Kamis, 29 April 2010

Isu H Isam Mafia Tambang Kapolda Tegaskan Tak Ada Mafia Tambang

BANJARMASINÄ Ä © Rabu (28/4), Kapolda Kalsel Brigjen Pol Untung S
Rajab mengklarikasi isu mafia tambang di wilayah hukumnya yang
tersebar dalam rapat kerja Komisi III DPR bersama Kapolri Jendral
Pol Bambang Hendarso Danuri (BHD) beberapa waktu lalu.
Á ÁSejauh penyelidikan yang sudah pihaknya lakukan, Kapolda
menegaskan belum ada ditemukan pelanggaran hukum, apakah melibatkan
H Isam atau pihak lain yang diopinikan (dipersepsikan) sebagai
mafia tambang.
Á Á"Kami sudah menugaskan Dir Reskrim (Kombes Pol Achmat Juri)
melakukan penyelidikan setelah muncul isu mafia tambang. Bisa saya
jelaskan, sampai sejauh ini, belum ada bukti ke arah itu," cetusnya
dalam jumpa pers di ruang kerjanya, kemarin.
Á ÁMenurutnya, jika isu H Isam sebagai mafia tambang memang
benar, maka siapapun dia, akan dilakukan tindakan. "Di Indonesia
ini, siapa saja yang melanggar hukum akan ditindak, siapapun
orangnya," tegasnya.
Á ÁDemikian juga tentang isu ada pengusaha yang lahannya dicaplok
H Isam setelah "bermain" dengan oknum polisi, ditantang Kapolda
agar dilaporkan jika memang ada data dan buktinya.
Á ÁUntung menambahkan, informasi hendaknya tidak disebarkan dalam
bentuk opini, sebab kalau hal itu berkaitan dengan masalah hukum,
semestinya dilaporkan ke polisi.
Á Á"Kalau memang warga atau wartawan ada info tentang pelanggaran
hukum atau mafia tambang, silakan laporkan ke polisi. Sejauh ini,
belum ada laporan. Begitu juga ketika petugas kami melakukan
penyelidikan, belum ada indikasi tersebut," paparnya.
Á ÁDisinggung oknum kapolres yang diisukan menerima sebuah mobil
mewah dari oknum pengusaha, dan bahkan disebut Sekretaris Satgas
Mafia Hukum Denny Indrayana sebagai mafia tambang, Kapolda juga
mengatakan tidak ada temuan terkait itu.
Á Á"Kapolres yang mana. Kalau memang ada namanya sebutkan, biar
kita tindak. Namun, isu tersebut bukan tidak ditindaklanjuti. Kami
sudah periksa semua kapolres. Ada 13 kapolres kita periksa. Namun,
sampai sejauh ini, juga tidak kita temukan indikasi pelanggaran
hukum atau ada yang menerima mobil mewah itu," cetusnya.
Á ÁKapolda mengharapkan, informasi jangan disampaikan tanpa
disertai bukti©bukti yang kuat. "Ada warga yang bilang, kalau
hilang sapi, lapor ke polisi jadi nambah berkorban kambing. Lalu
Saya minta siapa oknum polisi yang demikian, ternyata tidak ada.
Opini yang berkembang tanpa disertai bukti malah akan memunculkan
fitnah," bebernya.
Á ÁKapolda sendiri kabarnya kedatanagan dua perwira tinggi dari
Mabes Polri, masing©masing menjabat Dir Pam Ops Sus dan Dir Samapta
Babinkam. Tak diketahui apakah kedatangan perwira tinggi itu untuk
supervisi ataukah berkaitan dengan isu mafia tambang di wilayah
hukum Polda Kalsel.
Á ÁSebelumnya, Kapolres Tanah Bumbu (Tanbu) AKBP Iriyanto
membantah keras bahwa dirinya diduga sebagai mafia kasus (markus)
apalagi sebagai mafia pertambangan. Meski demikian, ia memang
mengakui ada dipanggil Kapolda Kalsel Beigjen Pol Untung S Rajab,
sehubungan mencuatnya isu yang dilemparkan oleh Sekretaris Satgas
Mafia Hukum, Denny Indrayana.Ô h) 0*0*0*° ° ÔŒÁ ÁIriyanto bahkan mempersilakan kepada Satgas Mafia Hukum yang
dibentuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menyelidiki
atau memeriksa dirinya.
Á ÁMenurutnya, kalaupun muncul dugaan bahwa dirinya sebagai
markus hanya karena tidak bisa dikonfirmasi, sementara semua
kapolres sudah membantah di media massa, maka hal itu bukan berarti
lantas dirinya yang layak dicurigai.
Á Á"Rumah saya ada di Kompleks Bunyamin I Jl A Yani Km 5. Istri
dan dua anak saya juga tinggal di sana. Boleh cek," katanya.
Á ÁPerwira menengah dan mengaku kenal sejumlah pengusaha tambang
ini menyatakan, dirinya anak dari seorang ayah yang juga polisi,
tepatnya Brimob, sehingga tentu sangat mencintai polisi. Ã Ãadi

Tidak ada komentar: