Tuesday, May 5, 2009

Kasus Mark-up Baju Hansip Kotabaru Dua Tersangka Jalani Pemeriksaan

BANJARMASIN - Kejati Kalsel sudah menetapkan dua orang sebagai tersangka kasus dugaan mark-up proyek pengadaan baju Hansip di Badan Kesatuan, Pembangunan dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Pemkab Kotabaru, yakni Ruf dan Him.
 Senin (4/5), keduanya diperiksa secara terpisah. Jika Ruf yang adalah pengusaha, pemenang tender pengadaan baju Hansip, disidik oleh jaksa Rufina Ginting SH, maka Him, bendahara Kesbanglinmas Kotabaru, diperiksa oleh jaksa Supriyadi SH.
 Meski sudah diperiksa sedari pagi, namun kedua tersangka masih terus menjalani pemeriksaan hingga sore kemarin. Hanya saja, belum ada tanda-tanda keduanya bakal ditahan.
 As Pidsus Kejati Kalsel H Abdul Muni SH MH kepada Mata Banua menyatakan, Ruf dan Him sudah dijadikan tersangka. "Kedua tersangka masih kita periksa. Memang, sampai saat ini kita belum akan menahan, karena kebetulan juga pemeriksaan mereka dengan status tersangka baru kali ini dilakukan," jelas Muni.
 Menurutnya, kasus mark-up tersebut terungkap setelah ada pengaduan masyarakat yang merasa janggal dengan nilai pengadaan yang justru melebihi harga di pasaran, maupun nilai pada proyek serupa di tingkat provinsi.
 "Mark-up proyek ini begitu kental, karena nilai pengadaan justru sangat tinggi dan jauh dibanding harga di pasaran maupun proyek sejenis di provinsi. Setelah dicek secara kualitas sama namun harga jauh, maka kuat indikasi telah terjadi mark-up pada proyek itu," tandasnya. 
 Nilai proyek pengadaan baju Hansip di Kesbanglinmas Kotabaru tahun anggaran 2008 itu menelan dana daerah sebesar Rp900 jutaan. Akibat penyimpangan tersebut, negara dan daerah diduga kuat mengalami kerugian sekitar Rp400 juta.
 Kejati Kalsel dalam kasus ini masih berupaya melengkapi pemeriksaan saksi-saksi, termasuk mengorek keterangan dari kedua tersangka, sehingga masih dimungkinkan adanya pengembangan kasus ini. adi
























No comments: