Kamis, 08 Juli 2010

Dua Tersangka Peti Ditahan

BANJARMASINÄ Ä © Jajaran Sat IV Tipiter Dit Reskrim Polda Kalsel
kembali berhasil membongkar kasus penambangan tanpa izin (peti) di
kawasan konsesi PT Arutmin di Jl Sompul Km 12 RT 6 Desa Sungai
Danau, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah (Tanbu).
Á ÁKamis (8/7), Dir Reskrim Polda Kalsel Kombes Pol Mas Guntur
Laope mengakui kalau pihaknya baru saja menangani kasus peti ini
yang melibatkan dua tersangka, yakni M dan A, keduanya warga Sungai
Danau.
Á Á"Berdasar laporan dari masyarakat, kemudian kita
tindaklanjuti. Benar saja, di lokasi kita temukan aktivitas
penambangan yang setelah dicek keabsahannya, ternyata tidak
memiliki izin alias peti. Bahkan, kawasan yang ditambang adalah
masih konsesi milik PT Arutmin, pemilik izin PKP2B," cetus Guntur.
Á ÁDitambahkan penyidik Kompol Endang, kawasan yang ditambang
secara ilegal oleh kedua tersangka adalah di Jl Sompul Km 12 RT 6,
Desa Sungai Danau, Kecamatan Satui. Kejadiannya sendiri terjadi
pada 29 Juni 2010 sekitar pukul 17.45 Wita.
Á Á"Kawasan yang ditambang adalah diperkirakan masuk konsesi PT
Arutmin. Batubara belum sempat diangkut, namun sudah terjadi
pengupasan lapisan permukaan," bebernya.
Á ÁSetelah tak bisa memperlihatkan izin resmi, kedua tersangka,
M dan A langsung digiring dan dilakukan penahanan. "Mereka kita
jerat dengan pasal 158 UU No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan
Minerba dengan ancaman hukuman hingga 10 tahun penjara.
Á ÁSementara dua alat berat jenis eksavator tipe CX200 sudah
diamankan dan dititipkan di Pos PJR Jl Sompul Km 9, Sungai Danau
sebagai barang bukti.
Á Á"Saat ini, kita sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertambangan
Kalsel untuk mengecek lokasi sekaligus menentukan koordinat kawasan
yang sempat ditambang oleh tersangka," ungkap Endang.
Á ÁDisinyalir, aktivitas penambangan ilegal ini berlangsung sejak
5 Juni 2010 lalu. Kegiatan yang diduga merugikan Arutmin ini
terendus manajemen Arutmin yang kemudian mengadukan hal itu ke
polisi.
Á ÁPeti di kawasan konsesi Arutmin tak ini saja pernah terjadi.
Sebelumnya, Muni (46), warga Jl MGR RT 23 Selong RT 10 No 18 Desa
Sungai Danau Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) ini
diduga melakukan penambangan tanpa izin (peti) di kawasan tambang
PT Arutmin, pemilik izin PKP2B di Kecamatan Satui.
Á ÁPria kelahiran Kandangan ini, berdasar Sprint No:
SP.Han/27.1/VI/2010/Dit Reskrim yang ditandatangani oleh Helfi atas
nama Dir Reskrim, ditahan sejak 14 Juni 2010 sampai 3 Juli 2010,
alias selama 20 hari untuk kepentingan penyidikan. Sewaktu©waktu
penahananya bisa diperpanjang jika diperlukan.
Á ÁTersangka kepada wartawan mengakui, dirinya lebih dari 10 hari
menambang di kawasan Arutmin dengan modal kerja Rp35 juta, termasuk
untuk operasional dan menyewa dua eksavator.
Á Á1.600 metrik ton (MT) batubara curian itu sempat dikumpulkan
di pelsus PT BJM di Sungai Cuka.
Á ÁMuni mengatakan, penumpukan batubara di BJM atas sepengetahuan
anak buah H Rudy, pengelola pelsus. "Saya pikir, H Rudy mengetahui
juga kalau saya menyewa tempat penumpukan itu. Tapi, antara saya
dengan H Rudy sebatas saya menyewa tempatnya, bukan kerja sama jualÔ h) 0*0*0*° ° Ô beli batubara itu," sanggahnya. Ã Ãadi

Tidak ada komentar: