autopsi kemudian jasad korban
dimasukkan ke ruang pendingin. Rencananya jasad korban akan dikirim
ke rumah duka untuk disemayamkan hari ini, Senin (21/3).Ã Ã Ä Ä
à ÃÄ Ä Á ÁInformasi lain, korban adalah seorang pemandu lagu (ladies) di
THM Nasa, tinggal di mess NASA, lantai 4 di kamar No 2. Dara ayu
itu berasal dari Bandung Jawa Barat (Jabar), dan baru tiga bulan
tinggal di Banjarmasin.
Á ÁTewasnya dalam kondisi tragis, tergantung pada jemuran yang
digunakan untuk menjemur pakaian di lantai 5 paling atas bangunan.
Saksi mata pertama kali yang melihat Halimah (32), warga Sungai
Baru Banjarmasin. Pembantu pada mess NASA melihat korban tergantung
dengan sehelai kain mencekik lehernya.
Á ÁDari informasi terkumpul, pada Minggu (20/3) pukul 06.00 Wita,
di saat Halimah akan menjemur beberapa pakaian yang ia cuci, ia
dikagetkan oleh pemandangan yang memilukan. Pertama saksi mata
hanya kaget saja, karena mengira ada orang jahil memasang boneka
besar di jemuran.
Á ÁTapi saat dicermatinya yang tergantung itu ternyata adalah
orang benaran, iapun seketika berteriak sejadinya, sembari berlari
memberi tahu kejadian itu kepada Mami Ari (32).
Á ÁDiakui Mami Ari, saat di Sat Reskrim Mapolresta Banjarmasin,
ia sangat terkejut saat diberitahu pembantu kalau Rifka tewas
tergantung, sekira pukul 06.00 wita. Mami Ari langsung lapor ke
manajemen NASA dan pihak berwajib. Sekira pukul 08.00 Wita aparat
Identifikasi Sat Reskrim tiba di TKP.
Á ÁMenurut Mami Ari, sebelumnya pada pukul 14.00 wita Sabtu
(19/3) Rifka ada minta izin lewat SMS yang isinya bahwa ia tidak
dapat bekerja, lantaran sakit. Kesehariannya Rifka dikenal supel
dan baik kepada teman sepekerjaannya. Hanya saja ia tertutup,
mengenai masalah pribadi. "Ia jarang curhat dengan teman
sekamarnya, tapi bisa terbuka apabila itu urusan pekerjaan saja, ia
tidur sekamar sama Vero (30)," terangnya.
Á ÁKapolsek Banjarmasin Tengah AKP A Fathul Ulum SIK, saat
dikonfirmasi pukul 14.30 Wita mengatakan, saat ini kasusnya telah
ditangani oleh pihak Mapolresta Banjarmasin.
Á ÁPolisi memerika Halimah (32) dan selesai pada pukul 15.30.
Sedangkan Mami Ari (32), Vero (30), diperiksa hampir tiga jam,
selesai pada pukul 16.30 Wita.
Á ÁKasat Reskrim Mapolresta Banjarmasin Kompol Suhasto SIK, saat
dikonfirmasi via telepon seluler masih berada di Semarang. "Yang
jelas saat ini benar kasus ditangani Sat Reskrim. Hasil autopsi
dari rumah sakit, Rifka meninggal akibat gantung diri, bukan
dibunuh," tegasnya.
Á ÁIrwan, supervisor Karaoke THM NASA saat dikonfirmasi via
telepon mengakui, ada ladiesnya yang tewas. "Ada pemberitahuan
lewat telepon, namun ceritanya sama sekali tak tahu persis,"
katanya.
Á ÁIsu beredar, tewasnya ladies ini karena frustrasi, karena
dirinya hamil, sementara sang pacar seorang dokter tak mau
bertanggung jawab. Namun, isu ini belum tentu kebenarannya.Á Ð Ð F Á
à Ãris/zal/adi

Jumat, 18 Maret 2011

Kadishub Tala Dituntut Setahun Penjara

PELAIHARI © Ä ÄSetelah menjalani persidangan yang cukup panjang,
Kadishub Tala H Syamsul Fajerie divonis satu tahun penjara oleh
majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pelaihari dalam sidang, Kamis
(17/3).
Á ÁVonis tersebut sedikit lebih ringan dari tuntutan jaksa
penuntut umum (JPU) di mana dalam tuntutannya setahun tiga bulan
dengan denda Rp50 juta.
Á ÁPejabat teras di lingkungan Pemkab Tanah Laut ini hanya bisa
tertunduk dan tetap tenang setelah mendengar vonis yang dijatuhkan
oleh majelis hakim. Bahkan ia belum menyatakan menerima atau
menolak putusan tersebut. Namun, setelah berkonsultasi dengan
pengacaranya, Abdul Kadir, ia mengatakan akan melakukan banding
atas putusan majelis hamkim tersebut.
Á ÁMenurut pengacar terdakwa, kesalahan kliennya dicari©cari,
padahal kliennya dalam pelaksanaan proyek maupun lainnya sudah
menjalankan perannya dengan baik. Sebab sebagai kepala dinas tentu
sudah membagi©bagi tugas sesuai dengan porsi dan kewenangannya
masing©masing.
Á Á"Tidak mungkin seorang kepala dinas harus mengawasi semua
jalannya proyek. Sementara tugas kewenangan untuk menjalankan
proyek itu sudah dibagi©bagi," ujar Kadir.
Á ÁSidang dugaan korupsi proyek pengadaan logo perhubungan tahun
2008 tersebut berlangsung cukup ramai, terlebih sidang putusan
tersebut dihadiri sejumlah pegawai Dishub Tala. Kedatangan pegawai
Dishub Tala itu tak lain guna memberikan semangat pada atasannya
tersebut.
Á ÁSeperti diketahui, proyek pengadaan logo perhubungan tersebut
bersumber dari anggaran daerah dengan pagu sebesar Rp75 juta. Ada
tiga kontraktor yang mengikuti lelang, namun CV Andhika akhirnya
ditetapkan sebagai pemenang karena penawarannya terendah yakni
Rp73.428.000.
Á ÁPekerjaannya berupa pembuatan logo perhubungan yang merupakan
identitas dinas perhubungan. Logo ini dibangun di depan kantor
Dishub Tala. Bentuknya menyerupai bola dunia berwarna biru langit.
Á ÁDalam dakwaannya pada sidang pekan lalu, JPU menyatakan telah
terjadi penyimpangan pada pelaksanaan proyek tersebut. Pekerjaan
diduga tidak sesuai dengan perencanaan sehingga merugikan negara
puluhan juta rupiah.
Á ÁSecara terpisah, JPU Anwar SH usai vonis mengatakan, kasus
sudah divonis, namun pihaknya masih menunggu kabar apakah mereka
banding atas putusan tersebut.
Á ÁTerkait dengan keterangan Kadishub Tala bahwa yang paling
berperan dalam proyek tersebut adalah Ervan, saat ini kejaksaan
masih mendalmi penyelidikan terkait keterlibatan mantan Kabag TU
Dishub Tala tersebut.
Á ÁErvan Riadi diduga terkait proyek pengadaan logo perhubungan
tahun 2008. Pegawai Pemkab Tala itu kini bertugas di Badan
Perpustakaan dan Arsip sebagai fungsional arsiparis. can/adi

Nor Ilham Divonis Satu Tahun

BANJARMASINÄ Ä © Mantan Kabag Keuangan Pemerintah Kota (Pemko)
Banjarmasin, H Noor Ilham yang menjadi terdakwa dalam dugaan kasus
tindak pidana korupsi dana siluman (Dansil) kembali didudukkan di
kursi persidangan Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin.
Á ÁDalam sidang lanjutan yang digelar di ruang Candra PN
Banjarmasin, Kamis (17/3) kemarin, mengagendakan putusan. Isi
putusan hanya dibacakan dengan singkat secara bergantian oleh
majelis hakim yang diketuai, Agung Wibowo SH, bersama dua hakim
anggota Eko Purwanto SH dan Suswanti SH MH.
Á ÁInti dari isi putusan tersebut, majelis hakim menyatakan
terdakwa berdasarkan fakta yang terungkap dalam persidangan,
terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dan dijatuhi hukuman
selama satu tahun dengan denda sebesar Rp50 juta subsidair selama
dua bulan.
Á ÁDengan demikian hukuman yang diterima terdakwa lebih ringan
enam bulan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) M Irwan SH cs
yang menuntutnya selama satu tahun enam bulan denda Rp50 juta atau
subsidair enam bulan.
Á ÁMajelis hakim sependapat dengan JPU bahwa terdakwa terbukti
secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak
pidana korupsi melanggar pasal 3 jo pasal 18 ayat (1) huruf b UU No
31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang
Perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak
Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke©1, jo pasal 64 ayat (1) KUHP
sebagaimana dalam dakwaan subsidair.
Á ÁMenurut majelis hakim terdakwa memang dinyatakan bersalah, dan
dijatuhi hukuman yang setimpal, namun majelis juga mempunyai
pertimbangan. Hal yang meringankan terdakwa karena ada niat baik,
yakni telah mengembalikan uang sekitar Rp50 juta, dan hal yang
memberatkan terdakwa karena diduga membiarkan terjadinya
pengeluaran dana siluman yang tidak semestinya.
Á ÁSeperti biasanya, terdakwa yang hadir dengan tenang duduk di
kursi pesakitan menjalani proses persidangan, begitu pula ketika
majelis menjatuhkan vonis, terdakwa tetap saja tenang. Bahkan
ketika majelis menanyakan prihal putusan tersebut, terdakwa dengan
tenang menjawab pikir©pikir.
Á ÁDiketahui, terdakwa Noor Ilham alias Anang Ilham merupakan
mantan Kabag Keuangan Pemko Banjarmasin, dan dalam kasus Dansil
jilid IV, Anang Ilham dituding telah menikmati Rp98 juta.
Á ÁSebelumnya, beberapa mantan anggota dewan periode 1999©2004
yang menjadi terdakwa kasus Dansil juga telah menjalani persidangan
di PN Banjarmasin hingga menjalani kurungan karena telah dihukum
terbukti bersalah.Ã Ã ris/adi

Senin, 14 Maret 2011

Peti Ternyata Masih Ada

BANJARMASIN © Penambangan tanpa izin (peti) disinyalir ternyata
masih marak, sehingga membuat Kapolda Kalsel Brigjen Pol Syafruddin
merasa gerah dan memerintahkan anak buahnya untuk melakukan
penindakan di lapangan.
Á ÁBeberapa waktu lalu, Kapolda mengakui kalau memang masih ada
peti di wilayah ini. Dir Sabhara Polda Kalsel Kombes Pol Sunaryo,
mengakui juga mendapat perintah dari Kapolda untuk melakukan
penindakan terhadap pelaku peti.
Á Á"Peti kemarin yang kita razia, kebetulan berada di lahan milik
Arutmin. Ini membuktikan, memang masih ada peti di daerah ini,"
ungkapnya.
Á ÁMenurutnya, Polda Kalsel akan menindak tegas pelaku peti.
Bahkan, Kapolda sudah mewanti©wanti, meskipun ada aparat yang
membekingi peti, juga akan ditindak tegas tak pandang bulu.
Á ÁPolda serius melakukan pemberantasan peti. Tim dari Sabhara
Polda Kalsel, pada Minggu (6/3) lalu sekitar pukul 22.00 Wita turun
ke lokasi diduga peti yang masih masuk kawasan milik Arutmin, di
Jl Cenko, Pandansari, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut.
Á ÁTim yang dipimpin oleh Kanit Pengawasan Tertentu Dit Sabhara
Polda Kalsel Kompol Agus Durijanto menemukan alat berat dan
beberapa mobil operasional yang diduga milik pelaku peti.
Á ÁAlat berat terdiri satu eksavator PC 200 dan dua mobil Toyota
DA 9044 C dan B 9675 TG.
Á ÁTak hanya itu, petugas juga menemukan batu bara di lokasi
sekitar 500 MT. Semua barang bukti kemudian oleh tim diserahkan
kepada Polsek Kintap Resort Tanah Laut untuk diusut lebih lajut.
"Sejak penemuan, diharapkan, dalam jangka setengah bulan, berkas
kasus dudah harus P©21 (lengkap)," terang Sunaryo.
Á ÁSebelumnya, pada Jumat (25/2) malam lalu, tim dari Sat IV Dit
Reskrim Polda Kalsel bersama Polres Tanah Laut juga mengamankan dua
unit alat berat jenis eksavator diduga melakukan penambangan batu
bara liar atau peti di kawasan Desa Serindai, Asam Asam Kintap,
Tanah Laut, Jumat (25/2) malam.
Á Á Dari dua unit alat berat itu, petugas juga mengamankan satu
orang operator yang akan menjalani proses penyidikan.Á x x A Á
Á ÁPantauan à ÃMata BanuaÄ Ä di lapangan, anggota Polda Kalsel yang
dipimpin Dir Reskrim Polda Kalsel, Kombes Pol Mas Guntus Laope tiba
di daerah Asam Asam, Jumat (25/2) sekitar pukul 22.00 Wita.
Á ÁKemudian sekitar pukul 23.00 Wita, anggota Polda Kalsel yang
dibantu anggota Polres Tala, mulai bergerak menuju lokasi
penambangan batubara diduga ilegal.
Á ÁDalam penyisiran itu, petugas menemukan sekitar delapan titik
tempat dilakukannya penambangan liar, dengan kondisi sudah seperti
sumur dan terdapat tumpukan batu bara serta ada yang sudah dimuat
dalam karungan.
Á ÁDiduga razia yang dilakukan anggota Polda Kalsel telah bocor,
sehingga para penambang liar sempat menghentikan aktivitasnya dan
menyembunyikan alat berat.
Á ÁTerbukti dengan delapan titik yang ditemui pada saat razia,
tempat tersebut sudah menjadi kubangan besar dan tidak mungkin
dilakukan dengan alat manual, apalagi dari tepi atau sisi lobang
tersebut nampak bekas cakaran alat berat.
Á ÁMeskipun dari delapan titik yang diduga dilakukan penambangÔ h) 0*0*0*° ° Ô liar itu petugas tidak menemukan alat berat yang digunakan, namun
petugas tetap memasang batas garis polisi (police line).
Á ÁAkan tetapi sebelumnya petugas telah mengamankan satu orang
dan dua unit alat berat jenis eksavator di kawasan Desa Serindai
Asam Asam, Kecamatan Kintab, di lahan PT Arutmin, sebelum tim Polda
Kalsel masuk lokasi.
Á ÁInformasi terhimpun, dilakukannya razia penambangan batubara
liar ini menindaklanjuti laporan masyarakat yang menyatakan kalau
di kawasan Desa Serindai Asam Asam, Kecamatan Kintap, Tala, marak
penambangan tanpa izin. Ã Ãris/adi

Jumat, 11 Maret 2011

Kamis, 10 Maret 2011

Tertangkap Saat Transaksi

BANJARMASINÄ Ä © Dua tersangka kasus narkoba yang berhasil ditangkap
dan diamankan di Dit Resnarkoba Polda Kalsel, hanya bisa pasrah dan
mengatakan tidak menyangka kalau mereka bakalan berurusan dengan
aparat penegak hukum.
Á ÁKedua tersangka mengaku menyesal telah melakukan perbuatan
melawan hukum, dengan menjadi kurir narkoba yang telah dilarang
dalam UU.
Á ÁNamun sayang, kalimat penyesalan yang keluar dari mulut
keduanya sudah terlambat, setelah anggota Dit Resnarkoba Polda
Kalsel memergoki keduanya telah melakukan transaksi narkoba jenis
sabu©sabu, Rabu (9/3) sekitar pukul 15.00 Wita.
Á ÁAdapun kedua tersangka yakni Gun alias Egon (21) warga Jl
Ampera Ujung RT 15 RW 05 No 163, Kelurahan Basirih, dan Mah alias
Iyan (37) warga Jl Gubernur Soebarjo Gg Flamboyan Ujung RT 06 RW
02, Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Barat.
Á ÁKeduanya tertangkap tangan oleh petugas saat melakukan
transaksi di pinggir Jl Basirih, Kelurahan Basirih, Kecamatan
Banjarmasin Barat, tepatnya di bawah Jembatan Basirih.
Á ÁSelain mengamankan kedua tersangka petugas juga menyita dua
paket sabu©sabu, satu paket saat transaksi dan satu paket lagi
ketika dilakukan penggeledahan, dan ditemukan satu paket tersebut
di tubuh tersangka Gun.
Á ÁKetika ditemui wartawan, kedua tersangka mengakui perbuatan
mereka yang menjadi kurir narkoba, dengan alasan karena terhimpit
ekonomi, dan sebagai penghasilan tambahan.
Á ÁMenurut mereka, untuk satu paket sabu©sabu itu mereka masingªmasing mendapat upah sekitar Rp20 ribu hingga Rp30 ribu, namun
untuk mendapatkan untung lebih banyak, mereka juga mengambil atau
menyisihkan sedikit isi paketan tersebut.
Á ÁMenurut Gun, barang haram itu ia dapat dari Hendri, warga
Banyiur dengan harga satu paketnya Rp250 ribu, dan ia mendapat upah
sebesar Rp20 ribu dari pemesan. Namun sebelum barang sampai pada
pemesan ia terlebih dulu menyisihkan sedikit satu paket sabu©sabu
itu.
Á Á"Saya beli tempat Hendri warga Banyiur, dan itu hanya paketan
kecil, dan baru tiga kali ini mencari pesanan orang," akunya.
Á ÁDisinggung mengapa ia melakukan perbuatan yang telah dilarang
pemerintah dan agama itu, ia mengaku karena keperluan ekonomi sebab
pekerjaannya sebagai buruh angkut di Pelabuhan Trisakti tidak
mencukupi.
Á Á"Kalau sudah begini kenyataan mau apa lagi, dan saya tidak
menyangka bakal tertangkap," ungkapnya.
Á ÁPerkataan serupa juga keluar dari mulut Mah alias Iyan, yang
juga tidak menyangka kalau dirinya bakal berurusan dengan pihak
penegak hukum.
Á Á"Saya tidak menyangka bakal tertangkap, padahal sebenarnya
bukan kami yang dicari pihak kepolisian, namun karena saat itu kami
transaksi terbuka dan pihak kepolisian melihat akhirnya menangkap
kami berdua," katanya.Ô h) 0*0*0*° ° ÔŒÁ ÁDir Resnarkoba Kombes Pol Agus Budiman Manalu mengakui kalau
pihaknya sudha menangkap kedua tersangka. Keduanya dikenai pasal
114 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkoba. Ã Ãris/adi

Polda Akan Tindak Semua Perbuatan Kriminal

BANJARMASINÄ Ä © Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Selatan
(Kalsel) Brigjen Pol Syafruddin akan melacak jaringan terpidana
Hartoni dalam kasus narkoba, yang saat ini menjalani pemeriksaan di
Cilacap terkait kasus yang sama.
Á ÁHartoni merupakan terpidana kasus narkoba yang berhasil
dibekuk jajaran Polda Kalsel beberapa tahun yang telah lewat dan
dikirim ke LP Narkoba Nusakambangan Cilacap Jawa Barat.
Á ÁBeberapa hari kemarin ia tertangkap tangan oleh pihak BNN
karena kedapatan memiliki atau menyimpan narkoba jenis sabu©sabu di
dalam LP tersebut. Bahkan di sela pemeriksaan oleh BNN, Hartoni
mengatakan kalau di Kalsel, peredaran narkoba cukup tinggi dan
nilai penjualannya pun cukup menjanjikan.
Á ÁInformasi yang didapat bahwa di Kalisel telah ada jaringan
Hartoni, yang hingga saat ini terus menjalankan bisnis barang
haram, dan terkenal rapi serta kuat.
Á ÁNamun, apapun pernyataan Hartoni, menurut Kapolda jangan mudah
dipercaya, sebab ia merupakan terpidana dan bisa saja ngoceh
semaunya.
Á Á"Terkait pernyataan Hartoni, itu bisa saja betul dan bisa saja
tidak, namun dilihat dulu datanya, dan jangan mudah percaya dengan
tersangka. Itu kan pernyataan dia, seperti yang sudah saya katakan,
pengungkapan narkoba itu berbanding lurus dengan kesuksesan atau
kegiatan masyarakat memberikan informasi, dan aktivitas maupun
agresivitas petugas. Saya tidak bisa membenarkan penyataan Hartoni,
tapi kita ketahui bahwa pengungkapan kasus narkoba di Banjarmasin
itu memang sangat banyak," katanya.
Á ÁDikatakannya bahwa jajaran Polda Kalsel sangat mengutamakan
atau menekankan untuk mengeroyok pengungkapan kasus narkoba, dan
itu sudah menjadi pekerjaan pihak kepolisian terutama Polresta
Banjarmasin. Namun ia tidak membantah kalau pengungkapan kasus
narkoba di Banjarmasin lebih tinggi dari wilayah©wilayah lain.
Á ÁDisinggung bagaimana bila terjadi peredaran narkoba di LP
Banjarmasin, Syafruddin mengatakan bahwa pihaknya telah antisipasi
dan semua aktivitas yang menyangkut para napi di LP betul©betul
diawasi, keluar masuk makanan, dan setiap hari harus ada yang
patroli.
Á Á"Saya pernah sidak rumah tahanan khsusnya tahanan narkoba, dan
saya juga perintahkan kepada kepala tahanan agar betul©betul
melakukan pengawasan dan setiap jam harus dikontrol," tandasnya.
Á ÁIa mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat maupun instansi
pemerintahan dan lembaga©lembaga untuk memerangi narkoba karena
bahaya dan resikonya sangat berat, bahkan bahaya narkoba juga bisa
menyebabkan datangnya penyakit Aids/HIV, karena dari 100 persen
penularan penyakit Aids/HIV itu 30 persennya adalah dari pemakai
narkoba atau melalui jarum suntik.
Á ÁDisinggung mengenai pengungkapan narkoba, mengapa kebanyakan
yang tertangkap itu hanyalah kurir dan pengedar maupun pemakai,
sedangkan pemilik atau bandarnya sangat jarang tertangkap,
menurutnya, memang logikanya seperti itu. "Yang tertangkap itu
pasti kebanyakan pemakai dan kurir saja, karena mereka memiliki
jaringan yang sangat kuat dan tidak mudah untuk diungkap. SatuÔ h) 0*0*0*° ° Ô bandar bisa seribu pengguna, tapi untuk menangkap bandar kita mulai
dari pemakai, dan bisa juga dari bandar langsung," katanya lagi.
Á ÁKapolda juga mengatakan bukan hanya menindak perkara narkoba
saja, pihaknya juga akan menindak segala bentuk tindak kriminal
termasuk para pelaku illegal mining, illegal fishing yang marak
terjadi.
Á ÁTerkait razia penambangan liar di Kabupaten Tala, ia
mengatakan hanya operasi rutin dilakukan pihak Polda beberapa hari
lalu hanyalah operasi rutin dan siapa pun pelaku akan ditindak baik
itu oknum atau tidak.
Á ÁSedangkan masalah setrum ikan yang terjadi di dua daerah, ia
mengatakan bahwa yang terjadi pada dua daerah itu karena memiliki
perda yang berbeda hingga terjadi perselisihan.
Á Á"Memang ada aturannya tapi ini terkait batas wilayah, ada dua
kabupaten di Kalsel mempunyai perda yang berbeda. Satu menyatakan
tidak mengatur dan satunya kabupaten menyatakan mengatur. Dengan
kejadian kemarin kita perlu mengambil hikmahnya untuk bisa seragam,
dan penyetruman itu jangan lagi ada dan tidak dibolehkan, karena
bukan hanya merusak habitat seperti ikan saja tapi bisa membunuh
manusianya dan habitat©habitat lain yang dilindungi," paparnya.
à Ãris/adi

Ranmor Delivery BPKB Diresmikan

BANJARMASIN © Dit Lantas Polda Kalsel semakin mengembangkan sayap
pelayanannya kepada masyarakat berkat diresmikannya kendaraan
bermotor delivery Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) oleh
Kapolda Kalsel Brigjen Pol Syafruddin, Kamis (10/3).
Á ÁDelivery BPKB adalah program mendekatkan pelayanan pembuatan
BPKB kepada masyarakat, sehingga masyarakat bisa memanfaatkannya
untuk tidak harus ke kantor Dit Lantas mengurus BPKB©nya.Á Ð Ð F Á
Á ÁSarana pendukung program, terdiri sebuah mobil Suzuki APV dan
dua motor Suzuki Smash. Ini merupakan hibah dari Suzuki. Secara
simbolis, penyerahan hibah dilakukan oleh petinggi Suzuki Rudy
Halim kepada Dir Lantas Kombes Pol Endro disaksikan Kapolda dan
petinggi lainnya.
Á Á"Hibah dari Suzuki ini sangat membantu kelancaran program
delivery BPKB. Kita mengucapkan terima kasih. Bahkan, kabarnya,
kalau sebulan mendatang, program ini ternyata membawa kepuasan
kepada masyarakat, maka hibah akan ditambah lagi," ujar perwira
tinggi berbintang satu ini seraya disambut tawa hadirin.
Á ÁPolantas menurut Kapolda, banyak bersentuhan dengan
masyarakat, sehingga harus benar©benar bisa menunjukkan kinerja
yang baik demi kepuasaan masyarakat yang memanfaatkan pelayanan,
baik SIM, STNK dan BPKB.
Á Á"Tapi tak hanya itu saja, pelayanan keamanan dan ketertiba
serta kelancaran lalu lintas juga sangat penting," cetusnya.
Á ÁSementara itu, Dir Lantas mengatakan, delivery BPKB diharapkan
bisa membantu masyarakat bisa dengan mudah mengurus BPKB tanpa
harus datang ke Dit Lantas. "Masyarakat bisa minta diantar BPKB©nya
tanpa dikenai biaya tambahan, melainkan biaya yang sudah baku
sebelumnya," ungkapnya.
Á ÁSelain itu, Kapolda juga berkenan meresmikan Zebra Cafe di
Polda Kalsel. "Kafe ini bisa dimanfaatkan oleh anggota, karyawan
maupun masyarakat. Dan khusus untuk wartawan, selama 10 hari sejak
dibuka, gratis. Untuk selanjutnya, bayar," kelakar Kapolda lagi
hingga para wartawan tertawa. Ã Ãadi

Krisis Timur Tengah, Ada Apa???

Bukan hal yg kebetulan, krisis di sejjumlah negeri Timur Tengah, justru pemimpinnya tunduk pada Barat dan Israel.......Lihat saja ketika Palestina dibombardir Israel, tak ada negeri-negeri Arab itu yang membantu saudaranya (Palestina)........Tampaknya, tak lama lagi tibalah juga kericuhan di Arab Saudi karena ada perebutan kekuasaan di lingkungan kerajaan.....2012 semakin dekat...perang dunia III bakal pecah (sekadar prediksi)

Senin, 07 Maret 2011

Kawasan Alalak Tengah Tegang

BANJARMASINÄ Ä © Kawasan Alalak, yang identik masyarakatnya bergelut
dengan usaha perkayuan, saat ini kondisinya terlihat tegang.
Á ÁKetegangan bertambah di saat seratus lebih pendemo yang
mengatasnamakan Keluarga Besar Alalak melakukan aksi demo ke tempat
pengusaha kayu pendatang, H Mukhlis di RT 4 Alalak Tengah
Banjarmasin Utara, Senin (7/3) sekira pukul 09.00 Wita. Hingga
berita ini diturunkan mereka masih bertahan di sana.
Á ÁDalam orasinya, pendemo menuntut supaya aktivitas bansaw CV
Antik Prima ditutup, dan tak beraktivitas lagi, selain itu H
Mukhlis pemilik bansaw itu juga diminta pergi meninggalkan Alalak.
Á Á"Kami ke sini berdemo bukan karena mabuk miras dan sejenisnya,
tapi netral kami tak ingin anarkis. Kenapa kita jadi demo yang
sebelumnya tak ada, demo ada karena kami sudah habis kesabaran,
akibat pendatang," katanya garang.
Á ÁDilanjutkannya, sebelumnya hadirnya pengusaha pendatang, warga
Alalak tak terjadi ketidakharmonisan.
Á Á"Mereka lupa dengan isi perjanjian, pada 13 Oktober 2010
silam, yang dilaksanakan di Mapolda Kalsel, yang isinya ada
kesepakatan malah kesepakatan itu ditabrak dari salah satu
pengusaha perkayuan yang bersepakat," ucapnya lantang.
Á Á"Di mana tanah dipijak di situ langit dijunjung, jangan kuras
harta Alalak," ucapnya.
Á ÁSelain itu, pendemo juga membawa berbagai spanduk, "Jangan
Hanya Menikmati Hasil Pembangunan Orang Lain", "Pina Karas Panggulu
Sakalinya Ma'ulu©ulu", "Kami datang ke sini bukan karena mabuk,
tapi netral", dan lain©lain.
Á ÁDalam pantauan di TKP Jl Alalak Tengah sempat macet selama
kurang lebih 90 menit, karena para pendemo berorasi di tengah
jalan. Kemudian aparat hukum dari Mapolresta Banjarmasin dan
Mapolsekta Banjarmasin Utara berupaya bernegosiasi, dan pendemo
minta dipertemukan dengan H Mukhlis.
Á ÁDemo nyaris bentrok saat dua orang yang berada di bansaw H
Mukhlis memandang ke arah para pendemo yang menggunakan pengikat
kain warna kuning di tangan kiri dan kanan. Hanya saja bisa
diredakan oleh aparat yang siaga di TKP.
Á ÁMereka juga berupaya menyegel bansaw tersebut, tapi bisa
dihalau barisan Barakuda Mapolresta. "Mentang©mentang ada oknum di
belakangnya, ia berbuat seperti itu," kata sebagian pendemo.
Á ÁPihak warga minta ketegasan dari Polri bisa tidaknya H Mukhlis
dihadirkan ke lokasi demo.
Á ÁKabarnya, H Mukhlis mau bertemu tapi difasilitasi oleh
Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin, tapi pendemo keberatan dengan
ketidakhadiran pengusaha kayu pendatang itu di sana, hingga demo
terus berlangsung. Ã Ãzal/adi

Walikota Panggil H Mukhlis

à Ã
BANJARMASINÄ Ä © Aksi demo yang dilakukan oleh warga Alalak sempat
jadi perhatian Unsur Muspida kota Banjarmasin. Hadir di lokasi
Walikota Banjarmasin H Muhidin, Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol
Drs Hilman Thayib SIK, Danden POM VI/2/ Banjarmasin Letkol
Infanteri Syafrin Rakhman SH, Komandan Kodim 101 Letkol Infanteri
Joni Wijayanto SSos.
Á ÁMereka melakukan negosiasi dengan H Maulana serta pendemo yang
masih bertahan di RT 4 Alalak Tengah, Senin (7/3) sekira pukul
12.21 Wita.
Á ÁSebelumnya pada pukul 10.00 Wita, Kabag Ops Mapolresta
Banjarmasin, Kompol Wahid SIK, Kapolsekta Banjarmasin Utara AKP
Budhi Santoso SP MM dan Kasat Reskrim Mapolresta Banjarmasin Kompol
Suhasto SIK, Kasat Intel dan Kasat Narkoba Kompol Christian Rony
SIK, dan Kasat Lantas AKP Moerdily hanya dipandang sebelah mata.
Á ÁPara pendemo, terus berkeras pimpinan Mapolresta yang datang,
atau H Mukhlis selaku biang. Negosiasi selama dua jam tak
membuahkan hasil, para pendemo juga berkeras akan memasuki kawasan
bansaw CV Antik Prima, tapi terus dihalangi barisan Barakuda
Mapolresta Banjarmasin.
Á ÁSekira pukul 12.30 Wita, Unsur Muspida masuk ke salah satu
rumah warga di RT 4 Alalak Tengah, termasuk juga H Maulana, sayang
dalam rapat kurang lebih 60 menit, para kuli tinta tak diizinkan
masuki.
Á Á"Kita akan memanggil H Mukhlis dahulu, diduga polemik dipicu
akibat ketersinggungan kata masalah di yayasan yang dibentuk oleh
pengusaha perkayuan di Alalak Tengah. Pihak yayasan kurang
transparan," kata Muhidin.
Á Á"Yang akan datang kita akan buat surat perjanjian terikat,
sedangkan perjanjian mereka sebelumnya itu tak mengikat sama sekali
tak ada dasar hukum dari notaris," ucapnya.
Á ÁMenurutnya, seharusnya dana yayasan bisa digunakan untuk
masyarakat, sosial dan pembanguan tempat sosial, dan dilakukan
berdasarkan kesepakatan, hingga tak ada lagi saling curigaªmencurigai.
Á ÁMenurut Maulana, H Mukhlis berjanji membangun sekolah dengan
biayanya sendiri, namun ternyata ia gunakan dana yayasan bersama
sebesar Rp68 juta.
Á ÁKapolsekta Banjarmasin Utara AKP Budhi Santoso SP MM saat
dikonfirmasi Senin malam membenarkan saat pihaknya melakukan
negosiasi dengan H Mukhlis, ia tak mau bansawnya ditutup sementara,
dengan alasan karena banyak buruh yang perlu bekerja di bansaw itu.
à Ãzal/adi

Minggu, 06 Maret 2011

500 Massa Alalak Siap Usir Pengusaha Pendatang

BANJARMASINÄ Ä © Sebanyak 500©an massa Alalak, Senin (7/3) hari ini
bersiap menggelar demo besar©besaran untuk menekan bahkan mengusir
beberapa pengusaha pendatang yang dinilai tak menghormati atau
kurang peduli dengan warga asli setempat.
Á ÁMinggu (6/3), Abdurrahman, koordinator demo mengatakan, pihak
warga sudah kehilangan kesabaran karena salah satu pengusaha
pendatang, H Muhklis tidak juga menunjukkan itikad baiknya untuk
meminta maaf maupun mengadakan pertemuan dengan para tokoh Alalak
sebagai bagian dari pelaksanaan isi kesepakatan sebelumnya di Polda
Kalsel, 13 Oktober 2010 lalu.
Á Á"Beberapa waktu lalu, warga sudah menahan diri untuk demo
besar©besaran ke CV Antik Prima, karena ada tawaran opsi dari pihak
berwajib di Polresta Banjarmasin, apakah akan dilakukan pertemuan
besar dengan difasilitasi kepala daerah. Namun, opsi itu juga tidak
dihormati, makanya warga sudah kehilangan kesabaran," cetusnya.
Á ÁMenurutnya, sasaran utama demo adalah CV Antik Prima yang
dipunyai H Mukhlis, karena timbulnya permasalahan karena H Mukhlis
dianggap tak menghormati isi kesepakatan.
Á Á"Bahkan, untuk sekadar menemui tokoh warga pun dia tidak
peduli dan terkesan meremehkan," jelasnya.
Á ÁDipastikan sekitar 500 warga Alalak yang beberapa tahun lalu
telah berjuang dengan gigih agar kawasan Alalak diakui sebagai
sentra usaha perkayuan akan turun kembali.
Á Á"Sejarah usaha perkayuan panjang, di mana kami sudah berjuang
menghindari agar usaha perkayuan di Alalak tidak ditutup. Namun
kini, setelah Alalak bisa menjadi kawasan industri kayu, pengusaha
pendatang justru tidak menghormati kami yang berjuang sebelumnya,"
bebernya.
Á ÁDisinyalir, kegeraman warga dipicu, kalau dana pembangunan TK
Al Quran RT 02 Alalak Tengah justru diambil dari Yayasan Alalak
Besar. Padahal, sesuai kesepakatan 13 Oktober 2010, tanggung jawab
pembangunan sepenuhnya ada pada pihak H Mukhlis.
Á ÁBegitu masyarakat mempertanyakan soal kesepakatan antara H
Maulana dan H Mukhlis di Polda Kalsel, 13 Oktober 2010 lalu,
akhirnya, H Muhklis kabarnya mau mempertanggungjawabkannya.
Á ÁDari info kubu H Maulana, pihak H Muhklis mengakui kalau
pembangunan TK Al Quran RT 2 Alalak Tengah adalah tanggung
jawabnya, bukan tanggung jawab Yayasan Alalak Besar.
Á ÁPada 14 Februari 2011, H Muhklis kabarnya membuat surat
pernyataan mengakui bahwa uang Rp68 juta yang digunakan untuk
membangun TK Al Quran RT 2 adalah pinjaman dari yayasan.
Á ÁH Muhklis pun berjanji dalam waktu sebulan, terhitung sejak
membuat surat pernyataan itu, akan mengembalikan uang yayasan
sebesar Rp68 juta. Surat pernyataan itu ditandatangani oleh H
Mukhlis dan disaksikan oleh H Alariansyah (pengurus yayasan) serta
Akuzaman. Ã Ãadi

Salahkan Pihak BPN

BANJARMASINÄ Ä © Pernyataan salah seorang saksi yang hadir dan
memberikan keterangan di depan persidangan Pengadilan Negeri (PN)
Banjarmasin bahwa H Muhidin yang telah menguruk tanah, membuat H
Muhidin angkat bicara.
Á ÁSaat ditemui di kedimanannya, H Muhidin yang saat ini menjabat
sebagai Walikota Banjarmasin membenarkan kalau tanah yang saat ini
diduga bermasalah memang diuruk oleh orang suruhannya.
Á Á"Memang saya yang telah menyuruh orang untuk menguruk tanah
itu, karena tanah itu telah saya beli, berarti sudah menjadi milik
saya," akunya.
Á ÁMenurut H Muhidin, tanah yang telah ia beli itu sudah sesuai
dengan sertifikat yang telah ia miliki, bahkan dalam uji forensik
dan pakar hukum, juga menyatakan kalau sertifikat (SHM) No 21 Tahun
1972 itu asli.
Á Á"Saya tidak mengerti, mengapa sertifikat tersebut dikatakan
asli tapi palsu, dan bagi yang menyatakan itu palsu alasan dan
dasarnya apa," katanya.
Á ÁDikatakannya, kasus dugaan sertifikat palsu ini, sepertinya
dipaksakan untuk diproses, karena semua bukti sudah tercukupi, dan
kalau memang tanah atau sertifikat itu bermasalah mestinya yang
bertanggung jawab adalah pembuat sertifikat atau dari pihak BPN
(Badan Pertanahan Nasional).
Á Á"Sertifikat yang saya punya adalah sertifikat bola dunia yang
hanya ada pada tahun 1972, sedangkan sertifikat milik saksi korban
sertifikat garuda yang ada pada tahun 1976 ke atas," ungkapnya.
Á Á"Kalau memang pihak BPN menyatakan kalau tanah tersebut tidak
berlapis, lalu mengapa harus ada keterangan dan tanda tangan pihak
BPN dalam sertifikat yang saya milki," ungkapnya lagi.
Á ÁDijalaskannya, ia membeli tanah tersebut pada tahun 2006 dan
telah diukur ulang pihak BPN Banjar, dan sebelumnya ia telah
menanyakan kepada ketua RT serta camat maupun tetuha warga sekitar
lokasi, intinya menyatakan kalau tanah tersebut tidak bermasalah.
Á Á"Makanya sebelum perkara ini sampai ke PN Banjarmasin,
terlebih dulu sudah diangkat di PTUN daerah dan pusat dan
menyatakan kalau sertifikat itu asli, kalaupun bermasalah berarti
bukan orang akan tetapi yang memberikan surat tersebut," bebernya.
Á ÁSebelumnya diberitakan, dua saksi yang merasa dirugikan dalam
kasus penipuan sertifikat tanah dengan terdakwa Emmy Mardiana,
yakni Serli Oei dan Nirwanati yang telah memiliki sertifikat
kepemilikan tanah mengatakan sangat kaget setelah mengetahui kalau
tanah miliknya yang telah memiliki sertifikat diuruk orang lain,
yang diketahui disuruh H Muhidin.
Á ÁBahkan keduanya tidak mengetahui kalau tanah yang mereka beli
dan telah memiliki sertifikat dimiliki orang lain, dan untuk
memastikan kabsahan sertifikat kedua saksi mendatangi kantor BPN
untuk menanyakan kejelasan tanah yang mereka beli dan miliki.
Á ÁBerdasarkan keterangan pihak BPN, tanah yang telah mereka
miliki sesuai dengan sertifikat dan tidak ada sertifikat lain,
murni milik kedua saksi. Ã Ãris/adi

Tersangka Kartu Siswa Masih Belum Ditahan

BANJARMASINÄ Ä © Tiga tersangka korupsi pengadaan kartu Nomor Induk
Standar Nasional (NISN) siswa tahun 2008 yang dilaksakan oleh Dinas
Pendidikan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin, saat ini satusnya
masih belum ditahan oleh pihak Sat Reskrim Mapolresta Banjarmasin.
Á ÁDikatakan Kasat Reskrim Mapolresta Banjarmasin Kompol Suhasto
SIK, pihaknya saat ini masih belum secara resmi menahan ketiga
tersangka kasus NISN siswa. "Kami masih melakukan pertanyaanªpertanyaan kepada mereka yang diduga sebagai tersangka," katanya.
Á Á"Kasusnya saat ini masih dipelajari, dan bila diperlukan atau
dibutuhkan kembali dalam penyidikan, mereka akan dipanggil kembali.
Saat ini belum ada tersangka baru, namun dari sebagian saksi yang
kita periksa, diduga ada sembilan yang terlibat," tegasnya.
Á ÁPolisi sudah menetapkan dua tersangka pengadaan kartu NISN
siswa tahun 2008 di Dinas Pendidikan Pemko Banjarmasin, yaitu
Sekretaris Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan
Perempuan Kota Banjarmasin, Rudy dan Pejabat Pelaksana Teknis
Kegiatan (PPTK) Elvi.
Á ÁSelain itu, menyusul lagi tersangka baru, yaitu pengawas
sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin.
Á ÁIa diduga terlibat dalam kasus korupsi NISN siswa, karena
sebagai pelaksana pekerjaan kartu NISN siswa tersebut. Ditengarai
ia juga ikut terlibat dalam memecahkan satu paket pekerjaan itu
menjadi empat paket kecil, hingga proyek NISN bisa dilakukan, tanpa
melalui pelelangan.
Á ÁKasat Reskrim Mapolresta Banjarmasin Kompol Suhasto SIK, saat
dikonfirmasi Selasa (1/3) kemarin siang membenarkan sebenarnya ada
tiga yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Á Á"Positifnya satu saksi ini ditetapkan sebagai tersangka,
karena ia ikut terlibat dan perannya sangat besar dalam kasus NISN
ini. Dia diduga selaku pelaksana pekerjaan kartu NISN siswa itu,
dan diduga ia juga ikut berikan saran buat pemecahan satu paket
pagu pengadaan, menjadi empat paket," ucapnya. Ã Ãzal/adi

Selasa, 01 Maret 2011

BPN Menyatakan Tanah Tidak Berlapis

BANJARMASINÄ Ä © Dua saksi yang merasa dirugikan dalam kasus penipuan
dengan terdakwa Emmy Mardiana, hadir dipersidangan lanjutan yang
digelar Selasa (1/3) kemarin di PN Banjarmasin.
Á ÁKedua saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) Arif
Rahman SH MH, adalah Serli Oei dan Nirwanati yang telah memiliki
sertifikat kepemilikan tanah.
Á ÁDalam keterangannya di bawah sumpah, kedua saksi mengatakan
sangat kaget setelah mengetahui kalau tanah miliknya yang telah
memiliki sertifikat diurug orang lain.
Á ÁBahkan keduanya tidak mengetahui kalau tanah yang mereka beli
dan telah memiliki sertifikat dimiliki orang lain, dan untuk
memastikan kabsahan sertifikat tersebut kedua saksi mendatangi
kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menanyakan kejelasan
tanah yang mereka beli dan miliki.
Á ÁBerdasarkan keterangan pihak BPN bahwa tanah yang telah mereka
miliki telah sesuai dengan sertifikat dan tidak ada sertifikat
lain, murni milik kedua saksi.
Á Á"Saya beli tanah tersebut pada tahun 2001 dan telah memiliki
sertifikat, bahkan pihak BPN juga pernah melakukan pengukuran
ulang, dan saya sangat kaget setelah mengetahui kalau tanah itu
telah diurug orang lain," kata saksi Serli Oei.
Á ÁMenurut saksi kejadian itu pada tahun 2008 ia mengetahui tanah
miliknya diurug orang lain, dan setelah mendatangi pihak BPN dan
tidak ada kesalahan, kemudian ia melaporkan kejadian itu ke pihak
kepolisian.
Á ÁHal serupa juga dikatakan saksi Nirwanati, yang memiliki tanah
berbatasan dengan saksi Serli Oei, yang ia beli pada tahun 1977. Ia
juga mengaku terkejut setelah mengetahui kalau tanah miliknya telah
diurug orang lain.
Á Á"Saya tahu kalau tanah milik kami itu telah diurug orang lain
dari suami saya, dan karena sudah melihat kenyataan itu kemudian
saya bermaksud menjual tanah tersebut dan sempat menawarkan kepada
H Muhidin, dengan harga Rp150 ribu permeter, namun ditawar Rp50
ribu, hingga saat ini tidak ada kesepakatan," katanya
Á ÁÃ ÃÄ ÄDiseretnya terdakwa ke Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin,
karena diduga telah menjual tanah bermasalah seluas 85 X 340 meter
ke H Muhidin (49), warga Kompleks Bunyamin Raya V No 19
Banjarmasin, pada 20 Desember 2006. Berdasar surat jual putus,
tanah dihargai Rp1.445.500.000 atau Rp1,4 miliar.
Á ÁNamun, dari barang bukti kuitansi yang ada pada Emmy,
pembayaran tanah tersebut dilakukan secara nyicil, mulai 10
Februari 2007 hingga 4 Mei 2007 dengan total sekitar Rp600 juta.
Á ÁEmmy, warga Banjarbaru dilaporkan Nirwanati (68), warga Jl
Pulo Mas III A/9 RT 004 RW 012 Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Pulau
Gadung Jakarta Timur karena diduga sudah merugikan pelapor, setelah
memalsukan SHM No 21/1972.
Á ÁKuasa hukum Nirwanati, Ketut Bagiada SH yang berkantor Jl Hang
Tuah No 34A Sanur, Denpasar, Bali menerangkan kepada pers, akibat
tindakan Emmy, kliennya mengalami kerugian hingga Rp2 miliar,
akibat tanah miliknya di Jl A Yani Km 17,45 Gambut, Kabupaten
Banjar sesuai SHM Nomor 537, pengeluaran Sertifikat Sementara
tanggal 10 Nopember 1977, di Desa Gambut, Kecamatan Gambut,
Kabupaten Banjar, Gambar Situasi No 602/77 seluas 10.000 meterÔ h) 0*0*0*° ° Ô persegi atas nama Nirwanati, diserobot Emmy.
Á ÁDari hasil penelitian tim ad hoc yang ditandatangani Kepala
Bidang Pengkajian dan Penanganan Sengketa, Konflik dan Perkara
Pertanahan Amir Machmud Tjiknawi SH MH, diduga kuat SHM No 21/1972
atas nama Miansyah palsu atau hasil menyontek SHM No 21/1972 atas
nama L Koenoem yang letak tanahnya di Jl A Yani Km 13,600.Ã Ã ris/adi

Dua Pegawai Kejari Banjarmasin Jual BB Sabu

BANJARMASINÄ Ä © Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalsel, Didiek
Soekarno SH MH, didampingi Dir Resnarkoba Polda Kalsel Kombes Pol
Agus Budiman Manalu, melakukan kunjungan ke Kejaksaan Negeri
(Kejari) Banjarmasin, Selasa (1/3) siang.
Á ÁKedatangan dua pejabat tinggi lembaga hukum ini, untuk
berkoordinasi dengan pihak Kejari Banjarmasin, terkait ditangkapnya
dua pegawai Kejari Banjarmasin yang kedapatan memiliki narkoba.
Á ÁKetiga dikonfirmasi wartawan Didiek Soekarno SH MH mengatakan
kalau pihaknya akan menindak tegas para pelaku tindak kejahatan
yang telah mencoreng nama baik lembaga hukum tersebut.
Á Á"Saya tidak akan memberikan keringanan atau pemaaf kepada para
pelaku terkait dugaan kepemilikan narkoba. Siapa pun orangnya harus
mempertanggungjawabkan perbuatannya," katanya.
Á Á"Yang tahu modusnya itu adalah pihak kepolisian, namun intinya
kalau ada masalah hukum terkait dengan suatu kejahatan akan kita
tindak tegas siapa pun pelakunya termasuk dari pegawai kejaksaan,"
ujarnya.
Á ÁMenurutnya siapa pun pelakunya harus diproses sampai tuntas
dan tidak ada tawar menawar, dengan perbuatan tindak kejahatan.
Á ÁSementara itu Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Banjarmasin,
Hadi Purwadi SH MH, kepada wartawan membenarkan kalau kedatangan
pijak Kejati Kalsel yang didampingi Dir Narkoba Polda Kalsel, untuk
berkordinasi terkait dengan ditangkapnya dua pegawai Kejari
Banjarmasin, karena memiliki narkoba.
Á ÁAkan tetapi, menurutnya, ia sendiri belum tahu jelas
kronologis penangkapan serta barang bukti yang dibawa tersangka
juga tidak tahu asalnya.
Á ÁDisinggung apakah telah terjadi kebongkaran pada gudang
penyimpanan barang bukti, ia sendiri belum bisa memastikan, karena
selama ini tidak ada gudang penyimpanan barang bukti terbuka atau
telah dibobol.
Á Á"Dengan kejadian ini kita juga telah kumpulkan para jaksa
untuk diinventariser, mengenai barang bukti yang pernah mereka
sidangkan atau perkara yang pernah ditangani. Dan kalau memang ada
dugaan keterlibatan pihak pegawai itu harus ditindak," ungkapnya.
Á ÁDengan dipecatnya dua tenaga honor itu berarti dalam sepekan
ini, Kajari Banjarmasin, telah memecat tiga tenaga honor karena
memiliki perangai atau perbuatan yang boleh dikatakan merusak
reputasi lembaga hukum tersebut.
Á ÁSebelumnya Kajari juga telah memecat seorang tenaga honor
bernama Uci, karena tertangkap tangan oleh pihak pengawalan membuka
kotak terkunci berisikan barang bukti, saat dalam mobil tahanan di
PN Banjarmasin.
Á ÁSementara, Dir Resnarkoba Kombes Pol Agus Budiman Manalu
menerangkan, terbongkarnya jaringan penjual barang bukti sabu
berkat upaya penyamaran petugas.Ô h) 0*0*0*° ° ÔŒÁ ÁBermula pada Senin (28/2) sekitar pukul 17.00 Wita, petugas
Sat I Dit Resnarkoba menangkap Subhi di rumahnya Jl S Parman Gg
Nusantara. Subhi adalah honorer di Kejari Banjarmasin. Dari
tangannya polisi mendapati satu paket sabu 1 gram.
Á ÁDari pengembangan, diketahui kalau barang sabu diperoleh dari
Iril, warga Jl Pekauman Gg Yakut. Polisi kemudian menangkap Iril.
dari Iril yang bekerja sebagai cleaning service di Kejari
Banjarmasin. Dari pengakuan Iril, barang sabu didapat dari Anjar,
pegawai di bagian barang bukti Kejari Banjarmasin.
Á ÁSelasa (1/3) sekitar pukul 15.00 Wita, polisi menangkap tangan
Anjar sedang menyembunyikan 60 gram sabu di jaketnya. Ironisnya,
sabu itu diambil Anjar dari loker penyimpanan barang bukti.Ã Ã ris/adi

Kepala Daerah Tak Responsif

BANJARMASINÄ Ä © Hampir saja, demo besar©besaran di Alalak sebagai
tanda protes warga Alalak terhadap ketidakpedulian pengusaha kayu
pendatang pecah, Senin (28/2) kemarin. Hanya saja, berkat bujukan
Polresta Banjarmasin, demo tak jadi dilakukan. Hanya saja, jika
tetap masalah itu menemui jalan buntu, maka demo yang lebih fatal
bisa saja terjadi.
Á ÁSayangnya, meski krisis Alalak ini sudah beberapa bulan
berlangsung, kepala daerah, baik Walikota Banjarmasin H Muhidin,
maupun Gubernur Kalsel H Rudy Arifin belum bereaksi atau setidaknya
mengambil langkah sebagai penengah, antara penduduk asli Alalak
dengan pengusaha kayu pendatang.
Á Á"Mereka kepala daerah semestinya cerdas memantau situasi yang
memanas di Alalak. Kalau tidak cepat ditangani, bisa©bisa terjadi
seperti di Sampit, pengusiran pengusaha pendatang yang tak peduli
dengan Alalak. Mereka seolah tak peduli, padahal ketika meminta
bantuan suara warga Alalak, kala kampanye lalu, mereka begitu
antusias," ujar Abdurrahman, penduduk Alalak.
Á ÁWarga lain menimpali bahwa ketidakseriusan pimpinan daerah
termasuk pimpinan aparat penegak hukum, bisa jadi blunder, manakala
telah terjadi rusuh di Alalak, atau ketika ada kepala yang
terpenggal.
Á ÁSementara itu, tokoh warga Alalak, H Maulana mengatakan,
mereka sebenarnya hendak demo, karena H Mukhlis yang terlibat
kesepakatan dengan pihaknya, seperti tak serius melaksanakan isi
kesepakatan.
Á ÁDi samping itu, tak ada niat baik dari pihak H Mukhlis
menjelaskan bagaimana pelaksanaan isi kesepakatan 13 Oktober 2010
di Polda Kalsel.
Á Á"Tadi petinggi Polresta Banjarmasin meminta kepada kami agar
tak melaksanakan demo, mengingat mungkin masih ada jalan lain,
seperti pertemuan besar antara warga dengan pengusaha pendatang di
Alalak. Namun, saya secara pribadi tak bisa menghentikan demo,
karena hal itu harus dimusyawarahkan lagi dengan warga. Memang ada
sebagian menghendaki pertemuan besar itu. Tetapi, semestinya,
kepala daerah dan unsur Muspida yang memfasilitasinya," cetusnya.
Á ÁDi samping ketidakpuasan warga Alalak terhadap H Mukhlis dan
pengusaha kayu pendatang lainnya yang dinilai tak mengerti tata
krama di Alalak, warga juga merasa tidak puas atas susunan pengurus
Yayasan Alalak Besar termasuk sebagian kegiatannya.
Á Á"Warga menghendaki agar susunan pengurus bisa mewakili semua
kalangan di Alalak. Selain itu, sasaran bantuan dari yayasan,
semestinya tidak dibatasi hanya ke RT©RT tertentu saja, melainkan
mencakup seluruh Alalak," terang H Imau.
Á ÁDisinyalir, kegeraman warga dipicu, kalau dana pembangunan TK
Al Quran RT 02 Alalak Tengah justru diambil dari Yayasan Alalak
Besar. Padahal, sesuai kesepakatan 13 Oktober 2010, tanggung jawab
pembangunan sepenuhnya ada pada pihak H Mukhlis.
Á ÁBegitu masyarakat mempertanyakan soal kesepakatan antara H
Maulana dan H Mukhlis di Polda Kalsel, 13 Oktober 2010 lalu,Ô h) 0*0*0*° ° Ô akhirnya, H Muhklis kabarnya mau mempertanggungjawabkannya.
Á ÁDari info kubu H Maulana, pihak H Muhklis mengakui kalau
pembangunan TK Al Quran RT 2 Alalak Tengah adalah tanggung
jawabnya, bukan tanggung jawab Yayasan Alalak Besar.
Á ÁPada 14 Februari 2011, H Muhklis kabarnya membuat surat
pernyataan mengakui bahwa uang Rp68 juta yang digunakan untuk
membangun TK Al Quran RT 2 adalah pinjaman dari yayasan.
Á ÁH Muhklis pun berjanji dalam waktu sebulan, terhitung sejak
membuat surat pernyataan itu, akan mengembalikan uang yayasan
sebesar Rp68 juta. Surat pernyataan itu ditandatangani oleh H
Mukhlis dan disaksikan oleh H Alariansyah (pengurus yayasan) serta
Akuzaman. Ã Ãadi