Friday, May 8, 2009

Kasus Mark-up Baju Hansip Kotabaru Dua Tersangka Masuk Sel

BANJARMASIN - Him dan Ruf tampak tegang dan gelisah ketika disodorkan berita acara penahanan di Kejati Kalsel, Kamis (7/5) sore. Didampingi penasehat hukum masing-masing, kedua tersangka korupsi proyek pengadaan seragam Hansip di Badan Kesatuan, Pembangunan dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Pemkab Kotabaru terpaksa menandatanganinya. Kemudian, mereka digiring masuk mobil tahanan yang meluncur ke Lapas Teluk Dalam.
 Him yang adalah bendahara proyek lebih banyak diam dan terlihat murung. Ia sama sekali tidak menghiraukan pertanyaan wartawan. Sementara Ruf, Direktur CV Gunung Bamega (kontraktor), saking tegangnya, sebelum menuju mobil tahanan, minta izin buang air kecil di kamar kecil gedung. 
 Hanya kuasa hukum Him, yakni Kasdiono SH yang mau bersuara. Menurutnya, dirinya tetap menghargai proses hukum yang sedang berjalan, termasuk penahanan terhadap kliennya yang dilakukan penyidik.
 "Biarlah proses hukum berjalan dulu. Kan, status klien kami masih tersangka, sehingga belum bisa dikatakan bersalah. Mari kita hormati proses ini dan kedepankan azas praduga tidak bersalah," harapnya.
 Kasdiono mengakui bahwa pemeriksaan masih belum rampung, sehingga ia pun belum bisa menarik suatu kesimpulan apakah kliennya benar-benar bersalah atau tidak. "Untuk pembuktiannya, biar pengadilan yang menentukan. Yang jelas, klien kami masih belum bisa dikatakan bersalah," ulangnya.
 Disinggung adakah upaya hukum, Kasdiono menuturkan bahwa dalam waktu dekat akan mengajukan penangguhan penahanan. "Klien kami meski berdomisili di Kotabaru tetap proaktif dan menghargai proses pemeriksaan. Jadi, kami akan mengajukan penangguhan penahanan, karena klien kami tidak mungkin melarikan, karena ada tanggungan keluarga serta tanggung jawab pekerjaan," cetusnya.
 Sementara itu, As Pidsus Kejati Kalsel H Abdul Muni SH MH didampingi Kasi Penkum dan Humas Kejati Kalsel Johansyah SH membenarkan jika pihaknya sudah cukup bukti untuk menahan kedua tersangka. 
 Menurutnya, pada tahun 2008, di Kesabnglinmas Kotabaru dilaksanakan proyek pengadaan seragam Hansip lengkap dengan atributnya dengan nilai Rp1,232 miliar.
 "Cuma, dalam prosesnya, proyek yang dilaksanakan untuk mendukung pelaksanaan Pemilu Legislatif 2009 itu, dilakukan dengan sistem pemilihan langsung, bukan lewat tender terbuka. Dalam hal ini saja, prosesnya sudah keliru," cetusnya.
 Kemudian, lanjutnya, dalam pelaksanaannya, diduga terjadi penggelembungan harga seragam. "Harga yang tercantum dalam proyek, jauh lebih besar ketimbang harga di pasaran termasuk jika dibanding dengan proyek sejenis di provinsi. Kerugian negara untuk pengadaan 1.650 potong seragam, yang kemudian berubah menjadi 2.097 potong ini diduga Rp500 juta," bebernya.
 Kasus yang sebelumnya diselidiki oleh As Intel Kejati Kalsel Sumardi SH dan bawahannya itu, diduga terjadi akibat kongkalikong antara bendahara proyek dengan oknum CV Gunung Bamega. adi



No comments: