Senin, 20 September 2010

Eed Belum Jelas Dieksekusi

BANJARMASINÄ Ä © Terpidana kasus perkara korupsi penambahan kios di
Pasar Sentra Antasari Banjarmasin, Drs Edwan Nizar yang kasasinya
ditolak Mahkamah Agung (MA), hingga kemarin belum jelas kapan akan
dieksekusi.
Á ÁBelum jelasnya eksekusi yang dilakukan pihak eksekutor menurut
ketua tim jaksa Thailani M SH yang menangani kasus tersebut,
dikarenakan surat petikan penolakan dari MA hingga kemarin belum
diterima pihaknya.
Á Á"Kita masih menunggu surat petikan tersebut," kata Thailani
saat dikonfirmasi via telepon, Senin (20/9) siang kemarin.
Á ÁNantinya setelah surat petikan itu diterima lanjut jaksa dari
Kejati Kalsel tersebut, pihaknya selaku eksekutor akan segera
melakukan eksekusi.
Á ÁMenurut Thailani, dua hari sebelum lebaran, putusan MA atas
terdakwa Edwan Nizar atau biasa dipanggil Eed telah turun. Surat
yang dikirim ke PN Banjarmasin tersebut intinya menolak kasasi yang
diajukan terdakwa.
Á ÁDengan penolakan tersebut, berarti Eed yang juga mantan Ketua
Tim Percepatan Pembanguan Sentra Antasari, harus menjalani hukuman
penjara selama empat tahun seperti yang diputuskan oleh pengadilan
tingkat pertama di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin yang
menangani perkaranya, dan statusnya berubah dari terdakwa menjadi
terpidana.
Á Á"Kalau surat tersebut sudah diterima, kendati dia melakukan
peninjauan kembali (PK), sesuai peraturan terpidana akan tetap
dieksekusi," terang Thailani.
Á ÁSebelumnya anggota tim jaksa dari Kejari Banjarmasin Muhammad
Irwan SH setelah mendapat kabar penolakan kasasi MA atas terpidana
Edwan Nizar, sempat mendatangi rumah Eed untuk mengetahui kondisi
kesehatanya.
Á ÁPada kunjungan tersebut dikatakan bahwa kondisi Eed sudah
membaik, dan menyatakan siap dieksekusi. Tapi Eed akan melakukan
konsultasi dulu dengan penasihat hukumnya.
Á Á"Kami memang datang ke rumah terpidana untuk mengecek
kesehatan yang bersangkutan, dan alhamdulillah beliau sudah sehat,"
kata Irwan.
Á ÁBerdasarkan putusan sidang di PN Banjarmasin, terpidana Edd
pernah jatuh pingsan dan kemudian dirawat di rumah sakit, sehingga
sewaktu pengajuan banding dan kasasi yang bersangkutan menjalani
tahanan kota.Ã Ã ida/adi

Tidak ada komentar: