Monday, September 13, 2010

Korban Tewas Kinarum Menjadi Tujuh

TANJUNGÄ Ä © Hingga Senin (13/9) kemarin, tim SAR menemukan kembali
dua korban tewas akibat terseret air bah di onjek wisata Kinarum,
Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong yang terjadi Sabtu (11/9) sekitar
pukul 11.30 Wita.
Á ÁDua korban tewas yang baru ditemukan tim pada hari Senin,
yaitu Rianti, warga Desa Palapi dan Faridah (16), warga Desa Kabuau
Kecamatan Tanjung. Rianti dan Faridah ditemukan tim dalam jangka
waktu yang tidak terlalu lama. Rianti ditemukan sekitar pukul 14.00
Wita di sungai sekitar perbatasan Desa Kinarum dengan Desa Marindi
Kecamatan Harui.
Á ÁKorban meninggal atas nama Faridah lalu ditemukan pukul 16.00
Wita atau berselang dua jam setelah ditemukan Rianti oleh tim SAR.
Semua korban dievakuasi ke Rumah Sakit Umum H Badarudin Tanjung
sebelum diserahkan kepada keluarga masing©masing.
Á ÁSelain korban meninggal, tim SAR juga berhasil menyelamatkan
korban lainnya dalam keadaan hidup, Sumarni dan Adrianto. Tim SAR
masih terus melakukan pencarian, karena diduga masih ada orang
atau pengunjung objek wisata air terjun Kinarum yang menghilang.
Á ÁMusibah air bah setinggi tiga meter terjadi Sabtu (11/9)
sekitar pukul 11.30 Wita, membawa sampah berupa potongan kayu
sehingga menghanyutkan belasan pengunjung objek wisata Kinarum.
Á ÁSebelum pada Sabtu (11/9) dan Minggu (12/9), tim SAR menemukan
sebanyak lima remaja yang sudah tewas setelah terseret air bah yang
datang secara tiba©tiba di lokasi obyek wisata alam Desa Kinarum
Kecamatan Upau Kabupten Tabalong.
Á ÁKepala UPT BPK Pemerintah Kabupaten Tabalong, Sukono dari
lokasi kejadian Minggu melaporkan, kelima korban merupakan para
remaja yang sedang asik menikmati obyek wisata alam sambil mengisi
waktu lebaran.
Á ÁKelima korban yang ditemukan setelah tim pencarian melakukan
penyisiran selama dua hari berturut©turut adalah, Muryani dan Sri
Prihatin keduanya warga Desa Pelapi Kecamatan Muara Uya.
Á ÁKedua korban, kata Sukono merupakan pelajar SMA di daerah
tersebut yang ditemukan tim sekitar pukul 14:00 Wita.
Á ÁSelanjutnya, Risna siswa SMA Dua Kota Tanjung, ibukota
Kabupaten Tabalong, warga Desa Sulingan Kecamatan Tanjung, Lutfi
siswa SMA kelas II Tanjung yang juga warga Kota Tanjung.
Á Á"Keempat korban kita temukan pada lebaran Idul Fitri hari ke
dua sekitar pukul 14.00 WIta ©15.00 Wita. Jadi seluruh korban tidak
kita temukan secara bersamaan," katanya.
Á ÁPencarian korban hari pertama setelah kejadian, kata Sukono,
dilaksanakan hingga pukul 01.00 Wita dinihari, namun tidak juga
mendapatkan hasil, sehingga tim memutuskan untuk istirahat sejenak.
Á ÁPencarian kembali dilanjutkan pada Minggu pagi, dan sekitar
pukul 08.30 tim kembali menemukan jenazah Muzakir warga Desa Kapar
Kecamatan Murung Pudak yang juga masih berstatus sebagai pelajar
SMA.
Á ÁPada Minggu itu, tim SAR mencari korban lain yang masih
hilang, yakni Farida dan Priyanti (Riyanti). Priyanti masih satu
keluarga dengan korban Muryani yang mayatnya telah ditemukan
terlebih dahulu.

"Kita berharap korban yang ditemukan berhasil menyelamatkan diri,Ô h) 0*0*0*° ° Ô seperti yang terjadi pada Ardianto," katanya. Namun, belakangan,
kedua korban hilang juga ditemukan sudah tewas.
Á ÁArdianto, kata Sukono merupakan salah satu korban yang
berhasil diselamatkan oleh masyarakat setelah berteriak©teriak
minta tolong saat terseret arus banjir yang datang secara tibaªtiba.
Á ÁSedangkan kelima korban yang ditemukan meninggal, kata dia,
diduga pada saat air bah datang, langsung hanyut dan terbentur oleh
bebatuan yang cukup besar di sungai tersebut.
Á ÁKronologinya, kata Sukono, pada lebaran Idul Fitri hari kedua,
di objek wisata alam Desa Kinarum sedang diselenggarakan pentas
musik dangdut.
Á ÁNamun beberapa remaja memilih untuk menikmati objek wisata
alam yang lokasinya sekitar 500 meter dari tempat acara musik
tersebut diselenggarakan.
Á ÁInformasi dari korban selamat, Ardianto, kata Sukono, siang
itu Sungai Kinarum dalam keadaan cukup dangkal, sehingga beberapa
remaja memilih melepas lelah dengan duduk©duduk di batu©batu besar
sungai tersebut.
Á ÁTiba©tiba, kata Sukono, hujan di gunung turun dengan lebat,
dan tidak lama kemudian air bah langsung menggelontor turun dan
menyapu bersih sebagian remaja yang sedang menikmati panorama alam
di sekitar sungai tersebut.
Á Á"Sampai sekarang tim terus melakukan penyisiran agar bisa
menemukan korban yang diduga terseret arus pada saat musibah itu
terjadi," katanya.
Á ÁSedangkan menanggapi informasi yang berkembang yang mengatakan
bahwa jumlah korban 11 orang, menurut Sukono pihaknya belum
mendengar.
Á Á"Dari hasil rapat tim terakhir, bahwa kita hanya menyebutkan
korban yang telah ditemukan dan nama©nama yang hingga kini belum
kembali ke rumah, tentang yang lainnya, kita belum berani
menginformasikan," katanya.Ã Ã ale/ant/adi

1 comment:

Anonymous said...

semoga keluarga yaang ditinggalkan mendapatkan ketabahan