Friday, April 3, 2009

Tjip Di-bon Lagi

BANJARMASIN - Tjip, salah satu tersangka korupsi Sentra Antasari (SA) yang paling belakangan diproses, di-bon penyidik Kejati Kalsel dari Lapas Teluk Dalam untuk menjalani pemeriksaan untuk kelima kalinya, Kamis (2/4).
 Tjip menjalani pemeriksaan beberapa jam di ruang penyidik Tri Sujoko SH. Kali ini, mantan buronan ini diajukan setidaknya 20-an pertanyaan, seputar hubungannya terhadap perusahaan tempatnya bekerja sebagai Direktur Operasional PT Giri Jaladhi Wana (GJW), investor pembangunan SA.
 Pria yang berakhir pelariannya pada Jumat (13/2) lalu itu, didampingi kuasa hukumnya, Bun Yani SH MH. Namun, sejauh ini belum ada perincian tentang pertanyaan yang diajukan penyidik itu.
 Tri Sujoko kepada wartawan hanya menjelaskan kalau pemeriksaan itu masih berkaitan dengan sejauh mana kewenangan dan tanggung jawab Tjip dalam PT GJW. "Pertanyaan kita masih berkaitan dengan peranan tersangka dalam perusahaan," ujarnya singkat.
 Kabar angin menyebutkan kalau peranan Tjip dalam pengambilan kebijakan keluar, justru tidak sepengetahuan Direktur Utama PT GJW, St Widagdo yang ironisnya turut terlibat dalam kasus penggelembungan jumlah kios yang menyahi ketentuan, sehingga mengakibatkan kerugian negara puluhan miliar rupiah itu.  
 Sebagaimana diketahui, hampir setahun setengah, Tjip, menjadi buronan Kejati Kalsel terkait statusnya sebagai tersangka kasus korupsi Sentra Antasari (SA). Namun, Minggu (15/2) lalu, pelariannya telah diakhiri dalam jeruji sel LP Teluk Dalam.
 Mantan Direktur Operasional PT GJW ini dibawa oleh Bambang Sudrajat dan Tri Sujoko dibantu dua aparat dari Polda Kalsel dari Jakarta naik pesawat komersial dan tiba di Bandara Syamsuddin Noor sekitar pukul 09.00 Wita untuk kemudian dibawa ke Lapas Teluk Dalam.
 Tjip ditangkap pada Jumat (13/2) di sebuah cafe, yakni Nuansa Cafe, Jl Mangunkarso, Ungaran, Cirebon. Aparat kejaksaan di Cirebon bahwa tersangka terlihat berada di kawasan Cirebon. Untuk lebih memastikan, kemudian aparat kejaksaan di sana minta foto tersangka, lalu kita kirim bersama dua orang jaksa dari sini dibantu dua aparat dari Polda Kalsel.
 Tersangka saat itu terlihat sedang menikmati minuman dan santai di Nuansa Cafe. Petugas kemudian mendekat dan menanyakan apakah benar kalau dirinya sebagai Tjip.
 Awalnya, tersangka membantah kalau dirinya adalah Tjip, buronan yang selama ini diburu. Namun, setelah didesak, barulah tersangka mengaku terus-terang kalau benar bahwa dirinya adalah Tjip.
 Tjip, sebenarnya sudah ditetapkan sebagai tersangka pada 20 September 2007 lalu. Namun, belum sempat ia menjalani pemeriksaan baik sebagai tersangka maupun sebagai saksi bagi tersangka lain, Tjip keburu menghilang.
 Tersangka lain yang sudah didakwa dan divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, adalah Direktur PT GJW, Widagdo yang divonis penjara enam tahun, 18 Desember 2008 lalu. Sebelumnya, pada 1 Desember 2008, mantan Walikota Banjarmasin, Midpai Yabani divonis dua tahun penjara dan denda Rp50 juta.
 Terdakwa lainnya, Edwan Nizar, divonis enam tahun penjara, denda Rp300 juta dan diwajibkan membayar ganti kerugian negara sebesar Rp1.072.473.710.
 Korupsi SA terjadi akibat penggelembungan jumlah dari 5.145 buah bertambah 900-an buah tak sesuai ketentuan, sehingga negara diduga merugi mencapai Rp32 miliar, terdiri kelebihan kios Rp16,6 miliar dan kewajiban lain Rp6,6 miliar, kewajiban Pasar Inpres SA ke BRI senilai Rp3,75 milyar dan lain-lain. adi



No comments: