Senin, 20 April 2009

Polemik 5.145 Pil Bun Pool Polda Bersedia Tes Ulang Secara Terbuka

BANJARMASIN - Munculnya keragu-raguan dari sementara kalangan masyarakat bahwa 5.145 pil yang ditemukan di Bun Pool, Jl Sutoyo S, Jumat (20/3) setelah 20 hari kemudian, ternyata bukan ineks, patut ditindaklanjuti. Dit Narkoba Polda Kalsel meski ogah-ogahan, mengaku bersedia saja jika dilakukan tes ulang secara terbuka.
 "Kalau memang masih ada yang ragu-ragu bahwa pil itu bukan ineks, melainkan mengandung bahan obat, kita bisa saja melakukan tes ulang secara terbuka. Namun, perlu ada pengaduan dahulu dan dasarnya apa, sehingga ada keraguan," ujar Dir Narkoba Kombes Pol Sukirman, Minggu (19/3).
 Menurutnya, pihaknya sudah berupaya maksimal menjaga barang bukti dengan pengamanan yang ekstra, sehingga sangat mustahil kalau barang bukti ditukar atau tertukar, ketika akan dites di laboraturium milik Balai Penelitian Obat dan Makanan (BPOM) Banjarmasin maupun Badan Narkotika Nasional (BNN).
 Selain itu, ketika dihitung, dimasukkan ke dalam brangkas, sampai kemudian akan diambil sebagian untuk dites, sampai ke laboraturium, penyidik sudah sesuai prosedur memperlihatkan kepada tersangka.
 Hanya saja, Sukirman mengakui ketika rangkaian itu dilaksanakan, tidak melibatkan orang BNP Kalsel. "Tangkapan dan pengungkapan kasus kebetulan tidak dilakukan secara bersama-sama dengan BNP. Namun, jika memang ada orang BNP yang turut menyaksikan ketika itu dan mau jadi saksi, kita tidak masalah. Cuma, kalau kasus itu diungkap sendiri oleh penyidik, tidak ada kewajiban bagi kita untuk mengundang BNP untuk menyaksikan rangkaian itu," paparnya.
 Sukirman mengaku bersedia melakukan tes ulang, jika memang ada permintaan dilakukan tes ulang secara terbuka, yang turut disaksikan oleh BNP dan diliput secara luas oleh media massa.
 Sementara kalangan sebelumnya menyayangkan kinerja Dit Narkoba karena baru 20 hari sejak pengungkapan kasus, baru memberitahukan ke publik bahwa ribuan pil di Bun Pool adalah ineks marlong.
 Bahkan yang cukup mencurigakan, berembus isu kalau pil tersebut sebenarnya atau kemungkinan besar memang ineks. Hal itu sempat diakui oleh sejumlah penyidik sendiri, ketika awalnya dilakukan testkite, di mana air dalam alat itu berubah warna ketika dimasukkan sampel pil. Berubah warna berarti, kemungkinan besar pil itu mengandung zat psikotropika.
Pengalaman seorang petugas 
 Selain itu, beberapa saat setelah munculnya pemberitaan tentang ineks marlong tersebut, salah seorang petugas yang turut melakukan penggrebekan di Bun Pool dan ikut mengamankan Rok, tersangka penerima paket, ternyata ikut-ikutan bingung.
 "Dari pengalaman saya dalam menggrebek pengedar ineks, kemungkinan besar pil di Bun Pool itu asli. Sebab, ketika pil itu diraba, terasa kalau pada sisi-sisi pil itu kasar pada jari-jari kita. Kemudian, ketika kumpulan pil itu diendus, tercium bau pahit seperti bau jamu," ujar petugas yang identitasnya dirahasiakan.

 Sayangnya, meski sudah diumumkan pil itu ineks marlong, petugas belum juga berhasil menangkap Bud, buronan yang namanya tertera pada bungkus paket berisi ribuan pil tersebut. adi/ris



Tidak ada komentar: