Kamis, 07 Oktober 2010

Berkas Kasus Tongkang Hantam Rumah Belum Dikirim

BANJARMASINÄ Ä © Berkas kasus tongkang menerjang perumahan warga di
Desa Alalak RT 02, Kecamatan Berangas, Kabupaten Batola yang
ditangani Dit Polair Polda Kalsel, hingga kini belum dikirim ke
Kejati Kalsel.
Á ÁBelum jelas kenapa Polair belum juga mengirimkan berkas kasus
tersebut, meski Polair sebelumnya sudah melakukan pemeriksaan
terhadap nakhoda TB KSA 01 yang menarik tongkang RMN 362 tersebut.
Á ÁRabu (6/10), Dir Polair Polda Kalsel AKBP Yulius Bambang k SIK
melalui Kas Gakkum AKP Yudi Ridarto SIK menerangkan, memang
pihaknya belum mengirimkan berkas kasus tersebut ke Kajati Kalsel.
Á Á"Berkasnya memang masih belum kami kirim. Namun, tidak selalu
perkara kecelakaan harus dibawa ke pengadilan, selama korban tidak
keberatan karena sudah mendapat ganti rugi dari perusahaan pemilik
tugboat dan tongkang," cetus Yudi.
Á ÁSebelumnya, tongkang RMN 632 yang ditarik oleh TB KSA 01
menabrak puluhan rumah serta dapur rumah warga hingga rusak parah
serta menenggelamkan beberapa buah kelotok dan sampan milik warga
Desa Alalak Ujung Pulau (Pulau Sugara) Kelurahan Berangas Kecamatan
Alalak Batola. Kerugian ditaksir sekira Rp800 juta. Beruntung tak
ada korban jiwa, Minggu (19/9) pukul 04.30 Wita.
Á ÁDiduga akibat kabut tebal hingga TB KSA 1 yang dinakhodai oleh
Usman (22) bersama beberapa ABK TB kehilangan kendali. Kejadian
baru disadari oleh nakhoda saat TB sudah mendekati arah 10 meter
sampai 20 meter pandangan mata pada rumah penduduk di pesisir TKP.
Á ÁDir Polair Mapolda Kalsel ABBP Yulius Bambang K SIK, melalui
Kasubdit Bin Ops Kompol Joko Sadono SIK didampingi Kasi Gakkum AKP
Yudi Ridarto SIK kemarin sore menjelaskan, tongkang RMN 632
pengangkut batubara dalam keadaa kosong yang ditarik oleh TB KSA
01, menubruk perumahan penduduk serta menenggelamkan kapal dan
sampan milik warga di pesisir Desa Alalak Ujung Pulau Berangas
Batola.
Á ÁTB KSA 1 menarik tongkang kosong RMN 632 berlayar dari laut
Tabunio, namun ingin tambat di daerah Pulau Kembang hingga insiden
ini terjadi. "Untuk sementara nakhoda tidak kita tahan, ia masih
status dalam pemeriksan pembuatan (BAP) oleh petugas Dit Polair
Mapolda Kalsel. Saya masih di TKP sedang mendata kerugian yang
diderita warga, sementara ini tak ada korban jiwa," tegasnya.
Á ÁDari informasi didapat, sebelumnya TB KSA 01 menarik tongkang
RMN 632 ia berlayar dari laut Tabunio, mau tambat di Pulau Kembang.
Tapi karena cuaca pagi itu berkabut, nakhoda hilang kendali dan
diduga GPS yang ada di TB rusak, hingga tak bisa memantau keadaan
pesisir yang dipenuhi oleh rumah warga. Dalam jarak 10 hingga 20
meter baru disadari oleh nakhoda, TB akan menubruk rumah warga.
Á ÁNakhoda sempat berusaha menghindari tubrukan itu dan berupaya
banting stir TB KSA 01, saat itu juga TB sempat selamat dari
hantaman ke perumahan warga, sayang tongkang yang ditarik malah
hilang kendali ke arah kanan. Spontan lajunya mengarah ke perumahan
hingga dentuman keras tak terhindarkan, beberapa buah rumah rusak
parah termasuk dapur.
Á ÁBahkan beberapa buah kelotok dan sampan milik warga juga rusak
parah dan tenggelam ke dasar Sungai Barito.
Á ÁBelakangan, para pemilik rumah yang rumahnya rusak, dikabarkan
telah mendapat ganti rugi dari PT KSA.Ã Ã adi

Tidak ada komentar: