Kamis, 15 Juli 2010

Polres Kotabaru Amankan Batubara Ilegal

KOTABARUÄ Ä © Polres Kotabaru beberapa hari lalu menahan sebuah
tongkang bermuatan batubara tanpa dilengkapi dokumen kepemilikan
yang sah.
Á ÁSat Reskrim Polres Kotabaru ketika dikonfirmasi, Selasa
(13/7), membenarkan telah mengamankan tongkang tersebut di Desa
Geronggang Kecamatan Kelumpang Tengah. Menurut keterangan pihak
Reskrim, tongkang bermuatan batubara tersebut merupakan temuan, dan
pihak mereka masih melakukan penyelidikan terhadap pemilik
muatannya.
Á ÁInformasi yang dihimpun menyebut, muatan batubara tanpa
dokumen itu berasal dari wilayah KP PT Eka Buana. Salah satu sumber
juga menyebut kemungkinan pemilik batubara lebih dari 3.000 MT itu
adalah seorang pengusaha bernama Lukas, atau Christian.
Á ÁAdapun Kapolres Kotabaru, AKBP Slamet Riyadi ketika
dikonfirmasi wartawan membenarkan pihaknya telah menahan tongkang
tersebut. Menurut Kapolres, sedang dilakukan penyelidikan terhadap
siapa pemiliknya.
à ÃMafia tambangÄ Ä
Á ÁSementara itu, LSM Ikatan Nelayan Saijaan (Insan) yang
dipimpin Arbani Nikahi melakukan demo di Kejati Kalsel.
Á ÁMereka berharap aparat hukum membongkar mafia tambang di
Kotabaru yang sudah mengeruk kekayaan alam Kotabaru dan merugikan
nelayan setempat.
Á ÁMenurut Arbani, ada dugaan korupsi di bidang batubara, seperti
manipulasi produksi batubara serta pembiatan izin KP sejak tahun
2004.
Á ÁHanya saja, sejak dulu pihaknya melaporkan kasus ini, sejak
itu pula seolah©olah aparat berdiam diri.
Á Á"Padahal, tuntutan©tuntutan baik melalui unjuk rasa dan surat
sudah dilakukan warga, namun tetap saja aparat hukum seperti tutup
mata. Kekayaan alam Kotabaru dibawa kabur dengan modus manipulasi
produksi batubara serta izin pembuatan KP di Distamben Kotabaru,"
cetusnya.
Á ÁMenurutnya lagi, kondisi tersebut sungguh menyakitkan warga
dan nelayan yang terkena dampak langsung akibat pencemaran
lingkungan di laut sebagai efek tembang.
Á Á"Untuk itu, demi meminimalisir terjadinya penjarahan batubara
dan menyelamatkan keuangan negara, kami menantang Kejati Kalsel
untuk menuntaskan kasus ini," cetusnya.Ã Ã isp/adi

Tidak ada komentar: