Minggu, 28 November 2010

Pemuda Pancasila Somasi PLN

BANJARMASIN © Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila
Kota Banjarmasin, Winardi Sethiono, Minggu (28/11) menyampaikan
kekecewaannya atas kinerja PT PLN Cabang Banjarmasin.
Á ÁMenurutnya, pemadaman yang dilakukan PT PLN sudah tidak
konsisten karena tanpa pemberitahuan sebelumnya, sehingga sangat
merugikan bagi masyarakat yang usahanya bergantung dengan listrik.
Á Á"Semestinya ada pemberitahuan terlebih dahulu. Kemudian ada
permintaan maaf di media jika sampai terjadi pemadaman. Padahal,
sudah ada kesepakatan antara PLN dengan organisasi LSM dan
mahasiswa," cetusnya.
Á ÁPemuda Pancasila kemudian menyurati secara resmi Manajer PLN
Cabang Banjarmasin yang isinya antara lain, mengingatkan isi
perjanjian antara PLN dengan sejumlah organisasi bahwa PLN akan
membenahi dan meningkatkan kinerja serta tidak lagi melakukan
pemadaman listrik.
Á Á"Perjanjian itu dituangkan dalam surat pada 5 Juli 2010 lalu.
Nampaknya, surat itu sudah diingkari PLN," tandasnya.
Á ÁSelain itu, lanjutnya, dalam surat perjanjian disebutkan,
apabila memang pemadaman listrik itu diperlukan, PLN harus
memberitahukan terlebih dahulu terkait alasan pemadaman listrik
melalui media massa sehingga masyarakat benar©benar mengetahuinya.
Á Á"Apabila terjadi pemadaman listrik, PLN Cabang Banjarmasin
akan memberikan kompensasi kepada masyarakat yang merasa
dirugikan," ungkapnya.
Á ÁMenurutnya, berhubung akhir©akhir ini sering terjadi pemadaman
listrik tanpa alasan yang jelas, Pemuda Pancasila menuntut PLN agar
menaati dan memperhatikan isis perjanjian sebelumnya.
Á Á"Apabila dalam waktu satu minggu sejak somasi ini dibuat,
tuntutan kami belum dipenuhi, maka kami akan melakukan aksi besarªbesaran terkait pemadaman listrik ini, sesuai dengan keluhan dan
permintaan masyarakat," tegasnya. Ã Ãadi

Ketua DPD KAI Kalsel Membantah

BANJARMASINÄ Ä © Forum Komunikasi Kongres Advokat Indonesia (FKKAI)
Kalimantan Selatan, kembali mengadakan pertemuan, membahas tentang
pemberitaan dari salah satu media cetak, mengenai Ketua DPD KAI
Kalsel H Wanto A Salan SH MH.
Á ÁPada pertemuan yang dilaksanakan di kantor DPD KAI Kalsel,
yang dihadiri beberapa pengurus dan anggota KAI, sepakat meluruskan
kesalahpahaman tentang pemberitaan yang menyebutkan kalau Ketua DPD
KAI Kalsel H Wanto A Salam SH MH, telah mendaftarkan diri ke Peradi
Banjarmasin.
Á ÁDalam pertemuan singkat itu, Ketua DPD KAI Kalsel H Wanto A
Salan SH MH, membantah telah ikut verifikasi Peradi, dan kalaupun
ada yang mengatakan demikian itu semua adalah permainan politik
dari Wakil Ketua Peradi.
Á ÁKetua DPD KAI Kalsel, menyampaikan hingga saat ini dirinya
masih saja tetap berpegang teguh untuk mempertahankan KAI, dan ia
menjamin eksistensi KAI di Kalsel akan tetap solid dalam
organisasi.
Á ÁIa mengimbau kepada seluruh anggota KAI Kalselteng tidak ragu
untuk beracara dan jangan terpengaruh terhadap isu©isu politik yang
dilemparkan oleh pihak Peradi di Kalsel.
Á ÁPernyataan sikap atau bantahan ini dilakukan Ketua DPD KAI
Kalsel, H Wanto A Salan SH MH, menanggapi pemberitaan beberapa hari
lalu yang telah diungkapkan Ketua Peradi melalui sekretarisnya
Taufik Hidayat SH yang didampingi Wakil Ketua Peradi Abdullah SH
yang mengatakan kalau Ketua KAI Kalsel telah mendaftarkan diri ke
Peradi Banjarmasin.
Á Á"Ketua KAI Kalsel saja saat ini ia sudah mendaftarkan diri ke
Peradi Banjarmasin 15 Nopember lalu, mungkin sebatas pribadinya dan
bukan kapasitasnya sebagai Ketua KAI Kalsel," demikian isi kutipan
pada pemberitaan yang telah lewat.
Á ÁDan kutipan pemberitaan ini pula yang membuat Ketua DPD KAI
Kalsel angkat bicara, karena merasa semua itu tidak benar. Ã Ãris/adi

Jumat, 26 November 2010

Penjual Dan Shiper Pemesan Gula Rafinasi Bakal Terjerat Hukum

BANJARMASINÄ Ä © Kasus gula rafinasi 150 kontainer yang diamankan
pihak Mapolresta Banjarmasin sejauh ini belum jelas siapa
tersangkanya.
Á ÁApakah nantinya tersangka mengarah kepada PT Tempuran Mas Tbk
Cabang Makasar selaku pengirim dan penjual gula rafinasi atau
shiper pemesan ribuan ton gula itu.
Á ÁShiper pengirim permintaan diketahui atas nama H Apftahuddin,
selaku pengusaha gula Kalsel. Dari informasi kepolisian, izin
dikeluarkan oleh Dirjen Perdagangan Dalam Negeri yang diperpanjang
Dirjen Industri Argo, itu pun bila Dirjen setuju baru bisa gula
rafinasi beredar usai permintaan dari Pemprov Kalsel.
Á ÁNamun diketahui keadaannya bertolak belakang dengan yang
terjadi sekarang.
Á ÁGula rafinasi dipesan dari PT Tempuran Mas Tbk Cabang Makasar
oleh asosiasi sebagai pemesan gula rafinasi, Makasar Hene sebagai
penjual dan H Apftahuddin sebagai pembeli. Adapun sebagai jembatan
asosiasi gula di Kalsel. Namun sayang legalitas asosiasi itu
sendiri tanpa ada payung hukum dari notaris, sehingga terkesan
pemesanan ribuan ton gula pasir diragukan kelegalannya.
Á ÁMemang bila gula tiba di pelabuhan para pengusaha gula berbagi
jumlah gula.
Á ÁKapolresta Banjarmasin Kombes Pol Drs Hilman Thayib SIK saat
dikonfirmasi Jumat (26/11) sore menerangkan, status gula masih
status quo. "Diketahui izin edar dari 5 Mei berakhir 26 Juni. Saat
dimintai dokumen mereka tak bisa perlihatkan dokumen yang ada izin
legalnya, malah dokumen izin kadaluarsa diperlihatkan," katanya.
Á Á"Ada sekira 75.000 sak (karung) gula rafinasi yang kita
amankan dan sudah kita koordinasikan dengan Dinas Perdagangan
Provinsi Kalsel, dokumen ternyata berakhir ya itu tadi tanggal 26
Juni. Ditunggu sampai saat ini dokumen yang berlaku tak ada.
Walaupun ada permintaan supaya kasus jangan diteruskan, bagi
Mapolresta Banjarmasin kasus tetap jalan," tuturnya.
Á ÁMenurutnya, kasus ini diduga melanggar UU No 7 Tahun 1975.
Ssudah 11 orang pengusaha besar gula di Kota Banjarmasin diperiksa.
Á ÁDitanya apakah benar ada kelangkaan gula pasir, Kapolresta
membantahnya. "Anak buah saya cek di gudang masih banyak stok gula,
tak ada kelangkaan seperti yang digembor©gemborkan. Di Km 7 ada
satu gudang dan ada dua titik lagi juga banyak," ungkapnya.
Á Á"Untuk sementara teman©teman pers bersabar, isi kontainer tak
bisa diperlihatkan dan dibuka karena masih status quo. Namun
dokumen manifest sudah kita kantongi sebagai bukti. Selain 150
kontainer kita juga amankan 128 karung sak gula rafinasi milik
Makasar Hene. Di gudang H Ijai ada 32 semuanya belum ada status
tersangka. Senin atau Selasa depan semua jelas," pungkasnya.
Á ÁDari bocoran yang terhimpun Mata Banua, dari data manifest
pengiriman dan permintaan diketahui manifest pengiriman satu kapal
PT Tempuran Mas TBK Cabang Makasar A Ful Container 150 dari shiper
permintaan mengarah pada nama H Apftah BPK tujuan Banjarmasin.
Keduanya bakal terjerat dan diduga tak menutup kemungkinan pelaku
lainnya menyusul.
Á ÁDiketahui Makasar Hene PT Makasar Vissel Guhi Mas vol 45/10
tertera Tanggal 15 Nopember per of cange Banjarmasin, terhitung 31
Mei sampai 26 Juni, tertera penjual barang dan shiper permintaanÔ h) 0*0*0*° ° Ô atas nama H Apftah BPK,. Namun diketahui masih dilakukan pada bulan
Oktober dan Nopember tak ada perpanjangan.
Á ÁRekomendasi untuk terbitnya surat izin dokumen diproses dan
akan keluar pada tanggal 8 Nopember. Ironisnya malah gula rafinasi
sebanyak 150 kontainer tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dan
masuk terminal petikemas pada tanggal 5 Nopember. Ã Ãzal/adi

Korban Mutilasi Dibawa Pulang

BANJARMASINÄ Ä © Meskipun ada potongan anggota tubuh korban mutilasi
belum ditemukan, namun keluarga tetap bersikeras untuk membawa
pulang jasad untuk dikuburkan.
Á ÁJumat (26/11) sore kemarin, Norhasanah kakak korban mutilasi
dan beberapa kerabatnya datang ke RSUD Ulin Banjarmasin, bersama
anggota Polres Banjar.
Á ÁKedatangan mereka ke rumah sakit untuk menjemput jasad
Fatmawati (16) yang telah beberapa hari berada di ruang pendingin
kamar mayat RSUD Ulin Banjarmasin.
Á ÁDikatakan Norhasanah, kedatangan mereka untuk membawa pulang
jasad korban agar secepatnya dikuburkan, karena sudah terlalu lama
berada di kamar mayat.
Á ÁDisinggung bagaimana dengan potongan tubuh korban yang belum
ditemukan, wanita beranak satu ini mengatakan kalau itu urusannya
belakangan.
Á Á"Dan kalau potongan tubuh yang lain ditemukan pastinya akan
dikuburkan pula, dan dikumpulkan bersama anggota tubuh korban yang
ada ini," katanya.
Á Á"Kita kasihan sama ibu dan jasad korban yang telah lama
menunggu," ungkapnya.
Á ÁKorban dikuburkan tidak jauh dari tempat tinggal ibunya,
jaraknya sekitar 100 meter dari pemakaman di kawasan Jl Guntung
Harapan RT 34/5, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan
Ulin, Banjarbaru.
Á ÁKemungkinan faktor lain, karena biaya, sebab menurut informasi
biaya rumah sakit untuk penyimpanan jasad korban itu Rp23 ribu per
jamnya.
Á ÁDalam pengambilan jasad korban itu, keluarga korban sempat
menunjukkan kepada pihak rumah sakit, surat keterangan tidak mampu
dari Pemerintah Kota Banjarbaru agar mendapat keringanan.
Á ÁSekedar diketahui, bahwa beberapa waktu lalu warga di seputar
Kompleks Lutfia Tunggal dan dekat Kompleks Permata, Bincau,
Martapura, Kabupaten Banjar dikejutkan ditemukannya secara tak
sengaja oleh seorang warga, empat potongan bagian tubuh manusia
berjenis kelamin perempuan yang diduga adalah korban mutilasi,
Jumat (19/11) sekitar pukul 18.00 Wita.
Á ÁPotongan bagian tubuh tersebut dimasukkan dalam tas ransel
warna hitam bertuliskan Honda Revo yang hanyut di saluran irigasi.
Potongan yang ditemukan tanpa sengaja itu terdiri dari kepala,
tangan kanan dan tangan kiri serta kaki kiri, sedangkan potongan
tubuh dan kaki kanan masih misterius.
Á ÁDan Senin (22/11) sore, potongan kaki kanan tubuh korban
mutilasi ditemukan warga mengapung di permukaan air Sungai Bincau
RT 4 Martapura. Bagian potongan kaki kanan hingga pinggul yang
ditemukan warga sekitar tersebut, mengapung nyangkut bersama eceng
gondok tanpa alas atau bungkus, sekitar pukul 16.30 Wita.
Á ÁSementara diinformasikan, polisi masih berupaya mencari
tersangka pembunuh Fatma termasuk mencari bagian dada dan perut
korban.Ã Ã ris/adi

Kamis, 25 November 2010

YLPKI Banjarmasin Dukung Langkah Polisi

BANJARMASIN © Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Indonesia
(YLPKI) Banjarmasin, melalui ketuanya, Fauzan Ramon SH, Kamis
(25/11) menyatakan dukungannya terhadap langkah yang dilakukan
Polda Kalsel dan Polresta Banjarmasin.
Á Á"Kita sangat mendukung penindakan bagi pedagang nakal yang
sengaja menumpuk gula demi menarik keuntungan namun merugikan
konsumen. Begitu pula masalah gula rafinasi, itu jelas©jelas tidak
diperbolehkan dijual bebas di pasaran, karena itu cuma untuk
konsumsi industri," tegasnya di hadapan para wartawan, kemarin.
Á ÁMenurutnya, gula rafinasi yang berbeda dengan gula pasir dari
tebu, hanya bisa dijual kepada industri roti. Sehingga tidak bisa
dijual bebas di pasar atau warung untuk konsumen umum.
Á Á"Sudah jelas kalau gula rafinasi ini tidak bisa dikonsumsi
langsung oleh konsumen, karena bisa merugikan kesehatan,"
tandasnya, seraya membagi©bagikan selebaran mengenai bahaya
mengonsumsi gula rafinasi secara langsung.
Á ÁFauzan menilai, para cukong gula tidak boleh hanya
mementingkan keuntungan, sementara gula yang semestinya bisa
beredar di masyarakat, malah digudangkan atau ditumpuk, sehingga
terjadi kelangkaan gula.
Á ÁSelain itu, pedagang atau cukong gula disayangkan jika
memasarkan gula rafinasi dengan bebas ke masyarakat konsumen,
karena hal itu sama saja dengan pembodohan terhadap konsumen.
Á Á"Di satu sisi, gula pasir yang aman dikonsumsi secara langsung
mudah dipermainkan para cukong, dengan jalan menggudangkan atau
menumpuknya dalam waktu lama, sehingga terjadi kelangkaan dan
mahalnya harga gula. Di sisi lain, karena berpotensi menuai untung
besar, justru gula rafinasi yang hanya boleh dijual ke industri,
justru sengaja dipasarkan kepada masyarakat umum," sesalnya.
Á ÁFauzan berharap, Polda Kalsel maupun Polresta Banjarmasin
dapat melakukan tindakan tegas terhadap para cukong gula nakal ini.
"Tegakkan hukum, karena menumpuk gula yang menjadi hak konsumen,
itu jelas melanggar hukum. Demikian juga memperdagangkan gula
rafinasi kepada umum, jelas menyalahi aturan kesehatan," cetusnya.
Á ÁSementara itu, menyinggung soal ribuan ton gula rafinasi yang
kini disita Polresta Banjarmasin, menurut Fauzan sudah menjadi
kewenangan Polresta Banjarmasin. "Pak Kapolda (Brigjen Pol
Syafruddin) mengatakan bahwa soal gula rafinasi ada yang berwenang
menanganinya, yakni Polresta Banjarmasin. Beliau tidak akan
intervensi. Karena menurut beliau, hukum harus ditegakkan. Kalau
memang izin edar gula rafinasi sudah daluarsa ya harus ditindak,"
ungkapnya beberapa saat usai bertemu Kapolda.
Á ÁYLPKI juga menyarankan kepada Dinas Kesehatan Kalsel supaya
intensif memberikan penyuluhan kepada masyarakat apakah arti gula
rafinasi. Ã Ãadi


Bahaya Mengonsumsi Langsung Gula Rafinasi
SELAMA ini masyarakat awam hanya mengenal bahwa gula yang ada di
pasaran adalah gula putih. Padahal, ada dua jenis gula konsumsi
yaitu gula putih dan gula rafinasi. Kedua gula tersebut sangat
berbeda baik dari segi fisik maupun kegunaannya sehingga segmentasi
pasar kedua gula tersebut pun berbeda.
Á ÁGula putih ditujukan konsumsi masyarakat pada umumnya sebagai
bagian dari sembako, sedangkan gula rafinasi untuk kalangan
industri baik itu industri makanan maupun industri farmasi.
Á ÁRafinasi diambil dari kata refinery artinya menyuling,
menyaring, membersihkan. Jadi bisa dikatakan bahwa gula rafinasi
adalah gula yang mempunyai kualitas kemurnian yang tinggi.
Sayangnya, meski terbilang murni, penggunaan gula rafinasi masihÔ h) 0*0*0*° ° Ô menjadi pro©kontra di Tanah Air.
Á ÁNamun, kini banyak beredar gula pasir putih yang harganya
murah dan ditengarai itu merupakan gula rafinasi. Ciri©ciri gula
rafinasi yang diperjualbelikan itu biasanya dikemas menggunakan
plastik biasa seperti gula pasir lokal, tapi rasanya kurang manis
dan dijual dengan harga lebih murah.
Á ÁGula rafinasi dinilai kurang baik untuk dikonsumsi langsung
karena dapat menyebabkan penyakit. Hal itu disebabkan gula jenis
ini memang semestinya diperuntukkan bagi kebutuhan industri seperti
pabrik makanan dan minuman yang
harus diolah lagi.
Á ÁSelain itu, menurut ahli perawatan kulit Francesco Clark, gula
bisa menjadi penyebab munculnya keriput dan penuaan lebih cepat.
Á Á"Gula rafinasi dapat menyebabkan penuaan pada kulit melalui
proses alami glikasi yakni saat molekul
gula diserap ke dalam aliran darah selama proses pencernaan dan
menutup molekul protein pada kulit Anda," katanya.
Á ÁIa menambahkan semakin banyak proses glikasi yang dialami,
maka kulit akan terlihat gelap, kusam, timbul noda©noda hitam serta
kehilangan elastisitas yang menyebabkan keriput. "Tampaknya efek
glikasi memengaruhi molekul protein yang menghasilkan kolagen dan
elastin yang berguna untuk membentuk elastisitas dan kehalusan
kulit.
Á ÁUntuk itu, berhati©hatilah dalam membeli gula jangan sampai
Anda tergiur oleh harga gula yang murah, tapi ternayata dapat
merugikan kesehatan. Bila Anda memang ingin mengonsumsi gula
rafinasi untuk kebutuhan sehari©hari, belilah
produk yang telah mendapatkan izin dari Balai Pengawasan Obat dan
Makanan (BPOM).Ä Ä adi/web

Pengusaha Gula Rafinasi Terjerat

BANJARMASINÄ Ä © Ternyata setelah dibuka sekaligus oleh Mapolresta
Banjarmasin, gula rafinasi yang telah dikirim selama lima bulan ini
ke Kalsel, yakni dari bulan Juli hingga November berjumlah 27.625
ton, jelas sekali melebihi kapasitas yang diizinkan oleh Gubernur
Kalsel 10 ribu ton.
Á ÁSeperti yang dijelaskan Kasat Reskrim Mapolresta Banjarmasin
Kompol Suhasto SIK Kamis (25/11) malam, karena masalah gula
rafinasi ini banyak yang memonitor keberadaannya sehingga harus
meminta surat izin dari PN Banjarmasin untuk izin penyitaan barang
gula rafinasi itu.
Á ÁMenurutnya, pada bulan Juli ada 5.000 ton pengiriman masuk ke
Kalsel, Agustus dua kali 4.750 ton dan 3.475 ton, September juga
ada dua kali pengiriman 6.900 ton dan 3.750 ton, bulan Oktober
3.750 ton, bulan November 3.750 ton hingga total seluruhnya 27.625
ton dari pelayaran PT Temperen Mas (Temas), Makasar Cena sebagai
agen PT ABBP (Abdi Bangun Banua Persada).
Á Á"Sedangkan saat dilakukan penyelidikan kita malah temukan
gudang milik PT OD di Pelabuhan Lama Banjarmasin dan gudang Km 7,
kalau tak salah semuanya berjumlah 8.000 karung gula rafinasi dan
saat ini anak©anak masih pantau dan gudang itu masih terisi ribuan
karung gula," bebernya.
Á Á"Kecurigaan kita apakah gula rafinasi itu disebarkan ke
Kalteng, ataukah ada perintah dari Gubernur Kalsel buat diedarkan
di Kalsel dan Kalteng. Semua itu pesanan pedagang, kami tak mau
ada pembagian gula ke lain tempat. Dan ada pemberitaan di media
yang katakan saat rapat dari gudang milik asosiasi itu kosong tapi
setelah kita pantau ternyata berisi gula rafinasi dan pembidikan
itu kita lakukan secara keseluruhan dan dibilang pula gula di
pasaran dalam tempo 2©3 hari habis itu tak benar," cetusnya.
Á ÁMenurutnya, sudah dipantau kalau gula cukup di pasaran,
sehingga masyarakat tidak usah panik.
Á ÁSejak beberapa hari lalu ada sekira 11 orang pengusaha gula di
Banjarmasin dimintai keterangan.
Á ÁPernyataan Sekda Provinsi Kalsel menurut Kasat Reskrim
Mapolresta Banjarmasin Kompol Suhasto SIK adalah salah. "Jelas di
KUHP bukan hanya Mapolda Kalsel, atau Mapolresta Banjarmasin yang
bisa tangani kasus besar, namun Mapolsekta juga bisa tangani kasus
besar," ungkapnya.
Á ÁKasus tetap akan diselesaikan sampai tuntas dan ditangani oleh
Mapolresta Banjarmasin dan dibantu Mapolda Kalsel hingga ke
kejaksaan.
Á Á"Bukannya bila kasus besar harus Mapolda Kalsel yang tangani,
yang jelas kasus gula rafinasi yang lebihi kapasitas izin ditangani
oleh pihak Mapolresta Banjarmasin. Malam ini saja ada sekira 50
kontainer akan kita pindahkan di petikemas Pelindo III sampai
selesai penyidikan, apalagi biaya mahal," akunya. Ã Ãzal/adi

Dua Lagi Perkara Korupsi Ke Tahap Penyidikan

BANJARMASINÄ Ä © Keseriusan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari)
Banjarmasin dalam meningkatkan kinerjanya untuk pengungkapan kasus
tindak pidana korupsi yang ada di wilayah Kota Banjarmasin ini
begitu tajam dan akurat.
Á ÁTerbukti, baru©baru ini ada beberapa kasus tindak pidana
korupsi mulai menemukan titik terang dan satu persatu terkuak dan
terekspos.
Á ÁBeberapa hari kemarin pihak Kejari Banjarmasin telah ekspos
perkara tindak pidana korupsi yang terjadi pada Dinas Pasar Kota
Banjarmasin, dan dalam ekspos perkara tersebut ada dua orang
pegawai yang telah dijadikan tersangka.
Á ÁDan untuk melengkapi pemberkasan, agar perkara tersebut yang
sudah naik ke tingkat penyidikan, Kejari Banjarmasin telah
memanggil beberapa orang saksi untuk dimintai keterangannya.
Á ÁKamis (25/11) kemarin, pihak Kejari Banjarmasin telah
mengumumkan kepada media, dua lagi perkara korupsi yang mereka
bidik selama ini dan telah dilakukan penyelidikan hingga sudah naik
ke tingkat penyidikan.
Á ÁBertambahnya penanganan perkara tindak pidana korupsi yang
telah ditangani Kejari Banjarmasin, seakan ingin membuktikan kepada
masyarakat bahwa Kejari Banjarmasin memang menjalankan perannya
sebagai salah satu lembaga penegak hukum.
Á ÁKajari Banjarmasin Hadi Purwoto, melalui Kasi Intel Irwan
Tajuddin SH, dan Kasi Pidum Aslah SH menyampaikan kepada media, ada
dua perkara dugaan tindak pidana korupsi yang mereka tangani dan
berkasnya telah naik ke tingkat penyidikan.
Á Á"Dua perkara itu, perkara KPU Kota Banjarmasin dan Perusahaan
Daerah Kayuh Baimbai milik Pemko Banjarmasin," cetus Tajuddin.
Á ÁDari hasil penyelidikan, lanjutnya, kedua perkara tersebut
telah ditemukan adanya unsur perbuatan melawan hukum dan berpotensi
adanya kerugian keuangan negara.
Á ÁUntuk perkara Perusda Kayuh Baimbai, diperkirakan kerugian
uang negara sekitar Rp1,3 miliar, sedangkan untuk KPU Kota
Banjarmasin, adanya dugaan gratifikasi atau terima suap yang
merugikan keuangan negara sekitar Rp50 juta.
Á Á"Karena kita menemukan adanya unsur melawan hukum, makanya
kasus ini kita tingkatkan dari penyelidikan ke tingkat penyidikan,"
ungkapnya.
Á ÁDiungkapkan, modus dari perkara Perusda Kayuh Baimbai pada
tahun 2007, saat itu pemerintah setempat mengucurkan dana kepada
Perusda Kayuh Baimbai senilai Rp1,5 miliar.
Á ÁKemudian Perusda Kayuh Baimbai mengucurkan ke CV Sumber Cahaya
Abadi, dan selama itu pula baik modal dan keuntungan atau laba
tidak pernah dikembalikan.
Á ÁDan untuk perkara Perusda Kayuh Baimbai, rencananya Kejari
Banjarmasin akan memanggil sekitar sembilan orang saksi untuk
dimintai keterangannya.
Á Á"Sedangkan, untuk perkara KPU Kota Banjarmasin yang juga telahÔ h) 0*0*0*° ° Ô naik ke tingkat penyidikan, sama saja kita akan memanggil sepuluh
saksi untuk dimintai keterangannya," bebernya.
Á ÁKarena kedua kasus tersebut sudah dinaikkan ke penyidikan,
maka kemungkinan besar dalam waktu dekat Kejari Banjarmasin akan
segera menetapkan tersangka. Sayangnya untuk tersangka di kedua
kasus korupsi tersebut, kedua kasi masih menyembunyikan siapa
orangnya.
Á Á"Nanti akan kita beritahu, untuk sekarang kita masih akan
memeriksa saksi©saksi dulu," ucapnya lagi.
Á ÁSementara itu Kasi Pidsus M Irwan SH yang dikonfimrasi setelah
menghadiri sidang kasus korupsi terdakwa H Noor Ilham di PN
Banjarmasin, membenarkan informasi tersebut.
Á ÁKasus korupsi di KPU sendiri muncul setelah adanya informasi
yang menyebutkan, kalau di lembaga tersebut ada indikasi korupsi
terutama pada lelang pengadaan kertas suara yang dimenangkan PT
Yusindo Sidoarjo.
Á ÁPT Yusindo Sidoarjo pemenang lelang pengadaan surat suara di
KPU Banjarmasim, dan logistiknya PT Erlisda.Ã Ã ris/adi

Spekulan Gula Bakal Disikat Mapolresta

BANJARMASINÄ Ä © Para spekulan gula pasir rafinasi bila diketahui
petugas menumpuk gula di gudang miliknya, akan disikat alias
ditangkap oleh pihak Mapolresta Banjarmasin, usai beberapa hari
harga gula melambung di Kota Banjarmasin. Á È È 7 Á
Á ÁHal ini diduga, buntut diamankanya 150 kontainer berisikan
gula rafinasi merk Gula Mas sebanyak 75.128 karung, berat bersih
3.750 ton.
Á ÁSaat ini ada empat titik yang dijadikan tempat penumpukan dari
150 kontainer yang diamankan petugas Mapolresta Banjarmasin, di
antaranya di gudang Trisakti Banjarmasin, blok C nomor 13 hingga 20
total tujuh kontainer, blok D ada dari nomor 21 hingga 96 total 75
kontainer, blok E nomor 1 hingga 12 total 12 kontainer dan blok F
ada 53 kontainer, total semuanya 150 buah.
Á ÁDikatakan Kasat Reskrim Mapolresta Banjarmasin Kompol Suhasto
SIK Rabu (24/11) kemarin, jajaran Mapolresta akan melakukan
penangkapan kepada spekulan gula pasir rafinasi yang dengan sengaja
menumpukkan barang gula.
Á Á"Penyelidikan sudah dilakukan kita. Jelas yang menikmati hasil
para spekulan itu, harga gula saja saat ini sudah sampai Rp12
ribu/kg di pasaran," katanya geram.
Á ÁSaat ini disinyalir gula didatangkan mereka tapi tak langsung
dijual namun ditumpukkan di gudang penyimpanan. Harga itu
sebenarnya hanya permainan dagang tapi masyarakat dirugikan. "Itu
hak pedagang menaikkan barang dengan situasi seperti sekarang dan
bila tahu itu ada ditemukan penumpukan kita sikat dan tangkap
pemilik gula itu," cetusnya.
Á Á"Stok gula banyak, tapi ada saja alasan masih di luar.
Pengusaha gula akan kita tindak yang nakal©nakal, dan bila semua
gula naik baru ia keluarkan gula dari gudang penumpukan miliknya,"
bebernya.
Á ÁTerkait masalah gula yang diamankan 150 kontainer merk Gula
Mas sebanyak 75.128 karung seberat 3.750 ton dianggap masih status
quo, belum dilakukan penyitaan atau penindakan.
Á ÁPermintaan daerah otonomi itu wajar karena mereka yang tahu
stok gula. "Namun harus diluruskan, tak ada yang mempermasalahkan
peraturan gula sangat kita dukung. Tapi mesti diingat proses
rafinasi sesuai tidak dengan ketentuan yang ada, dan ketentuan itu
semua ada di Dirjen Perdagangan Pusat, semua harus sinergis aturan
di daerah dan pusat," katanya.
Á ÁMenurutnya, tak ada tebang pilih. Jika gula Inti Manis
melanggar peraturan pemerintah pusat, maka juga akan ditindak.
Á Á"Jika ada motif ingin melambungnya harga gula di pasaran dan
bila ditemukan ada penumpukan akan kita tangkap," tegasnya.
Á ÁGula Mas itu didatangkan dari industri rafinasi melalui PT
Makasar Cena atas permintaan distributor gula Kalsel dan Kalteng.
"Mereka memang kita panggil namun sebatas dimintai keterangan dan
bukan dijadikan tersangka. Ini saja kita akan jumpa denganÔ h) 0*0*0*° ° Ô Sekdaprov Kalsel membicarakan masalah gula rafinasi itu," pungkas
Kasat. Ã Ãzal/adiÄ Ä

à ÃPihak Aspem Merasa Terganggu
PIHAK Ä ÄAspem Perencanaan dan Administrasi TBKB Banjarmasin merasa
terganggu dengan ditempatkannya 150 kontainer yang berisikan gula
pasir rafinasi oleh pihak Mapolresta Banjarmasin, karena peredaran
barang kontainer yang datang jadi terganggu.
Á ÁSeperti yang dikatakan Humas Pelindo III Sudarti didampingi
Aspem Perencanaan dan Administrasi Pelabuhan Trisakti Banjarmasin
Mahmud R BSi, mereka sangat terganggu akibat 150 petikemas yang
dititipkan pihak Mapolresta menumpuk di pelabuhan.
Á ÁUntuk biaya relokasi penumpukan juga belum ada titik temu.
"Untuk sementara trik kita terpaksa kapal yang mau sandar kita
tahan terlebih dahulu, karena tak memungkinkan untuk penempatan
lagi petikemas," jelasnya.
Á Á"Mengapa kami tak izinkan saat akan diberi police line, karena
terminal ini bukan area untuk penahanan barang dan lagi police line
tak berhak terpasang, ini area bebas Mas dan semestinya pihak
Mapolresta Banjarmasin menempatkan 150 petikemas itu di tempat
tersendiri bukan pada tempat yang ada sekarang," pintanya.
Á ÁPada Sabtu (20/11), pihaknya terima surat dari Mapolda Kalsel
bahwa petikemas harus ditahan dan ditempatkan pada satu relokasi
penumpukan pada satu area. "Namun sampai detik ini tak ada titik
temu dalam pembiayaan relokasi," ungkapnya.
Á ÁSesuai dengan draf, lima hari harus dibongkar. Untuk satu hari
dikenakan pembayaran 200 persen dari parkir petikemas Rp6.500
perbuah.
Á Á"Ditambah penumpukan sebanyak 150 peti kemas yang belum jelas
kapan dibongkar muat, kami merasa sangat terganggu dan lagi kapal
tak bisa sandar. Terpaksa kami tahan dulu di luar alur, karena
terminal uat penempatan petikemas baru tak ada tempat," pungkasnya.
à Ãzal/adi

Pegawai Kejari Banjarmasin Dites Urine

BANJARMASIN Ä Ä© Seluruh pegawai Kejaksaan Negeri (Kejari)
Banjarmasin, baik itu jaksa hingga staf harus melakukan pemeriksaan
tes urine tentang narkoba, Rabu (24/11) kemarin.
Á ÁPemeriksaan tes urine narkoba yang dilaksanakan kemarin
merupakan perintah dari pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) dan sudah
menjadi program se©Indonesia.
Á ÁMenurut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Banjarmasin, Hadi
Purwoto SH, melalui Kasubagbin, Kuswanto SH, tes urine narkoba yang
dilakukan itu merupakan salah satu langkah untuk pembenahan diri,
karena selama ini pihak kejaksaan belum pernah melaksanakan
kegiatan tersebut.
Á Á"Intinya, kita mengharapkan dengan dilakukan tes urine narkoba
ini, semua pegawai maupun staf tidak ada yang terindikasi pemakai,"
katanya.
Á ÁKegiatan tes urine ini disambut positif semua pihak Kejari
Banjarmasin dan didukung penuh, karena dengan kegiatan ini
setidaknya pencitraan kejaksaan akan lebih menunjang, dan kinerja
pegawainya juga tetap terawasi.
Á Á"Tujuan dari kegiatan ini sangat jelas, pegawai kejaksaan
harus bebas narkoba, apalagi saat ini pihak kejaksaan sedang
mereformasi diri, salah satunya dari personil atau anggota harus
dibenahi," ungkapnya.
Á ÁTes urine narkoba yang dilakukan tim medis Rumah Sakit Ansyari
Saleh, merupakan program Kejagung yang turun ke Kejati, kemudian
disampaikan ke semua kejari, namun yang mengawali adalah Kejari
Banjarmasin, dan nantinya dilanjutkan kejari lain.
Á ÁDisinggung apabila dalam pemeriksaan tersebut hasilnya ada
yang positif, itu bukan wewenang pihak Kejari Banjarmasin atau
Kejati Kalsel yang akan menindaklanjuti, karena semua merupakan
perintah dan program Kejagung.
Á ÁPelaksanaan tes urine narkoba ini juga sifatnya intern, tidak
didampingi pihak kepolisian.
Á ÁKegiatan ini merupakan yang pertama kali dilakukan di
lingkungan kejaksaan sebagai salah satu lembaga penegak hukum.
Á Á"Kalau memang ini program Kejagung kita sangat mendukung, dan
kita berharap dengan kegiatan ini akan ada alokasi dana, karena tes
urine kali adalah biaya sendiri," bebernya.
Á ÁSementara itu dari beberapa pegawai Kejari Banjarmasin yang
telah mengikuti tes urine narkoba menyatakan mendukung penuh.
Á ÁMenurut salah seorang pegawai Kejari Banjarmasin, yang namanya
tidak mau dikorankan, kegiatan itu sangat baik, untuk menindak
adanya pegawai yang telah menggunakan narkoba.
Á Á"Namun, bagi saya pribadi itu hal biasa, karena selama ini
saya tidak pernah terkait dengan yang namanya narkoba," katanya.
Á ÁKemungkinan, lanjutnya, bagi pegawai yang ketahuan memakai
narkoba maka hal itu disayangkan. "Tapi saya yakin bahwa temanªteman di Kejari Banjarmasin tidak ada yang menggunakan narkoba,
karena semua terlihat santai menjalani pemeriksaan tersebut,"
jelasnya. Ã Ãris/adi

KAI Merasa Terzalimi Dengan Putusan MA

BANJARMASINÄ Ä © Kongres Advokat Indonesia (KAI) kembali lakukan
penolakan terhadap putusan Mahkamah Agung (MA) bahwa kegiatan
verifikasi yang dilakukan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi)
sah.
Á ÁDiungkapkan Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KAI Kalsel,
Abdul Hakim SH MH, Rabu (24/11), kegiatan verifikasi yang dilakukan
Peradi tersebut merupakan salah satu tindakan yang mendiskreditkan
KAI karena advokat yang tidak melakukan verifikasi ke Peradi tidak
diizinkan mendampingi kliennya dalam peradilan.
Á Á"Kami merasa itu adalah politik yang dilakukan oknum©oknum
Peradi, karena kalau kita mengacu pada putusan Mahkamah Konstitusi
(MK) bahwa organisasi yang diakui adalah KAI dan Peradi tidak hanya
satu," ucapnya.
Á ÁUntuk memastikan hal ini, KAI menurutnya sebelumnya sudah
menemui Komisi III DPR RI yang disambut oleh Anggota Komisi III,
Ahmad Yani yang mempertanyakan substansi pendirian dua organisasi
ini.
Á ÁMelihat hasil keputusan MK, Abdul Hakim menegaskan bahwa
keputusan yang ada hanya penyatuan dua organisasi ini, bukan
menetapkan Peradi sebagai organisasi atau wadah tunggal, dan
pernyataan bahwa Peradi sebagai wadah tunggal itu tidak sah.
Á Á"Tetapi, kenapa MA menetapkan Peradi sebagai wadah tunggal,
padahal hal ini belum ada kesepakatan, karena untuk menentukan
wadah tunggal ini perlu diadakan kongres lagi yang rencananya akan
dilaksanakan dua tahun lagi," jelasnya.
Á ÁUntuk itu, apapun alasannya, pernyataan bahwa anggota KAI yang
tidak melakukan verifikasi ke Peradi tidak bisa mendampingi klien
hingga pengadilan, Abdul Hakim menyatakan bahwa hal itu tidak
benar.
Á ÁKendati menyatakan hal demikian, namun KAI tidak bisa
menghalangi anggotanya untuk masuk atau mengikuti verifikasi ke
Peradi, namun diharapkan agar komitmen, apakah ikut Peradi atau
KAI.
Á Á"Kalau mereka sudah berpindah ke Peradi, tolong memberikan
surat pernyataan bahwa mereka cabut atau keluar dari KAI,"
tandasnya.
Á ÁUntuk mendapat kepastian mengenai status kewenangan ini, KAI
rencananya terus akan berjuang, salah satunya dengan mengajukan
pertimbangan ke Menhumkam, HAM, dan melakukan upaya ke DPR RI
Komisi III.
Á ÁDengan keluarnya keputusan dari MA bahwa Peradi©lah wadah
satu©satunya advokasi di negeri ini, KAI menilai MA tidak mematuhi
putusan MK atau hukum yang dianggap lebih tinggi dan kuat ketimbang
surat edaran MA.
Á Á"KAI akan terus berjuang karena kita merasa sah, karena
berdirinya berdasarkan hasil kongres advokat seluruh Indonesia yang
dituangkan dalam akte notarial lengkap dengan ADRT, sedangkan
Peradi berdiri atas keinginan oknum©oknum petinggi dari organisasi
seperti IPHI," ucapnya. Ã Ãmad/adi

Saksi Ngaku Teken Kuitansi Kosong

PELAIHARIÄ Ä © Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tala H Anang
Aderiani Basuni, kembali menjalani sidang dalam kasus dugaan
korupsi proyek pengairan tahun 2003. Agenda sidang pemeriksaan
saksi.
Á ÁJPU menghadirkan lima saksi yang kesemuanya mantan kades yang
wilayahnya menjadi tempat pelaksanaan proyek tersebut, Rabu (24/11)
di Pengadilan Negeri (PN) Pelaihari.
Á ÁSidang lanjutan proyek pengairan 2003 semakin seru, pasalnya
sejumlah kades yang dihadirkan ke persidangan oleh JPU mengaku tak
mengetahui jika besaran anggaran perwilayah tersebut puluhan juta
rupiah.
Á ÁSaksi, Khairudin, mantan kades Handil Suruk dan Fahmi, mantan
Kades Handil Babirik mengaku cuma menerima uang pembersihan saluran
pengairan Rp1.050.000. Tanpa mengetahui jika ternyata anggaran
penebasan rumput mencapai puluhan juta rupiah perdesa.
Á ÁBahkan ketika majelis hakim yang dipimpin Sifaurosidin SH
mempertanyakan berapa kali mereka menandatangani kuitansi
penerimaan uang penebasan rumput, para mantan kades ini mengaku
kuintansi yang disodorkan tersebut kosong,
Á Á"Kami hanya menandatangani, kami tak melihat di kuitansi itu
nilai uangnya," ujar para mantan kkadestersebut.
Á ÁFahmi, mantan Kades Handil Babirik juga menyebutkan, pekerjaan
penebasan rumput yang dikerjakan bersama masyarakat desanya itu,
dilakukan dua kali dan upahnya juga diterima dua kali, dan
diserahkan langsung oleh H Ramlie yang saat itu menjabat Kasi
Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Tala.
Á ÁSeperti diwartakan sebelumnya, dugaan korupsi pemotongan dana
proyek pengairan 2003 dan 2004 yang bernilai ratusan juta rupiah
itu berawal dari salah satu LSM yang mendesak Kejari Pelaihari
mengusut kasus dugaan pemotongan dana proyek pangairan tahun 2003
dan 2004. Ã Ãcan/adi

Selasa, 23 November 2010

'Darah' Di Motor Revo Dibawa Ke Surabaya

BANJARMASINÄ Ä © Keseriusan aparat Sat I Krimum Dit Reskrim Polda
Kalsel dan Polres Banjar mengungkap kasus mutilasi terhadap
Fatmawati (16), warga Jl Guntung Harapan RT 34 Kelurahan Guntung
Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru, ditunjukkan dengan
mengirim sampel bercak 'darah' di motor Honda Revo KH 6331 TA.
Á ÁSelasa (23/11), Dir Reskrim Kombes Pol Mas Guntur Laupe kepada
wartawan menerangkan, demi membuktikan apakah ada indikasi kalau
motor tersebut pernah membawa potongan tubuh korban, maka penyidik
mengirimkan sampel bercak 'darah' ke Puslabfor Polda Jatim di
Surabaya.
Á Á"Sampel darah korban dan sampel dari bercak di motor Revo itu
dikirim ke Puslabfor Polda Jatim, guna membandingkan apakah benar
sampel bercak di Revo sama dengan darah korban," jelasnya.
Á ÁDijelaskan, penyidik memang mencurigai motor tersebut, karena
ditemukan tanpa pemilik di sekitar TKP penemuan potongan tubuh
korban di kawasan Bincau, Martapura.
Á Á"Kita masih mencari siapa pemilik motor tersebut, karena saat
ditemukan di sekitar TKP penemuan, motor tanpa ada pemiliknya,"
cetusnya.
Á ÁPolisi, lanjutnya, masih berupaya keras mencari siapa pelaku
pembunuhan sadis sekaligus mutilasi terhadap putri Sa'diah (47)
tersebut.
Á ÁSementera pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang diduga
pernah melihat istri Syahlan (21) ini menjelang akhir hayatnya,
terus berlanjut.Á Á
Á ÁDi samping itu, polisi di Martapura juga masih melacak
keberadaan sisa potongan tubuh korban, terutama bagian dada dan
perut korban.
Á ÁSenin (22/11), sejumlah petugas Resmob Sat I Krimum Dit
Reskrim Polda Kalsel curiga bercak diduga darah di motor Honda Revo
warna abu©abu les biru KH 6331 TA yang diperkirakan motor yang
pernah ditumpangi korban mutilasi, Fatmawati (16).
Á ÁPengambilan sampel dilakukan di hadapan Dwi, pemuda yang
diduga pernah membawa korban beberapa hari lalu sebelum korban
ditemukan menjadi korban mutilasi.
Á ÁSenin (22/11) juga, potongan kaki kanan hingga pinggul
ditemukan oleh seorang warga Bincau secara tak sengaj, ketika
mencari enceng gondok di Sungai Bincau.Á p p 2 Á
Á ÁSebagaimana diberitakan, Jumat (19/11) sore sekitar pukul
18.30 Wita, warga di seputar Kompleks Lutfia Tunggal dan dekat
Kompleks Permata, Bincau, Martapura, Kabupaten Banjar dikejutkan
ditemukannya secara tak sengaja oleh seorang warga, empat potongan
bagian tubuh manusia berjenis kelamin perempuan yang diduga adalah
korban mutilasi.
Á ÁPenemuan ini sontak mengundang perhatian ratusan warga sekitar
yang penasaran ingin tahu dari dekat bagaimana bentuk tangan dan
kaki manusia yang sudah terpisah dari raga utuhnya itu.
Á ÁDari informasi, potongan yang ditemukan tanpa sengaja itu
terdiri dari kepala, tangan kanan dan tangan kiri serta kaki kiri.
Sayangnya, potongan kaki kanan dan tubuh masih misterius.
Belakangan, diketahui kalau korban adalah Fatmawati. Ã Ãadi

Kalau Cukup Bukti Tidak Perlu Banyak Saksi

BANJARMASINÄ Ä © Kejari Banjarmasin, Selasa (23/11) kemarin telah
panggil beberapa orang saksi dari staf pengelolan Dinas Pasar Kota
Banjarmasin, untuk dimintai keterangannya.
Á ÁMenurut Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) M Irwan SH,
memang rencananya ada 10 saksi yang akan dipanggil, namun secara
bertahap atau bergiliran.
Á Á"Untuk hari ini (Selasa 23/11) pihak kita telah memanggil dua
orang saksi dari staf pengelola Dinas Pasar Kota Banjarmasin untuk
dimintai keterangannya," katanya.
Á ÁAkan tetapi, lanjutnya, dari dua yang dipanggil tersebut,
hanya satu orang saja yang bisa hadir, karena satunya berhalangan.
Adapun kedua yang telah dipanggil yakni, Dra Linda dan Masniah.
Á Á"Yang bisa datang memenuhi panggilan hari ini dan telah
dimintai keterangannya adalah Masniah, sedangkan Dra Linda tak bisa
datang karena berhalangan," ungkapnya
Á ÁAkan tetapi, lanjutnya, bila semua bukti telah cukup, dan
berdasarkan keterangan saksi, maka pihaknya tidak perlu sampai
banyak memanggil saksi.
Á Á"Satu saksi saja bisa, kalau memang buktinya telah kuat,"
katanya lagi.
Á ÁSebelumnya diberitakan, dua pegawai Dinas Pasar Kota
Banjarmasin telah ditetapkan sebagai tersangka, terkait kasus
perjalanan fiktif.
Á ÁKajari Banjarmasian melalui Kasi Pidsus M Irwan SH, saat
ditemui wartawan mengatakan, pihaknya akan mempercepat proses hukum
kasus korupsi perjalanan dana fiktif, dan proses penyidikan kasus
tersebut ditargetkan rampung sebelum Januari 2011.
Á ÁDalam kasus korupsi Dinas Pasar Kota Banjarmasin, pihak Kejari
Banjarmasin sudah menetapkan dua tersangka, yakni Kepala Dinas
Pasar Banjarmasin Suka, dan bawahannya yang menjabat sebagai
Penjabat Pembuat Teknik Kegiatan (PPTK) bernama Mari.
Á ÁBawahannya itu dijadikan tersangka, dikarenakan berperan
sebagai pejabat pelaksana teknis kegiatan dengan memanipulasi surat
perintah jalan. Kerugian negara dalam kasus itu kurang dari Rp100
juta. Ã Ãris/adi

Jangan Menggoreng©goreng Perkara

BANJARMASIN Ä Ä© Pihak Kejati Kalsel, mulai menunjukan taringnya, ini
terbukti dengan diprosesnya beberapa kasus dugaan tindak pidana
korupsi yang sudah dalam tahap tingkat penyidikan.
Á ÁSaat ini ada beberapa kasus tindak pidana korupsi yang telah
ditangani pihak kejaksaan sudah memasuki tahap penyidikan dan
tersangka dalam kasus tersebut juga sudah dikantongi.
Á ÁUntuk menyempurnakan berkas tersebut pihak kejaksaan telah
melakukan pemanggilan saksi©saksi, dan bila keterangan saksi telah
cukup, maka para tersangka yang sudah dikantongi akan dipanggil dan
diperiksa.
Á ÁAda beberapa kasus dugaan tindak pidana korupsi yang sudah
memasuki tahapan penyidikan yang telah ditangani pihak Kejati dan
kejari lain, yakni yang terjadi di daerah Kotabaru, Tanah Bumbu,
Banjar, dan Banjarmasin.
Á ÁDikatakan Kajati Kalsel Didiek Soekarno SH di sela©sela acara
sertijab Wakajati Kalsel, kejaksaan merupakan salah satu penegak
hukum yang diharapkan masyarakat dalam pemberantasan kasus korupsi
sampai ke akar©akarnya tanpa ada istilah tebang pilih.
Á ÁKepercayaan masyarakat tersebutlah yang mendorong pihak
kejaksaan berupaya untuk meningkatkan kinerjanya secara profesional
dalam melakukan penanganan sebuah kasus.
Á Á"Kalau memang selama ini dilakukan penyelidikan dalam suatu
perkara, dan secara hukum memang ada alat bukti yang mendukung,
maka semua harus sampai ke muara persidangan, agar masyarakat
maklum dan bisa tahu kalau pihak kejaksaan juga benar©benar
berusaha secara optimal," tegasnya.
Á Á"Kalau pun akhir©akhir ini ada kesan masyarakat memandang
kejaksaan kurang mendapat kepercayaan masyarakat, dengan cara kita
kerja jujur, tanggung jawab, kredibel disertai tingkah laku yang
tidak tercela, saya berkeyakinan nantinya masyarakat akan pulih
kepercayaannya," ungkapanya.
Á Á"Oleh karena itu untuk memulihkan pencitraan kejaksaan, maka
saya menginstruksikan jangan menggoreng©goreng perkara, dan semua
perkara harus ke muara penyidikan, manakala alat bukti pendukung
secara hukum sudah cukup," tandasnya.
Á Á"Kalau memang tidak terbukti mengapa harus dilama©lamakan,"
pungkasnya.
Á Á"Saya mengharapkan kepada kejari©kejari yang telah melakukan
penanganan perkara korupsi segera ekspos dan gelar perkaranya,
supaya kita bisa menilai benar atau tidak terdapat alat buktinya,
dan masyarakat juga tahu kalau pihak kejaksaan telah berupaya
melakukan penanganan kasus," katanya lagi.
Á ÁDalam acara serah terima jabatan yang dilaksanakan di aula
Kejati Kalsel kemarin, ada dua pejabat yang mengalami pergeseran,
yakni Wakajati Kalsel dan Kajari Tanjung.
Á ÁUntuk Wakajati Kalsel, dulunya dipegang R Nasrudien SH
kemudian diganti Budiono SH. Sementara itu Akhmad Haris SH, sebagai
Kajari Tanjung yang lama digantikan oleh Aksyam SH.
Á ÁDalam sambutannya, Kajati Kalsel Didiek Soekarno mengatakan, Ô h) 0*0*0*° ° Ô pergantian jabatan atau pergeseran kedudukan merupakan hal yang
wajar dan biasa terjadi di lingkungan kejaksaan, dalam rangka
penyegaran, namun tetap komitmen untuk meningkatkan kinerja para
anggotanya. Ã Ãris/adi

Senin, 22 November 2010

Kaki Kanan Ditemukan

BANJARMASINÄ Ä © Potongan anggota tubuh korban mutilasi ditemukan
warga mengapung di permukaan air Sungai Bincau RT 4 Martapura,
Senin (22/11) sore.
Á ÁBagian potongan kaki kanan hingga pinggul yang ditemukan warga
sekitar tersebut, mengapung dan nyangkut bersama eceng gondok tanpa
alas atau bungkus, sekitar pukul 16.30 Wita.
Á ÁKemudian potongan anggota tubuh tersebut dilaporkan ke pihak
Polres Banjar, dan tidak lama setelah itu dilakukan olah TKP, baru
kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Ratu Zalekha Martapura.
Á ÁSekitar pukul 22.00 Wita, potongan anggota tubuh korban
mutilasi sampai ke kamar mayat RSUD Ulin Banjarmasin, diantar
dengan mobil ambulan Rumah Sakit Ratu Zalekha bersama tim emergency
222.
Á ÁPotongan anggota tubuh terdiri dari kaki kanan hingga pinggul
tersebut dikeluarkan dari mobil ambulan terbungkus terpal warna
kuning dan sudah mengeluarkan aroma tidak sedap.
Á ÁMenurut Saipul, anggota tim emergency 222 yang telah membawa
potongan anggota tubuh tersebut mengatakan, potongan anggota tubuh
korban mutilasi itu ditemukan warga Bincau Martapura yang telah
mencari eceng gondok.
Á Á"Saat itu ada warga yang mencari eceng gondok, dan melihat
potongan kaki mengapung kemudian dilaporkan ke pihak Polres
Banjar," katanya.
Á Á"Potongan kaki itu ditemukan warga sekitar 5 km jaraknya dari
awal ditemukannya potongan anggota tubuh korban yang pertama,"
jelasnya.
Á ÁHingga saat ini sudah ada beberapa anggota tubuh yang telah
dapat, yakni kepala, tangan kanan dan kiri, kaki kiri dan kanan,
tinggal bagian perut dan dada yang masih belum ada.
Á ÁKorban mutilasi diketahui bernama Fatmawati (16) anak dari
pasangan suami isteri Basuni dan Sakdiah warga Jln Guntung Harapan
RT 34/5 Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin,
Banjarbaru.Ã Ã ris/adi

Bercak 'Darah' Di Motor Revo Pembawa Korban

BANJARMASINÄ Ä © Senin (22/11), sejumlah petugas Resmob Sat I Krimum
Dit Reskrim Polda Kalsel curiga bercak diduga darah di motor Honda
Revo warna abu©abu les biru KH 6331 TA yang diperkirakan motor yang
pernah ditumpangi korban mutilasi, Fatmawati (16).
Á ÁPengambilan sampel dilakukan di hadapan Dwi, pemuda yang
diduga pernah membawa korban beberapa hari lalu sebelum korban
ditemukan menjadi korban mutilasi.
Á ÁKetika pengambilan sampel dilakukan secara hati©hati oleh
petugas, raut wajah Dwi, pemuda asal Palangkaraya terlihat tegang.
Bahkan, seorang petugas sengaja meraba dada Dwi mendeteksi
bagaimana reaksi jantung Dwi saat itu.
Á ÁSampel yang diduga darah tersebut kemudian dibawa lagi ke
dalam ruang penyidik bersama Dwi yang kerap mangkal di kawasan
siring depan rumah Banjar Pemprov Kalsel.
Á ÁArdiansyah, tukang parkir di kawasan itu yang ikut pula
dimintai keterangan sempat menuturkan bahwa korban sempat terlihat
naik motor yang dibawa Dwi, beberapa hari lalu.
Á ÁTak hanya itu, petugas yang dalam kasus ini membantu penyidik
Polres Banjar juga memeriksa sejumah teman yang diduga dekat dengan
korban. Kebetulan, sejumlah remaja tersebut tergabung dalam
komunitas anak punk Banjarmasin.
à ÃPunya pacarÄ Ä
Á ÁMenariknya, meski masih berstatus istri sah Syahlan (21),
korban Fatmawati, warga Jl Guntung Harapan, Landasan Ulin
Banjarbaru ini dua bulan terakhir ternyata menjalin cinta alias
pacaran denganÁ ¸ ¸ ÁMuhammad Ridha (17), warga Jl Sulawesi dekat SD di
Banjarmasin.
Á ÁEdi (20), warga Muara Teweh yang berteman juga dengan Fatma
membenarkan kalau antara Fatma dan Ridha berpacaran. "Saya juga
mengenalkan Fatma dengan Ridha. Kalau tak salah mereka berkenelan
dua bulan empat hari yang lalu," aku Edi yang memang dekat dengan
Ridha ini.
Á ÁRidha pun mengakui kalau antara ia dengan Fatma memang
berpacaran. Disinggung apakah ia mengetahui kalau Fatma sudah
bersuami, Ridha mengakui sudah mengetahui ketika diberitahu Fatma
sendiri.
Á Á"Saya berkenalan dengan Fatma dua bulan lalu di siring rumah
Banjar. Orangnya memang mudah akrab dengan siapa saja. Dia pernah
bilang kalau ingin mencari kekasih lagi, karena kurang sreg dengan
suaminya," tuturnya polos.
Á ÁNamun Ridha mengaku sudah cukup lama tidak berjumpa dengan
Fatma, karena seingatnya, ia terakhir berjumpa kala empat hari
menjelang hari raya Idul Adha. "Kala berjumpa itu, saya sedang
sakit, kemudian ia mengasih saya pil obat batuk dalam jumlah
banyak, sehingga saya sampai mabuk tak sadarkan diri," bebernya.
Á ÁRemaja ini juga mengaku bahwa Fatma pernah menginap di
rumahnya sekitar tiga hari. "Orangtua saya sampai marah©marahÔ h) 0*0*0*° ° Ô karena itu," ujar Ridha tersipu.
Á ÁRidha mengaku baru tahu kabar kematian Fatma setelah
diberitahu teman©temannya serta membaca koran. Ia mengaku terkejut
dan prihatin, namun tak berani untuk melihat jasad Fatma secara
langsung.
Á ÁJumat (19/11) sore sekitar pukul 18.30 Wita, warga di seputar
Kompleks Lutfia Tunggal dan dekat Kompleks Permata, Bincau,
Martapura, Kabupaten Banjar dikejutkan ditemukannya secara tak
sengaja oleh seorang warga, empat potongan bagian tubuh manusia
berjenis kelamin perempuan yang diduga adalah korban mutilasi.
Á ÁPenemuan ini sontak mengundang perhatian ratusan warga sekitar
yang penasaran ingin tahu dari dekat bagaimana bentuk tangan dan
kaki manusia yang sudah terpisah dari raga utuhnya itu.
Á ÁDari informasi, potongan yang ditemukan tanpa sengaja itu
terdiri dari kepala, tangan kanan dan tangan kiri serta kaki kiri.
Sayangnya, potongan kaki kanan dan tubuh masih misterius.
Belakangan, diketahui kalau korban adalah Fatmawati. Ã Ãadi

Kasus 10 Ribu Ton Gula Terkesan Ditutupi

BANJARMASINÄ Ä © Dimana ada gula disitu ada semut ujar pepatah, begitu
juga saat tangkapan 10 ribu ton gula milik PT Makassar Cena saat
bongkar muat barang di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin oleh petugas
Tipiter Sat Reskrim Polresta Banjarmasin tiga hari yang lalu seakan
ditutupi oleh aparat.
Á ÁPara kuli tinta berupaya mengonfirmasi kasus itu, namun
petugas terkesan menutupi. Bersyukur ada warga yang mencium hingga
kasusnya menggeliat, Sabtu (20/11) sekira sore hari.
Á ÁSeperti yang diceritakan salah satu warga masyarakat, yang
minta namanya disembunyikan, Sabtu sore ada penyitaan 10 ribu ton
gula dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin oleh pihak Sat Reskrim
Mapolresta Banjarmasin. "Tapi kenapa tak ada pemberitaan di media
baik cetak dan media elektronik lokal dan nasional," katanya dengan
nada keheranan.
Á ÁDari informasi terhimpun, pada Sabtu sore (20/11) lalu,
petugas Sat Reskrim Mapolresta Banjarmasin dari Unit Tipiter
mengamankan 10 ribu ton gula pasir rafinasi dari 142 kontainer yang
akan diturunkan dari kapal angkut penumpang dan barang.
Á ÁDari jumlah sebanyak itu hanya 9 ribu ton gula yang disita
petugas, satu ribu ton gula pasir belum diketahui kemana, ataukah
mungkin gula itu ada surat izin edar masuk Kalsel.
Á ÁKetua Distributor Asosiasi Gula Bersatu Kalsel dan Kalteng H
Aftahuddin saat dimintai komentarnya melalui telepon seluler,
membenarkan ada tangkapan 10 ribu gula oleh pihak Sat Reskrim
Mapolresta Banjarmasin. "Yang jelas tangkapan gula itu benar
adanya," ujar pengusaha gula itu menutup komunikasi.
Á ÁHumas Pelindo III Sudarti saat dikonfirmasi via telepon
seluler, juga membenarkan ada sitaan gula pasir rafinasi sebanyak
10 ribu ton dari 142 kontainer yang ada. "Namun untuk lebih jelas
silakan hubungi divisi konvensional," katanya singkat memutus
pembicaraan.
Á ÁSat Reskrim Mapolresta saat dikonfirmasi melalui Kanit Tipiter
Aiptu Sumarno SH, Senin (22/11) kemarin pagi, jawabannya sangat
bertolak belakang dengan informasi yang diberikan masyarakat. "Sama
sekali dari Unit Tipiter tak ada kasus tangkapan ribuan ton gula
pasir rafinasi, di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Dari mana
informasi itu," ucapnya sambil berlalu.
Á ÁIronisnya jawaban yang diberikan Kanit itu berbeda jauh dengan
atasannya Wakasat Reskrim AKP Afner Juwono SH SIK. "Benar ada
tangkapan ribuan ton gula pasir rafinasi oleh Unit Tipiter. Tapi
saya tak menguasai kasusnya, baik penangkapan serta kronologis.
Jadi saya tak bisa berikan komentar. Silakan langsung ke Kasat
Reskrim Kompol Suhasto SIK," katanya seperti menyembunyikan
sesuatu.
Á ÁKasat Reskrim Mapolresta Banjarmasin Kompol Suhasto SIK saat
dikonfirmasi Senin (22/11) kemarin menjelaskan, kasus sitaan 10
ribu ton atau 142 kontainer berisi gula pasir rafinasi masih dalam
tahap penyelidikan. Diakuinya pemilik ribuan ton gula itu sedang
dalam pemeriksaan petugas penyidik.
Á ÁDalam pantaun di Sat Reskrim Mapolresta Senin (22/11),
terlihat salah seorang pengusaha gula pasir yang diketahui bernama
H Benny sedang diperiksa petugas Tipiter Sat Reskrim Mapolresta
Banjarmasin. Sekian waktu ditunggu ia tak keluar©keluar dari unitÔ h) 0*0*0*° ° Ô itu, dan upaya jurnalis mau mengabadikan gambarpun terhalang pintu
yang selalu dalam keadaan tertutup. Ã Ãzal/adi

Tersangka Korupsi Puskesmas Ditahan

BANJARMASIN Ä Ä© Kejati Kalsel secara resmi mengumumkan bahwa Kejari
Martapura yang sebelumnya menetapkan tiga tersangka kasus korupsi
proyek relokasi Puskesmas Jambu Burung, Kecamatan Beruntung Baru,
Kabupaten Banjar tahun 2007, akhirnya menahan para tersangka.
Á Á"Kita beritahukan bahwa Kejari Martapura hari ini sudah
melakukan penahanan terhadap ketiga tersangka kasus dugaan korupsi
proyek Puskesmas Jambu Burung," ujar Kasi Penkum dan Humas Kejati
Kalsel, Rajendra SH, Senin (22/11).
Á ÁMenurut Rajendra, pihaknya sudah melayangkan surat
pemberitahuan kepada keluarga masing©masing tersangka tentang
pemberitahuan penahanan tersebut.
Á Á"Kemudian, Kejari Martapura masih akan memeriksa sejumlah
saksi lagi untuk memperkuat pembuktian di persidangan nanti,"
jelasnya.
Á ÁSetelah menetapkan Eri dan Rosi sebagai tersangka dalam
kasus ambruknya Puskesmas Jambu Burung Kecamatan Beruntung Baru,
pihak Kejari Martapura kembali menetapkan ZH, seorang
anggota DPRD Banjar sebagai tersangka.
Á ÁDitetapkannya ZH sebagai tersangka seiring dengan adanya surat
izin Gubernur Kalsel Nomor 181.1/01006/KUM perihal persetujuan
untuk melakukan tindakan penyidikan terhadap anggota DPRD Kabupaten
Banjar atas nama ZH.
Á ÁDalam surat izin Gubernur tersebut menyatakan, tidak keberatan
dan menyetujui untuk dilakukan tindakan penyidikan perkara adanya
dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan pekerjaan relokasi
Puskesmas Jambu Burung Kecamatan Beruntung Baru Kabupaten Banjar
pada Dinas Kesehatan Banjar Tahun Anggaran 2007 sehingga merugikan
keuangan Negara sekitar Rp200.870.513,30.
Á ÁKajari Martapura Zulhadi Savitri Noor SH MH
didampingi Kasi Pidsus Agung Pamungkas SH, Selasa (24/8)
mengatakan, dengan adanya surat izin gubernur kalsel tersebut maka
pihaknya menetapkan ZH sebagai tersangka.
Á Á"Untuk perkembangan kasus Puskesmas Jambu Burung Kecamatan
Beruntung Baru ditetapkan lagi tersangka baru yakni ZH," ujarnya.
Á ÁDengan demikian sebut Zulhadi, sudah ada tiga tersangka dalam
kasus ini yaitu Eri sebagai konsultan pengawas, Rosi, dan ZH
sebagai pelaksana.
Á ÁAgung menandaskan, tidak menutup kemungkinan setelah dilakukan
pemeriksaan dan pengembangan terhadap kasus ini akan ada tersangka
lainnya. "Untuk tersangka lain kita akan kembangkan kasus ini
melalui pemeriksaan, sedangkan untuk penahanan terhadap tersangka
ZH setelah tim penyidik menyelesaikan berkas perkara dan adanya
petunjuk pimpinan," tegas Agung.Ã Ã adi

Kejari Banjarmasin Panggil 10 Saksi

BANJARMASINÄ Ä © Dua pegawai Dinas Pasar Kota Banjarmasin telah
ditetapkan sebagai tersangka, terkait kasus perjalanan fiktif, oleh
pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin.
Á ÁUntuk menindaklanjuti kasus tersebut, rencana pihak Kejari
Banjarmasin akan memanggil sepuluh saksi untuk dimintai keterangan.
Á ÁKajari Banjarmasian melalui Kasi Pidsus M Irwan SH, saat
ditemui wartawan, Senin (22/11) mengatakan, pihaknya akan
mempercepat proses hukum kasus korupsi perjalanan dana fiktif, dan
proses penyidikan kasus tersebut ditargetkan rampung sebelum
Januari 2011.
Á Á"Mudah©mudahan berkas perkara akan rampung dalam dua bulan
terakhir ini," katanya.
Á ÁDengan rampungnya berkas perkara itu, lanjutnya, maka
secepatnya akan dikirim ke Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin untuk
disidangkan.
Á ÁSaat ini, pihaknya sudah melayangkan surat pemanggilan untuk
sepuluh saksi terkait, dan rencananya akan dimintai keterangannya
besok, Selasa (23/11).
Á ÁDalam kasus korupsi Dinas Pasar Kota Banjarmasin, pihak Kejari
Banjarmasin sudah menetapkan dua tersangka, yakni Kepala Dinas
Pasar Banjarmasin Suka, dan bawahannya yang menjabat sebagai
Penjabat Pembuat Teknik Kegiatan (PPTK) bernama Mari.
Á ÁBawahannya itu dijadikan tersangka, dikarenakan berperan
sebagai pejabat pelaksana tekhnis kegiatan dengan memanipulasi
surat perintah jalan.
Á Á"Kerugian negara dalam kasus itu kurang dari Rp 100 juta,"
beberanya.
Á ÁDisinggung apakah akan ada penambahan tersangka nantinya,
Irwan belum bisa memastikan, karena untuk saat ini pihaknya hanya
melihat dua orang yang berperan dalam kasus itu, sehingga layak
dijadikan tersangka.
Á ÁSementara itu, Walikota Banjarmasin H Muhidin mengaku masih
belum menerima berita laporan dari Dinas Pasar ataupun Kejari
terkait adanya pemeriksaan kasus tindak korupsi yang dilakukan oleh
Kepala Dinas Pengelolaan Pasar, Suka.
Á Á"Terus terang saya baru tahu dari kalian bahwa Kejari telah
menetapkan tersangkanya," ucap Muhidin, di Kantor Dinas Kesehatan
Kota Jalan Pramuka Banjarmasin, Senin (22/11).
Á ÁNamun, paparnya, jika itu memang terkait kasus korupsi maka
pihaknya selaku pucuk pimpinan di lingkungan Pemko Banjarmasin
tidak akan menghalang©halangi proses tersebut. Terlebih lagi jika
kasus tersebut telah merugikan negara cukup besar.
Á ÁSementara itu sejak kasus korupsi menerpa di lingkungan Dinas
Pasar Kota Banjarmasin, Kepala Dinas Drs H Suka yang sebelumnya
cukup aktif mengikuti kegiatan yang dilakukan Pemko, kemarin
(22/11) saat acara kegiatan Musrenbang tak terlihat.
Á ÁSedangkan Kajari Banjarmasin Hadi Purnamo SH yang menghadiri
pembukaan kegiatan Musrenbang, langsung menuju ruang Walikota
Banjarmasin H Muhidin.
Á Á"Sungguh saya hanya makan biasa sebagai unsur Muspida dan tak
ada masalah yang urgen dibicarakan dengan Pak Walikota," kata
Purnomo sambil menuju mobil dinasnya. Ã Ãris/via/adi

Minggu, 21 November 2010

Sempat Bilang Tak Sayang Lagi

MARTAPURAÄ Ä © Korban mutilasi, Fatmawati (16), warga Jl Guntung
Harapan RT 34 Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Lansana Ulin,
Banjarbaru, sampai saat ini sebagian potongan jasadnya masih
tersimpan di kamar jenazah Rumah Sakit Uumu Daerah (RSUD) Ulin
Banjarmasin. Menurut pengakuan suaminya, Syahlan (21), korban
sempat berucap sudah tak sayang lagi kepadanya.
Á Á"Terakhir bertemu dengan dia (korban) adalah 14 Oktober 2010
lalu, lebih sebulan. Saya sempat tanya kenapa sering menghindari
saya bila datang ke rumahnya. Dia bilang sudah tak sayang lagi
dengan saya," aku Syahlan, ditemui di sela©sela pemeriksaan dirinya
oleh Sat Reskrim Polres Banjar di Martapura, Minggu (21/11) sore.
Á ÁMenurut pria kelahiran Desa Tabu Darat, Pantai Hambawang, HST
ini, ia baru mengetahui kalau istrinya itu ditemukan sudah menjadi
mayat adalah pada Sabtu (20/11) sekitar pukul 17.00 Wita ketika
selesai bekerja menjadi buruh di Jl Sidomulyo samping Rindam
Banjarbaru.
Á Á"Bos Yadi yang memberitahu saya. Ketika mendengar itu, saya
terkejut dan sangat sedih. Koq ada yang tega sampai membunuh dan
memutilasi dia," ungkapnya.
Á ÁSelanjutnya, Sabtu malam itu sekitar pukul 21.30 Wita, petugas
dari Sat Reskrim Polres Banjar mendatanginya memberitahukan agar
datang ke Polres Banjar pada Minggu (21/11) sekitar pukul 9.30 Wita
menghadiri pemeriksaan.
Á ÁSyahlan yang menikahi Fatma pada 7 Agustus 2010 lalu itu
mengaku memang sejak pertemuan terakhir 14 Oktober 2010 itu tidak
mengetahui kabar lagi tentang istrinya.
Á ÁIa mengaku tidak memiliki firasat apa©apa. Bahkan memiliki
prasangka kalau istrinya ada kekasih lain selain dirinya juga tidak
ada. "Saya juga kurang mengerti kenapa dia berubah sejak malam
Tanglong 27 Ramadhan di Banjarbaru. Namun, sungguh, saya tidak
berprasangka kalau dia punya kekasih lain," paparnya.
Á ÁPria yang mengaku buta huruf ini mengatakan, setelah dikabari
bosnya, ia disarankan membeli koran yang memuat berita mutilasi.
"Saya cuma melihat gambar, karena tidak bisa membaca," katanya
lugu.
Á ÁPria bertubuh kecil ini membantah kalau dirinya yang tega
melakukan itu. "Tidak mungkinlah saya tega begitu sama istri
sendiri. Memukulnya pun saya tidak pernah. Saya berharap, polisi
bisa cepat menangkap pelakunya," ucapnya pelan seraya mengakui
hubungannya memang kurang harmonis akhir©akhir ini. Namun, begitu
disinggung apakah pelaku harus dihukum seberat©beratnya, Syahlan
seperti tersendat berbicara. "Biar lembaga (pengadilan) saja yang
menentukan," katanya.
Á ÁMenurutnya, pertemuannya dengan Fatma terjadi atas jasa
makcomblang, Ifit. "Ifit, teman asal Amuntai, HSU menawarkan kepada
saya, apakah serius akan menikah, sehingga bisa dikenalkan dengan
seorang gadis. Saya bilang serius, sehingga pada 1 Agustus 2010,
kami dipertemukan di Taman Idaman Banjarbaru. Tak lama, 7 AgustusÔ h) 0*0*0*° ° Ô 2010, kami menikah. Sampai sekarang pun saya masih sayang sama
dia," paparnya sedih.
Á ÁAwal©awal menikah, Syahlan yang tinggal di Jl Sidomulyo
Banjarbaru ini mengaku tak ada masalah. Ia juga membantah tidak
memberi nafkah yang cukup, meski ia hanya seorang buruh bangunan.
"Setiap akhir pekan, saya kasih dia Rp180 ribu," akunya.
Á ÁSyahlan menambahkan, ia terakhir melihat Fatma pada 14 Oktober
2010 ketika saling mengungkapkan isi hati. "Kemudian ia pergi jalan
bersama temannya, Winda yang rambutnya juga dicat ala punk,"
tukasnya.
Á ÁSepanjang Kamis (18/11), Jumat (19/11) dan Sabtu (20/11),
Syahlan mengaku ada di tempat kerjanya di sebuah kompleks perumahan
di Jl Sidomulyo. "Malam Jumat pun saya tidak di proyek ditemani
Hadi," jelasnya.
Á ÁJumat (19/11) sore sekitar pukul 18.30 Wita, warga di seputar
Kompleks Lutfia Tunggal dan dekat Kompleks Permata, Bincau,
Martapura, Kabupaten Banjar dikejutkan ditemukannya secara tak
sengaja oleh seorang warga, empat potongan bagian tubuh manusia
berjenis kelamin perempuan yang diduga adalah korban mutilasi.
Á ÁPenemuan ini sontak mengundang perhatian ratusan warga sekitar
yang penasaran ingin tahu dari dekat bagaimana bentuk tangan dan
kaki manusia yang sudah terpisah dari raga utuhnya itu.
Á ÁDari informasi, potongan yang ditemukan tanpa sengaja itu
terdiri dari kepala, tangan kanan dan tangan kiri serta kaki kiri.
Sayangnya, potongan kaki kanan dan tubuh masih misterius.
Belakangan, diketahui kalau korban adalah Fatmawati. Ã ÃadiÄ Ä




à ÃKurang Harmonis
SEBAGAIÄ Ä tokoh warga di Jl Guntung Harapan, Kelurahan Guntung
Manggis, Landasan Ulin, Banjarbaru, Ahmad Fauzi (37) merasa perlu
memberikan nasihat kepada Fatmawati (16).
Á Á"Korban memang sempat berbincang lama dengan saya dan ibunya
(Sa'diah) pada Kamis (18/11) sore. Terakhir saya melihat
almarhumah," ucap Fauzi.
Á ÁPerbincangan memang tidak jauh dari masalah rumah tangga
korban. "Memang sepertinya hubungan korban dengan suaminya, kurang
harmonis. Saya sempat tanya kenapa dia sudah tidak peduli lagi
dengan suaminya. Kerap kalau suaminya datang ke rumah, dia seperti
menghindar dan pergi. Saya kasih pandangan agar jangan begitu,
karena boleh jadi akan membuat suaminya nanti cemburu. Saya juga
nasihati, agar kalau memang sudah tidak suka, berpisah baik©baik,"
jelasnya.
Á ÁMenurut Fauzi, suami korban dari pengamatannya memang masih
menyayangi korban. "Namun, almarhumah pernah mengeluhkan kalau
suaminya memang agak pelit dalam keuangan. Korban pernah mengaku
kesal karena ketika minta duit cuma dikasih Rp2.000," ucapnya.
Á ÁFauzi mengaku mengenali jasad korban dari asesoris yang
dikenakan, yakni baju hem putih, celana jins dot warna hitam serta
rambut dipotong pendek warna oranye khas anak punk.
à ÃJarang bergabungÄ ÄÁ Á
Á ÁMeski disinyalir korban adalah anak punk karena penampilannya,Ô h) 0*0*0*° ° Ô namun sejumlah pemuda yang tergabung dalam komunitas anak punk
Banjarbaru mengaku kalau Fatma bukan anggota komunitas mereka.
Á ÁAyi (24), pemuda yang dipanggil ke Polres Banjar untuk
dimintai keterangan mengatakan, Fatma tidak biasa bergabung dengan
komunitas mereka yang memang kerap mangkal di Taman Idaman, Komet
dan Minggu Raya Banjarbaru.
Á ÁDikatakan, komunitas anak punk Banjarbaru, sesekali pergi ke
luar kota beramai©ramai dengan cara naik mobil bak terbuka atau
truk. "Perjalanan bisa ke Palangkaraya, Kalteng hingga ke Kaltim,"
akunya.
Á ÁSenada, Citra (18), warga Jl Irigasi Kompleks Cacat Veteran,
Martapura mengatakan, meski sering berjumpa dengan Fatma, namun
Fatma bukanlah anggota komunitas mereka. "Terakhir saya ketemu
Fatma, sekitar sebulan yang lalu di Taman Idaman. Dia sepertinya
baik, dan asyik bila diajak ngobrol. Dia kalau datang biasanya juga
sendiri. Tak pernah kami lihat dia dijemput laki©laki misalnya,"
katanya seraya dibenarkan oleh rekannya, Tia (15), warga Genteng
Biru, Bincau, Martapura. Ã ÃadiÄ Ä
Á Á




à ÃIndikasi Sudah Ada
APARATÄ Ä Reskrim Polres Banjar bekerja keras mengungkap kasus
mutilasi Fatmawati (16). Polisi menjelaskan sudah mulai menemukan
indikasi tentang motif kenapa korban dihabisi hingga dimutilasi.
Á Á"Indikasi sudah ada, tinggal pendalaman©pendalaman dengan
jalan mengumpulan bukti sebanyak©banyaknya," ujar Waka Polres
Banjar Kompol Teddy Mukmin Artono SIK didampingi Plt Kasat Reskrim
Iptu Abdul Mufid, Minggu (21/11).
Á ÁMenurut Teddy, korban meski bukan anggota komunitas anak punk
Banjarbaru, namun memang kerap mengunjungi komunitas itu. Hanya
saja, lanjutnya, ada pihak tertentu yang mencegah korban untuk
ikut©ikutan dengan anak punk.
Á Á"Sebulan terakhir, dia mencari Fatma," katanya. Teddy tak
bersedia menyebutkan identitas, karena masih dalam penyelidikan.
Á ÁSaat ini, lanjutnya, pihaknya bekerja sama dengan Dit Reskrim
Polda Kalsel berupaya keras mengungkap kasus yang sudah menhebohkan
masyarakat Martapura tersebut. "Saat ini kita berupaya mencari sisa
potongan tubuh korban dan melacak di mana sebenarnya kejadian
pembunuhan tersebut," ungkapnya. Meski mayat korban dibuang ke
saluran irigasi Bincau Martapura, namun tidak menutup kemungkinan
kalau korban dibunuh di wilayah hukum Polresta Banjarbaru atau yang
lainnya.
Á Á"Kita berharap doa dan dukungan masyarakat supaya kasus ini
bisa terungkap, dan siapa yang tega membunuh korban bisa kita
tangkap secepat mungkin," harapnya.
Á ÁSejauh ini, tambahnya, penyidik sudah memeriksa tidak kurang
dari 10 saksi, baik keluarga dekat korban, tetangga korban hingga
anak©anak punk yang pernah bertemu dengan korban.Ô h) 0*0*0*° ° ÔŒÁ Á"Kita tentu masih memerlukan saksi tambahan, sehingga bisa
diketahui siapa yang terakhir bersama korban," cetusnya.
Á ÁIa meminta kepada masyarakat yang tanpa sengaja menemukan
sesuatu yang mencurigakan terkait kasus ini, supaya segera
menghubungi petugas kepolisian terdekat. "Bantuan masyarakat tentu
kita harapkan bisa mempercepat pengungkapan kasus ini," tegas Waka
Polres Banjar ini. Ã ÃadiÄ Ä


à ÃKeluarga Korban Histeris
BANJARMASINÄ Ä © Mulanya Sa'diah (50) dan Norhasanah (22), ibu dan
saudara Fatmawati (16) korban mutilasi, mengatakan sanggup untuk
melihat potongan jasad korban, meskipun beberapa pegawai RSUD Ulin
Banjarmasin, berupaya menyakinkannya.
Á ÁKedua wanita ini tetap ngotot dan mengatakan sanggup untuk
melihat beberapa potongan tubuh korban yang tersimpan dalam ruang
pendingin kamar mayat RSUD Ulin, Minggu (21/11) kemarin.
Á ÁBahkan kedua perempuan tersebut seakan penasaran dan ingin
cepat©cepat melihat potongan tubuh korban, yang menurut mereka
berdasarkan ciri©ciri dan tanda©tanda dilihatkan melalui foto,
kalau potongan tubuh itu memang keluarga mereka.
Á ÁSaking tak sabarnya, ketika pintu ruangan dibuka Norhasanah
langsung menggandeng ibunya memasuki ruang pendingin jenazah
bersama beberapa keluarga lainya.
Á ÁSementara itu pegawai rumah sakit terlebih dulu berada di
depan, dan begitu lemari pendingin dibuka, teriakan histeris
langsung keluar dari mulut kedua perempuan tersebut.
Á ÁTerlebih Norhasanah, ia menjerit histeris seraya menangis
setelah melihat beberapa potongan tubuh korban, bahkan ia menjerit
keras seakan tak percaya apa yang telah ia lihat.
Á ÁJeritan dan tangisan Norhasanah berhenti setelah tubuhnya
lunglai dan pingsan, sedangkan Sa'diah, ibu korban, terus saja
terdiam dengan tubuh gemetaran dirangkul keluarganya.
Á ÁIa tak kuasa berkata©kata selain diam dengan tatapan mata yang
kosong, dan ketika ditanya pegawai serta anggota Polda Kalsel,
apakah benar kalau korban anaknya, perempuan tersebut hanya
mengangguk saja.
Á ÁSejenak situasi ruang kamar mayat menjadi bising dan gaduh
dengan teriakan keluarga korban, namun hanya sejenak setelah itu
kembali normal, dan sang ibu mulai bisa diajak ngobrol oleh
anggota Polda Kalsel.
Á ÁSebelumnya, Sa'diah mengatakan kalau korban berdasarkan
keterangan kepolisian dan ciri dari anggota tubuh, serta celana
yang digunakan, hingga aksesoris yang ditemukan adalah memang
anaknya.
Á ÁNamun untuk menyakinkan, ia bersama keluarganya mencoba untuk
melihatnya, karena menurutnya anaknya ada tahi lalat di hidungnya.
Á Á"Kami ke sini hanya untuk melihat potongan tubuh korban,
karena berdasarkan keterangan Polres Banjar, kalau korban belumÔ h) 0*0*0*° ° Ô bisa dibawa pulang sebelum organ tubuhnya ditemukan semuanya,"
katanya. Á ¸ ¸ Á
Á ÁDikatakannya, korban merupakan anaknya yang terakhir dari lima
bersaudara, dan baru sekitar tiga bulan menikah dan kawin dengan
Syahlan, warga Pantai Hambawang, HST.
Á ÁSetelah kawin mereka tinggal bersama Sa'diah, namun belakangan
suami korban jarang pulang ke rumah Sa'diah, dan sebaliknya korban
juga jarang pulang.
Á Á"Ia jarang pulang, dan hampir satu minggu tidak pulang,"
katanya.
Á ÁSemenjak pergi dari rumah, Kamis (18/11) hingga ditemukan
potongan tubuhnya, pakaian yang dikenakan korban tidak berubah,
yakni celana hitam dan baju putih.
Á Á"Saya tahu kalau korban mutilasi adalah anak saya, dikasih
tahu tukang parkir, yang sering berteman dengan korban, yang
mengatakan kalau tubuh anak saya sedang di kantor polisi,"
jelasnya. Ã Ãris/adi

Jumat, 19 November 2010

Ditemukan Potongan Tubuh Manusia * Diduga Korban Mutilasi

MARTAPURA © Jumat (19/11) sore sekitar pukul 18.30 Wita, warga di
seputar Kompleks Lutfia Tunggal dan dekat Kompleks Permata, Bincau,
Martapura, Kabupaten Banjar dikejutkan ditemukannya secara tak
sengaja oleh seorang warga, empat potongan bagian tubuh manusia
berjenis kelamin perempuan yang diduga adalah korban mutilasi.
Á ÁPenemuan ini sontak mengundang perhatian ratusan warga sekitar
yang penasaran ingin tahu dari dekat bagaimana bentuk tangan dan
kaki manusia yang sudah terpisah dari raga utuhnya itu.
Á ÁDari informasi, potongan yang ditemukan tanpa sengaja itu
terdiri dari kepala, tangan kanan dan tangan kiri serta kaki kiri.
Sayangnya, potongan kaki kanan dan tubuh masih misterius, sehingga
polisi mesti ekstra keras mengungkap identitas korban yang diduga
baru beberapa jam dibunuh tersebut.
Á ÁKapolres Banjar melalui Plt Kasat Reskrim Polres Banjar Iptu
Abdul Murid menerangkan, penemuan tersebut tanpa disengaja oleh
warga sekitar yang kebetulan hendak mandi di saluran irigasi Riam
Kanan, Kompleks Lutfia Tunggal.
Á Á"Kebetulan warga ada yang hendak mandi, lalu melihat ada tas
berwarna hitam cukup besar mengapung dan larut di saluran irigasi.
Warga yang penasaran dengan tas tersebut kemudian menarik tas ke
tepi. Namun, begitu dibuka, ternyata potongan©potongan tubuh
manusia," jelasnya.
Á ÁDitambahkan Murid, warga yang terkejut dan tak menyangka
temuan tersebut kemudian mengontak pihaknya, sehingga aparat
lansung bergerak ke lokasi penemuan.
Á Á"Ada empat potongan yang ditemukan tanpa sengaja itu, yakni
kepala, tangan kanan dan tangan kiri serta kaki kirinya. Sementara
potongan tubuh serta kaki kanan tidak diketahui keberadaannya,"
cetusnya.
Á ÁPotongan yang diduga masih baru dan diduga lagi korban
pembunuhan beberapa jam sebelumnya itu lalu dievakuasi oleh petugas
Polres Banjar ke Rumah Sakit Ratu Zalekha Jl Menteri Empat.
Á Á"Menurut keterangan dokter yang ahli, korban memang korban
mutilasi dan baru beberapa jam dihabisi. Sayangnya, belum ada warga
yang mengaku mengenali wajah korban. Kita akan berusaha keras
mencari tahu identitas korban," bebernya.
Á ÁMurid menyatakan, pihaknya mulai membentuk tim untuk
membongkar kasus mutilasi ini, sehingga terkuat fakta yang
sebenarnya tentang siapa korban mutilasi tersebut, serta motif dan
pembunuhnya.
Á Á"Tolong doanya Mas, semoga kasus ini cepat terkuak, karena
kasus ini cukup meresahkan warga," harapnya.
Á ÁSampai saat ini, empat potongan tubuh manusia yang tak
beridentitas tersebut masih teronggok di kamar jenazah Rumah Sakit
Ratu Zalekha. Ã Ãadi

Pasutri Nekat Bisnis Sabu

BANJARMASINÄ Ä © Pasangan suami isti, Fah (33) dan Siti (38) bukannya
membina rumah tangga yang bahagia, malah bermain©main dengan hukum.
Pasutri ini harus rela masuk bui, akibat berbisnis sabu, Sabtu
(13/11) malam sekitar pukul 19.30 Wita.
Á ÁWarga Jl Sutoyo S Gg Suryanata RT 30 Banjarmasin Tengah ini
ditangkap petugas Sat I Dit Narkoba Polda Kalsel di kawasan Jl
Kelayan B Gg Baja Banjarmasin Selatan dalam sebuah penyamaran
petugas.
Á ÁDari pelaku, polisi berhasil menyita barang bukti dua paket
sabu severat 5,31 gram.
Á ÁPenangkapan pasutri, Fah dan Siti bermula dari informasi
masyarakat bahwa pasangan itu kerap mengedarkan sabu.
Á ÁMenindaklanjuti informasi masyarakat, Sat I Dit Narkoba Polda
Kalsel kemudian melakukan upaya penyamaran
Á ÁMulanya petugas penyamar memancing Siti, tanpa curiga Siti
menyetujui untuk bertransaksi sabu. Namun, begitu sampai di lokasi
yang sudah dijanjikan, Siti justru tidak membawa barang sabu 5 gram
yang dipesan penyamar.
Á ÁSekan tak percaya dengan penyamar, Siti malah meminta uang
sekitar Rp9,5 juta sebagai tanda jadinya transaksi. Petugas
penyamar yang tak ingin buruannya lepas, kemudian menyerahkan juga
uang pembelian sabu Rp9,5 juta.
Á ÁBegitu uang sudah di tangan, Siti dengan senangnya lalu
mengontak suaminya, Fah agar segera membawa kristal laknat ke
lokasi transaksi.
Á ÁBegitu pasutri itu sudah terkumpul di lokasi, petugas langsung
meringsek membekuk keduanya yang terkaget©kaget begitu menyadari
kalau lawan transaksi adalah polisi yang sedang menyamar.
Á ÁPolisi lantas menggiring keduanya ke kediaman pasutri itu.
Lagi©lagi polisi menemukan lagi satu paket sabu.
Á ÁMenurut Fah dan Siti, mereka bukanlah bandar sabu. Jika memang
bandar, lanjut keduanya, tentunya hidup mereka kaya dan tidak
melarat seperti sekarang ini.
Á Á"Satu gramnya kami jual Rp1,9 juta. Karena tak ada pekerjaan
lain makanya mau melakoni bisnis ini," ujar Siti.
Á ÁDir Narkoba Polda Kalsel Kombes Pol Agus Budimana Manalu
melalui Kasat I AKBP I Made Wijana mengakui kalau pihaknya berhasil
menangkap Fah dan Siti melalui upaya penyamaran. Ã Ãadi

Kamis, 18 November 2010

KPU Banjarmasin Tersandung Dugaan Mark Up Kertas Suara

BANJARMASIN Ä Ä© Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kota
Banjarmasin, telah berlalu dan hasilnya pun telah diumumkan, dari
segi pandangan mata, acara demokrasi lima tahunan itu berjalan aman
dan lancar.
Á ÁAkan tetapi, tidak selamanya apa yang dipandang itu atau yang
telah terlaksana selalu berjalan aman dan lancar, meskipun pihak
yang bersangkutan telah melakukan pengumuman dan pelantikan.
Á ÁBelakangan ini, tersiar kabar, kalau KPU Banjarmasin sedang
kesandung masalah yang cukup serius, yakni munculnya dugaan mark up
dalam pengadaan kertas suara.
Á ÁKabar itu menyebutkan kalau pihak intelijen Kejari Banjarmasin
sedang bekerja keras mengumpulkan bukti permulaan atas indikasi
penggelembungan anggaran dalam proyek pengadaan kertas suara
tersebut.
Á ÁBukan hanya itu, KPU Banjarmasin juga diduga bermasalah dalam
hal pengelolaan dana pendistribusian kertas suara ke PPK, PPS
hingga TPS. Ada rumor bahwa terjadi duplikasi anggaran untuk biaya
pendistribusian.
Á ÁKPU Banjarmasin juga menganggarkan, sementara bantuan dari
lembaga yang lebih tinggi juga disedot. Uniknya, adanya dua
anggaran tersebut seolah©olah terpakai semua untuk kegiatan
pendistribusian, meskipun disinyalir yang terpakai sebenarnya cuma
satu anggaran.
Á ÁMenurut rumor lagi, dana tersebut sengaja disimpangkan untuk
kepentingan pribadi oknum©oknum yang memang berkaitan dengan
pengelolaan anggaran di KPU Banjarmasin.
Á ÁDan menindaklanjuti kebenaran dugaan kasus korupsi yang
terjadi di KPU Banjarmasin itu, pihak Kejari Banjarmasin telah
melakukan penyelidikan.
Á ÁApabila dalam penyelidikan nanti telah ditemukan bukti©bukti
dan tersangka, hingga perkaranya akan naik ke tingkat penyidikan,
kemungkinan perkara bisa langsung diekspos.
Á ÁMenurut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Banjarmasin Hadi
Purwoto yang didampingi Kasi Pidsus M Irwan, ketika dikonfirmasi
Mata Banua, Kamis (18/11) kemarin, pihaknya masih melakukan
penyelidikan untuk mengumpulkan bukti©bukti awal.
Á Á"Kasus ini sebenarnya rahasia dan masih dalam penyelidikan
untuk mengumpulkan bukti©bukti awal, dan apabila sudah ke tingkat
penyidikan kita akan panggil rekan©rekan wartawan untuk ekspos,"
katanya singkat. Ã Ãris/adi

Senin, 15 November 2010

Rehab Bandara Pakai APBD Dipertanyakan

BANJARMASIN © Pengurus Daerah Gerakan Reformasi Indonesia (PD
Gerindo) Kalsel mempertanyakan rencana Pemprov Kalsel yang akan
merehab fasilitas Bandara Syamsudin Noor dengan menggunakan dana
daerah atau APBD Kalsel.
Á ÁSenin (15/11), Ketua Gerindo Kalsel Drs Syamsul Daulah
didampingi sekretarisnya Hermani Begman SSos mengatakan, sudah
sangat jelas, kalau bandara adalah milik dan dikelola oleh PT
Angkasa Pura, salah satu BUMN.
Á Á"Semestinya yang lebih berhak merehab bandara adalah PT
Angkasa Pura, bukan Pemprov Kalsel apalagi harus menggunakan dana
masyarakat Kalsel," cetus Syamsul.
Á ÁMenurutnya, PT Angkasa Pura sudah bertahun©tahun berusaha di
Bumi Lambung Mangkurat, sehingga adalah wajar kalau keuntungan dari
usahanya digunakan untuk menambah daya pelayanan demi kenyamanan
konsumen bandara.
Á Á"Kalau PT Angkasa Pura merasa telah berusaha dan untung di
sini, semestinya Angkasa Pura yang merehab sarana di bandara,
seperti terminal kedatangan penumpang maupun ruang tunggu
penumpang, bukan Pemprov Kalsel," bebernya.
Á ÁDitambahkan, sudah banyak contoh, bandara di bawah Angkasa
Pura, rehab fasilitasnya didanai dari APBN, bukan APBD daerah di
mana bandara itu berada.
Á ÁSekadar contoh, Bandara Kuala Namu di Medan direhab dengan
dana APBN sebesar Rp5,4 triliun, Bandara Hasanudin di Makassar
sebesar Rp1,5 triliun, Bandara Juanda di Surabaya Rp4,5 triliun,
bandara Ngurah Rai di Denpasar Rp2 triliun dan Bandara Sepinggan di
Balikpapan Rp1,5 triliun juga dari APBN bukan APBD.
Á Á"Kalau memang Pemprov Kalsel berkeinginan agar bandara
direhab, semestinya tekan Angkasa Pura atau lobi pemerintah pusat,
sehingga bisa menganggarkannya dalam APBN, jangan malah dana rakyat
Kalsel dipakai," tegasnya.
Á ÁMenurut Syamsul, pihaknya akan menentang keras upaya pemakaian
dan APBD untuk merehab Bandara Syamsudin Noor yang notabene milik
Angkasa Pura dan BUMN itu.
Á Á"Hal ini berarti, kemampuan lobi Pemprov Kalsel sangat lemah,
sehingga tidak berdaya dan mau saja memakai dana daerah hanya untuk
rehab bandara," sindirnya.
Á ÁHermani bahkan menaruh curiga jika Pemprov Kalsel tetap
memaksakan diri menggunakan dana APBD untuk merehab bandara. "Kalau
demikian, patut diduga ada kepentingan apa sehingga Pemprov Kalsel
mau begitu. Jangan lupa, Gubernur Sjachriel Darham bersama anak
buahnya pernah menuai masalah karena merehab runway bandara
menggunakan dana APBD di tahun 2002 dan 2003," ungkapnya.
Á ÁDikatakan, masih banyak kebutuhan daerah, seperti perbaikan
fasilitas sekolah, jalan, perbaikan kualitas kesehatan, bedah rumah
bagi kalangan penduduk miskin yang memerlukan dana daerah. Ã Ãadi

Saksi Hanya Melihat Luka Lebam Di Wajah Korban

BANJARMASINÄ Ä © Lagi©lagi saksi yang hadir di Pengadilan Negeri (PN)
Banjarmasin dalam perkara kasus penganiayaan, dengan terdakwa Agus
Towo mengatakan tidak melihat kejadian pemukulan yang telah
dilakukan terdakwa.
Á ÁKeterangan saksi ini diungkapkan di depan ruang sidang Kartika
di hadapan majelis hakim Wahyono bersama anggotanya Wurianto dan
Roro Endah Haryuni, Senin (15/11) pagi kemarin.
Á ÁMenurut saksi, salah seorang pegawai HBI yang bekerja sebagai
waiters, yang dihadirkan di persidangan, saat itu dirinya sedang
mengantarkan pesanan menuju room 312.
Á ÁKetika mencapai pintu masuk ia melihat saksi korban keluar,
dan di bagian wajahnya saksi melihat ada luka lebam, namun ia tidak
tahu persis apa penyebab luka lebam di wajah saksi korban.
Á ÁSetelah masuk dan mengantarkan pesanan saksi kemudian pergi,
karena ia merasa saat berada di ruang 312 suasananya seperti biasa
saja dan tidak ada terjadi apa©apa.
Á Á"Saya hanya melihat saksi korban keluar ruangan dan di bagian
wajahnya ada luka lebam, itu saja. Sebelumnya saya tidak tahu,"
kata Wahid Kurniani.
Á ÁKemudian oleh majelis hakim, sidang kemudian ditunda hingga
minggu depan, dan kemungkinan dengan agenda tuntutan, karena saksi
dari pihak kepolisian (BAP) telah habis.
Á ÁSekedar diketahui, peristiwa pemukulan yang dilakukan terdakwa
terhadap seorang ladies Karaoke HBI bernama Mika terjadi di room
312 karaoke HBI, Minggu (6/6) dini hari.
Á ÁSaat itu terdakwa mengamuk dan memukul wajah cantik Mika (23),
hingga luka lebam lebam. Tak terima dengan tindak penganiayaan itu,
Mika melaporkan kasus tersebut ke Sat Reskrim Poltabes Banjarmasin
malam itu juga.
Á ÁBriptu Agus yang pernah bertugas di Sat I Dit Narkoba Polda
Kalsel dan kini dimutasi ke Denma Polda Kalsel itu diduga emosi
karena cemburu, sang pacar yang berinisial Yana (24) yang juga
berprofesi sebagai ladies di sana, dibooking orang lain.
Á ÁMika bahkan sempat dirawat di RS Bhayangkara untuk mengobati
luka©lukanya. Kejadian pemukulan itu bermula saat Agus
mendengar kalau kekasihnya, Yana dibooking seorang tamu yang
datang berombongan ke room 312.
Á ÁRombongan tersebut tidak hanya membooking Yana, tetapi juga
Mika. Tamu dan para ladies kemudian bernyanyi© nyanyi di room
tersebut dengan gembiranya.
Á ÁSuasana asyik tiba©tiba berubah, ketika Briptu Agus dengan
tiba©tiba masuk tanpa permisi ke dalam ruangan tersebut. Tanpa
basa©basi, ia dengan kasarnya menarik lengan Yana, sang pacar agar
berdiri dari sofa dan menjauh dari ruangan tersebut.
Á ÁPara tamu karaoke sempat dibuat kagum dan bingung melihat
kejadian cepat tersebut. Sejurus kemudian, Mika yang merasa tidak
enak dengan para tamu kemudian mencegah Agus dan Yana meninggalkan
ruangan tersebut.
Á ÁBukannya sadar, Agus malah naik pitam melihat Mika dan
sejumlah pria di ruangan tersebut mencoba mencairkan kemarahan
Agus.
Á ÁTiba©tiba saja, Agus memukul Mika. Terang saja, apalah arti
kekuatan seorang wanita dibanding oknum polisi yang sudah terlatihÔ h) 0*0*0*° ° ÔŒmembekuk penjahat ini.
Á ÁTangan kasar Agus beberapa kali melayang ke wajah dan tubuh
Mika yang tak berdaya akhirnya terjatuh ke lantai. Sejumlah pria
yang sebenarnya tuan rumah di ruangan tersebut coba mencegah,
sampai akhirnya terjadi kericuhan.
Á ÁSejumlah sekuriti kemudian berdatangan ke room 312, di mana
kejadian perkara terjadi. Namun, Agus yang sudah kehilangan urat
malu itu langsung menghilang entah ke mana.
Á ÁBeberapa menit kemudian, jajaran Provos Bid Propam Polda
Kalsel dan Unit P3D Poltabes Banjarmasin tiba di TKP dan langsung
memboyong korban serta saksi untuk diobati sekaligus dimintai
keterangannya.Ã Ã ris/adi

Jumat, 12 November 2010

Harta Noor Ilmi Digugat Jaksa

BANJARMASINÄ Ä © Mantan Kabag Keuangan Setkodati II Banjarmasin Ilmi
Noor (62) yang telah menjadi terpidana kasus korupsi dan menjalani
hukuman, terpaksa tidak bisa menikmati hasil kejahatannya.
Á ÁMasalahnya, gugatan perdata yang diajukan pengacara negara,
dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin ini, Ramadani cs,
diterima majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Jumat
(12/11) kemarin.
Á ÁDalam amar putusannya, majelis hakim yang diketuai, Agung
Wibowo dengan anggotanya, Suswanti dan M Basir menyatakan,
mengabulkan gugatan penggugat seluruhnya, tergugat melakukan
perbuatan melawan hukum.
Á ÁSelain itu, menghukum tergugat untuk membayar ganti kerugian
materiil sebesar Rp1.834.696.424,69. Dan menghukum tergugat
membayar dwangsom (uang paksaan) Rp1.000.000 setiap hari, jika
tergugat lalai melaksanakan putusan tersebut.
Á ÁBahkan, majelis hakim mengabulkan permohonan sita jaminan
terhadap benda tidak bergerak milik tergugat, berupa sebidang tanah
dan sebuah rumah yang terletak di kawasan Jl Gunung Sahara VII
Dalam No 10 RT 001/05 Kelurahan Gunung Sahari Utara, Kecamatan
Sawah Besar Jakarta Pusat, dan sebidang tanah dan rumah di Jl
Bougenvil Permai II No 27 LC RT 017 RW 06 Kelurahan Cibatu,
Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.
Á ÁDikatakan Ramadani kepada wartawan, kalau gugatan perdata itu
dilakukan mengingat besarnya kerugian yang dialami negara akibat
kejahatan korupsi yang yang dilakukan Ilmi Noor.
Á ÁMenurutnya, Ilmi Noor melakukan pidana korupsi berlanjut dari
tahun 1993 hingga 1998, untuk pembayaran cicilan proyek KIP,
pinjaman IBRD, dan Pasar Antasari, sehingga negara mengalami
kerugian senilai Rp1,99 miliar.
Á ÁSedangkan disitanya benda tidak bergerak milik tergugat
tersebut, dikarenakan harta itu diduga merupakan hasil tindak
pidana korupsi yang dilakukannya selama Ilmi Noor menjabat Kabag
Keuangan Setkodati II Banjarmasin.
Á ÁBerdasarkan putusan PN No: 61/PID.B/1999/PN©BJM, Ilmi Noor
dijatuhi hukuman delapan tahun penjara dan denda Rp22,5 juta
subsidair enam bulan kurungan, selain itu, terdakwa juga diharuskan
membayar uang pengganti sebesar Rp1.813.196.424,69 kepada negara.
Á Á"Karena tidak memenuhi kewajiban untuk bayar uang pengganti
inilah, makanya Kejari Banjarmasin melayangkan gugatan perdata,"
jelasnya.
Á ÁDiketahui, terdakwa Ilmi Noor merupakan warga Jl Mahat Kasan
RT 25 No 68 Gatot Subroto, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Banjarmasin
Timur.
Á ÁIa sempat menjadi buronan pihak Kejari Banjarmasin selama 12
tahun, atas kasus tindak pidana korupsi, dan pada pertengahan Maret
2010 lalu, ia dijemput paksa oleh pihak Kejari Banjarmasin di
tempat persembunyiannya di daerah Bekasi, kemudian dijebloskan ke
Lembaga Pemasyarakatan (LP) Teluk Dalam Banjarmasin.Ã Ã ris/adi

RA Diadvokasi PPP Pusat

BANJARMASINÄ Ä © Meski RA sudah dijadikan tersangka oleh Kejaksaan
Agung (Kejagung) dalam kasus pembebasan lahan eks Pabrik Kertas
Martapura (PKM), namun Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pusat
tetap melakukan advokasi terhadap kader PPP ini.
Á ÁAhmad Yani, praktisi PPP yang duduk di Komisi III DPR RI
mengatakan, Rabu (11/11) malam menerangkan, pihak PPP sudah
mengetahui status RA sebagai tersangka.
Á Á"Karena beliau adalah kader PPP, maka PPP berhak dan akan
mengadvokasi beliau dalam menghadapi kasus ini," tegas Yani.
Á ÁBahkan, Yani yang terkenal vokal di Komisi III ini berharap,
Kejagung bisa menggelar kasus ini secara terbuka, sehingga publik
bisa mengetahui dengan persis bagaimana duduk perkaranya.
Á Á"Karena kasus ini menyangkut orang penting di samping era
keterbukaan dalam penanganan perkara, kita berharap, Kejagung bisa
secara terbuka melakukan gelar perkara atas kasus ini," paparnya.
Á ÁYani mengatakan, RA saat menjadi Bupati Banjar memang
mengeluarkan kebijakan untuk pembebasan lahan eks PKM demi
kepentingan umum.
Á Á"Sepanjang hemat saya, yang namanya kebijakan tidak bisa
dikriminalkan, sepanjang itu didasari niat baik demi kepentingan
umum. Namun, hal ini bukan berarti kebijakan tidak bisa dikenai
pasal korupsi. Kebijakan bisa dikenai sanksi hukum jika melanggar
aturan atau ada niat untuk memperkaya diri sendiri," cetusnya.
Á ÁMenurutnya, kebijakan RA sudah sesuai dengan Keppres yang
mengatur masalah pembebasan lahan HGB. "Apalagi, semestinya
pemberian santunan adalah 65 persen, namun Pemkab Banjar justru
mampu menekan hingga 45 persen dari nilai lahan. Nah, mestinya
Pemkab Banjar dikasih reard dong, bukan malah dikriminalkan,"
ucapnya.
Á ÁSementara itu, penyidikan kasus dugaan korupsi pembebasan
tanah eks PKM oleh tim penyidik pada Jampidsus Kejagung di Jakarta,
semakin intensif. Diinformasikan bahwa tim bakal 'turun gunung'
meninjau lokasi eks PKM di Martapura.
Á ÁMenurut Supiansyah, salah satu saksi, tim itu ingin mengetahui
secara langsung tentang sejauh mana manfaat yang dilakukan Pemkab
Banjar setelah pengambilalihan lahan dari PT Golden.
Á ÁSupi sendiri pada Rabu (27/10) sejak pukul 9.30 hingga 15.00
WIB diperiksa sebagai saksi. Kala itu ia disodori 14 pertanyaan
oleh tim yang dikoordinir Surya SH dari Jampidsus Kejagung.
Á ÁAdapun posisi kasus, bahwa tersangka Drs RA selaku Bupati
Kabupaten Banjar telah mengeluarkan Surat Keputusan Bupati
Kabupaten Banjar Nomor 24 Tahun 2001 tanggal 7 Pebruari 2001
tentang Pembentukan Tim Pengembalian dan Pemanfaatan eks Pabrik
Kertas Martapura Kabupaten Banjar, yang diketuai oleh Drs Iskandar
Djamaludin (Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Banjar) dan
Sekretaris oleh Khairul Saleh Bsc SSos (Kabag Perlengkapan
Sekretariat Daerah Kabupaten Banjar).
Á ÁSurat Keputusan tersebut dikeluarkan untuk membebaskan tanah
HGB atas nama pemegang hak PT Golden Martapura (milik Gunawan
Sutanto) masing©masing, HGB No 11 Kelurahan Jawa Sungai Pering luas
30.729 m2 (yang akan berakhir HGB©nya pada tanggal 31 DesemberÔ h) 0*0*0*° ° Ô 2001) dan HGB No 103 Kelurahan Keraton Martapura seluas 144.521 m2
(yang telah berakhir HGB©nya tanggal 26 Januari 2000).
Á ÁSelanjutnya tersangka menerbitkan Surat Keputusan Panitia
Pengadaan Tanah Kabupaten Banjar No.SK.01/KPTS/2002 tentang bentuk
dan besarnya santunan dalam rangka pengadaan tanah yang akan
dibebaskan Pemerintah Kabupaten Banjar untuk kepentingan umum atas
HGB No 11 dan No 103.
Á ÁSebagai tindaklanuutnya dibuat Surat Perjanjian Nomor 182
tanggal 8 Mei 2002, di hadapan Notaris Neddy Farmanto tentang
Santunan Tanah dan Bangunan antara Pemkab Banjar yang diwakili oleh
tersangka RA (Bupati Banjar) dengan Gunawan Sutanto (Dirut PT
Golden Martapura).
Á ÁUntuk merealisasikan pembayaran santunan ganti rugi tersebut,
tersangka RA selaku Bupati Banjar dan Ketua Panitia Pengadaan Tanah
untuk Kepentingan Umum mengeluarkan Surat Keputusan Bupati Banjar
Nomor 85/SKOP/04/2002 tanggal 1 April 2002 tentang Otorisasi
Anggaran Belanja Pembangunan Tahun 2002 yang kemudian dengan
kwitansi tanggal 15 Agustus 2002 dibayarkan kepada PT Golden
Martapura sebesar Rp 3.000.000.000.
Á ÁKemudian Nomor 08/SKO©BL/0/2003 tentang Otorisasi Anggaran
Belanja Pembangunan Tahun 2003 yang kemudian dengan kwitansi
tanggal 26 Maret 2003 dibayarkan kepada PT Golden Martapura sebesar
Rp 3.439.702.000.
Á ÁBabul menambahkan, seharusnya tindakan tersebut tidak
dilakukan oleh tersangka karena tersangka telah mengetahui bahwa
terhadap kedua HGB atas nama PT Golden Martapura sudah berakhir
masa berlakunya, melalui surat PT Golden Martapura Nomor 414/GM/00
perihal Permohonan/Pembaharuan HGB Nomor 11 dan 103, akan tetapi
Kepala Kantor Kabupaten banjar menolak permohonan tersebut dengan
Surat Nomor 620.1/945/KP©02 tanggal 19 Oktober 2000 yang
ditembuskan kepada tersangka.
Á ÁSurat tersangka Nomor 500/260/KP.02 tanggal 12 Juni 2001 yang
ditujukan kepada PT Golden Martapura, di mana isi surat tersebut
antara lain menyatakan bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor
40 Tahun 1996 dengna berakhirnya kedua HGB yaitu Nomor 11 dan 103
maka statusnya menjadi tanah Negara.
Á ÁAdapun pasal yang disangkakan terhadap RA adalah pasal 2,
pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 jo pasal
55 ayat (1) ke©1 KUHP. Ã Ãadi

Komisi III DPR Puji Kapolda

BANJARMASIN © Komisi III DPR memuji Kapolda Kalsel Brigjen Pol
Syafruddin dalam hal menjalan tugas dan fungsinya sebagai pelayan,
pelindung dan pengayom masyarakat, sehingga daerah Kalsel dinilai
kondusif dan tertib.
Á ÁPenilaian itu disampaikan lima anggota Komisi III DPR yang
kebetulan sedang reses dan melakukan kunjungan kerja ke Kalsel.
Mereka terdiri dari Saruhudin Suding (Hanura), A Yani (PPP),
Bambang (Golkar), Robert Ruba'i (PAN), dan Herman Hery (PDIP).
Á ÁDikatakan Yani di hadapan wartawan dan Kapolda serta Dir
Reskrim Kombes Pol Mas Guntur Laupe, pihaknya menilai, visi yang
dilakukan Kapolda sudah baik.
Á Á"Fungsi polisi sebagai pelayan, pelindung dan pengayom
masyarakat sudah diupayakan secara baik oleh Polda Kalsel. Kita
memang sedang cross check di lapangan, apakah praktik premanisme di
Kalsel marak atau tidak. Untungnya, praktik premanisme bisa
diminimalisir dengan baik," pujinya.
Á ÁDikatakan, Kalsel memang penuh dengan SDA yang tentunya
menarik minat bagi pengusaha baik dalam daerah, luar daerah hingga
internasional.
Á ÁDi samping penegakan hukum, lanjut Yani, prinsip pelayanan,
perlindungan dan pengayoman polisi kepada masyarakat secara luas,
termasuk pengusaha perlu dilaksanakan, sehingga tercipta iklim
usaha dan investasi yang baik.
Á Á"Orang boleh berusaha dan ini dijamin konstitusi. Yang
penting, pengusaha mesti memenuhi persyaratan dan perizinan. Namun,
premanismen dalam usaha harus ditertibkan. Jika pengusaha tambang,
misalnya, melakukan usaha secara ilegal, maka hukum tetap harus
dikedepankan," paparnya.
Á ÁNamun, tidak dibenarkan kalau oknum polisi karena ada
kepentingan pihak tertentu, justru sengaja mencari©cari kesalahan
pengusaha tambang, karena hal itu justru tak baik untuk kenyamanan
berusaha dan investasi.
Á Á"Jika hal itu terkait masalah administrasi dan prosedural,
dalam arti tak ada niat untuk berbuat jahat, maka ini yang mesti
dilakukan pembinaan, bukan langsung dikriminalkan," bebernya.
Á ÁMenurut Yani, polisi harus mengutamakan institusi Polri dan
Polri harys tunduk pada kemauan rakyat. Kemitraan polisi dan
masyarakat harus diutamakan.
Á ÁSementara itu, Suding menambahkan, pihaknya memang ada
mendengar isu rekayasa kasus tambang di Polda Kalsel. "Tidak boleh
lagi ada rekayasa kasus demi kepentingan oknumtertentu, ini juga
poin perhatian Kapolri yang baru," terangnya.
Á ÁKapolda yang baru, lanjutnya, sudah berkomitmen untuk mengubah
pandangan negatif tersebut, artinya jangan sampai ada pengusaha
jadi ATM berjalan bagi oknum polisi, hanya karena dicari©cari
kesalahannya.
Á Á"Pengusaha yang tak berniat jahat dan masih mengedepankan
kepentingan masyarakat banyak jangan langsung dikriminalkan, ketika
hanya terjadi masalah mekanisme yang sebenarnya masih bisa
diperdebatkan di tingkat pusat. Misalnya, aturan di bidang
kehutanan begini, sedangkan bidang pertambangan begini. Mengenai
masalah perbedaan ini tentu bisa dibicarakan di tingkat pusat,"
cetus Suding.Ô h) 0*0*0*° ° ÔŒÁ ÁBambang menambahkan, pengusaha yang berusaha di Kalsel juga
mesti memperhatikan masyarakat, jangan sampai pengusaha mempersulit
masyarakat. Kalau untung, uangnya jangan dibelanjakan ke luar
Kalsel, tetapi harus banyak diputar di Kalsel juga, demi lancarnya
perputaran roda ekonomi di masyarakat. Ã Ãadi